Pembangunan Huntara di Aceh Baru 19 Persen, Target 16 Ribu Unit

- Aceh Tamiang dan Aceh Utara menjadi wilayah dengan progres pembangunan Huntara paling signifikan.
- Pemerintah menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk 8.047 KK di 16 kabupaten/kota, dengan sekitar 4.000-an KK sudah menerima dana tersebut.
- Sisa 80 persen pembangunan Huntara yang masih berjalan terus digeber, fokus utama saat ini adalah percepatan administrasi dan verifikasi lapangan agar bantuan finansial tidak terhambat kendala birokrasi.
Banda Aceh, IDN Times – Proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh diklaim terus menunjukkan perkembangan positif. Kasatgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh, Safrizal ZA, merilis data terbaru terkait pembangunan Hunian Sementara (Huntara) serta penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi ribuan warga terdampak.
Pemerintah menargetkan pembangunan belasan ribu unit Huntara untuk memastikan para penyintas tidak terlalu lama berada di tenda pengungsian. Safrizal menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperketat agar masyarakat mendapatkan kepastian tempat tinggal dalam waktu singkat.
“Dari total tersebut, 3.248 unit Huntara telah selesai dibangun atau setara dengan 19,9 persen, sementara 13.046 unit lainnya (sekitar 80,1 persen) sedang dalam proses pengerjaan,” kata Safrizal, Selasa (27/1/2026) lalu.
1. Aceh Tamiang dan Aceh Utara diklaim cukup cepat pembangunan Huntara

Dari 12 kabupaten/kota yang mengajukan pembangunan Huntara, Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan progres paling signifikan. Tercatat sekitar 1.000 unit Huntara di sana sudah rampung, sementara 1.600 unit lainnya masih dikebut.
Menyusul di belakangnya, Aceh Utara telah menyelesaikan 829 unit dengan sisa 3.400-an unit dalam proses pengerjaan. Daerah lain seperti Pidie Jaya, Aceh Tengah, dan Bener Meriah juga menunjukkan tren positif dengan penyelesaian ratusan unit Huntara di masing-masing wilayah.
2. Update Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk 8.047 KK

Selain pembangunan fisik Huntara, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang memenuhi kriteria. Hingga saat ini, total ada 8.047 Kepala Keluarga (KK) yang terdata sebagai penerima manfaat di 16 kabupaten/kota.
Realisasinya, sekitar 4.000-an KK sudah menerima dana tersebut di rekening masing-masing. “Sekitar 4.000-an KK lainnya masih dalam proses finalisasi, yang didominasi tahap pembukaan rekening dan verifikasi lapangan,” tambah Safrizal.
3. Sisa 80 persen pembangunan terus digeber

Safrizal memastikan bahwa seluruh jajaran di lapangan bekerja lembur untuk menyelesaikan sisa 80 persen pembangunan Huntara yang masih berjalan. Fokus utama saat ini adalah percepatan administrasi dan verifikasi lapangan agar bantuan finansial seperti DTH tidak terhambat kendala birokrasi.
Ia menjamin bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh masyarakat terdampak segera mendapatkan hunian yang layak dan memulai kembali aktivitas ekonomi mereka.
Sementara itu, data menunjukkan, sampai saat ini masih ada 85.717 jiwa yang tinggal tersebar di 986 titik pengungsian. Banjir berdampak pada 18 kabupaten kota di Aceh. Tidak sedikit perkampungan yang hilang karena tersapu banjir.
Banjir juga mengakibatkan 562 orang meninggal dunia. Sebanyak 29 orang masih hilang hingga kini.


















