Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pertalite Mendadak ‘Raib’ di Padangsidimpuan, Antrean Mengular

Idntimes.com
Ilustrasi SPBU Pertamina. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Padangsidimpuan, IDN Times – Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dalam sepekan terakhir. Kondisi ini memicu antrean kendaraan yang mengular panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), bahkan sebelum pasokan BBM tiba di lokasi.

Informasi yang dihimpun IDN Times, Sabtu (31/1/2026), antrean sudah mengular di gerbang SPBU di kawasan Manunggang, Pijorkoling, Padangsidimpuan. Meski gerbang SPBU belum dibuka. Warga mengaku bingung dengan penyebab hilangnya stok BBM kali ini, mengingat kondisi cuaca dan jalur distribusi yang dinilai normal.

"Ya mau gimana lagi, mumpung libur kerja, ditunggu ajalah datangnya minyak (BBM) ini. Nanti kalau tak ditunggu, tak kebagian. Karena perlu kali sama minyak ini, untuk berangkat kerja, ngantar anak sekolah, dan lain-lain," ungkap salah satu warga, Hasim, Sabtu (31/1/2026).

1. Sempat beredar kabar hoaks tentang terputusnya jalur distribusi

Ilustrasi SPBU (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi SPBU (IDN Times/Aditya Pratama)

Banyak warga sempat menduga kelangkaan ini disebabkan oleh kerusakan infrastruktur seperti yang terjadi dua bulan lalu akibat banjir bandang. Sempat beredar kabar hoaks bahwa jembatan di Garoga, penghubung akses Sibolga-Padangsidimpuan kembali terputus. Kenyataannya jalur tersebut dalam kondisi baik dan bisa dilintasi.

Ketidakpastian alasan kelangkaan membuat warga berspekulasi adanya pengurangan jatah stok dari Pertamina untuk wilayah Padangsidimpuan. Masyarakat merasa heran karena saat ini cuaca mendukung dan tidak ada kendala alam yang berarti, sehingga mereka menuntut transparansi informasi mengenai penyebab asli kosongnya stok Pertalite di berbagai SPBU.

2. Harga eceran meroket hingga Rp18 ribu per liter

Ilustrasi SPBU Jember (Pixabay/Engin Akyurt)
Ilustrasi SPBU Jember (Pixabay/Engin Akyurt)

Kelangkaan di SPBU dimanfaatkan oleh sejumlah oknum pedagang eceran untuk menaikkan harga secara drastis. Sarif, seorang pengendara motor, menceritakan bahwa rekannya baru saja membeli Pertalite seharga Rp18 ribu per liter di pengecer karena sudah tidak sanggup mengantre berjam-jam di SPBU.

Kondisi ini memicu trauma bagi warga yang khawatir harga akan terus melambung hingga Rp25 ribu per liter seperti saat masa bencana dua bulan lalu.

"Udah mahal, itu pun payah minyak di pengecer, Bang. Cepat kali habis. Bukan tak mungkin kalau keadaan terus-terusan begini, minyak nanti bisa Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per Liter diecer," katanya.

3. Warga desak pemerintah dan pertamina segera bertindak

ilustrasi SPBU (unsplash.com/Aldrin Rachman Pradana)
ilustrasi SPBU (unsplash.com/Aldrin Rachman Pradana)

Ketidakpastian stok BBM selama hampir seminggu ini dikhawatirkan akan menimbulkan efek domino terhadap kenaikan harga barang pokok lainnya. Masyarakat mendesak Pemerintah Daerah, Pertamina, dan aparat penegak hukum untuk segera berkoordinasi guna menuntaskan masalah distribusi ini agar tidak berlarut-larut.

Warga berharap ada pengawasan ketat untuk mencegah penimbunan atau ulah oknum yang mempermainkan stok di tengah kesulitan masyarakat. "Makanya, tolonglah disampaikan supaya segera membaik ini semua. Udah hampir seminggu loh yang langka-langka ini. Bisa gawat kita," tegas Sarif.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengatakan, saat ini distribusi BBM di daerah itu tengah dilakukan pemulihan bertahap. Meski pun dalam keterangan resmi mereka tidak menjawab, apa sebenarnya penyebab kelangkaan BBM itu.

“Dalam rangka menjaga keandalan pasokan, Pertamina Patra Niaga melakukan pengaturan distribusi secara terukur dan berkelanjutan agar penyaluran BBM ke lembaga penyalur tetap berjalan serta kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi,” tulis pernyataan Pertamina.

Sebagai langkah percepatan normalisasi, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan tambahan suplai BBM melalui pengiriman kapal menuju FT Sibolga. Untuk produk Pertalite dan Biosolar (B40), disiapkan total muatan masing-masing sebesar 2.000 KL dan 4.000 KL yang dijadwalkan tiba pada Minggu (1/2/2026) dini hari. Sementara itu, suplai produk Pertamax sebesar 1.000 KL juga diperkirakan tiba pada periode yang sama.

“Dengan terealisasinya tambahan suplai tersebut, penyaluran BBM ke SPBU diperkirakan akan kembali berangsur normal mulai akhir pekan ini, sehingga antrean kendaraan dapat terurai secara bertahap. Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan kelancaran distribusi BBM di wilayah tersebut,” tutup pernyataan itu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Petani Dumai Diduga Jadi Pengecer Ekstasi dan Sabu di Tapsel

01 Feb 2026, 18:55 WIBNews