Jelang Ramadan, Stok Bahan Pokok di Sumut Diklaim Aman

- Pemprov Sumut klaim stok pangan pokok surplus jelang Ramadan
- Bobby ungkap intervensi pasar saat inflasi cabai Oktober 2025
- Langkah pasar murah, bundling beras-cabai, dan infrastruktur modern diusulkan
Medan, IDN Times – Pemprov Sumatra Utara mengklaim stok berbagai komoditas pangan pokok jelang Ramadan saat ini berada dalam kondisi surplus atau melimpah. Kepastian ini didapat setelah pemerintah melakukan evaluasi mendalam terhadap jumlah produksi lokal dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat.
Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR RI di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Jumat (30/1/2026), Bobby memaparkan bahwa komoditas krusial seperti beras, aneka cabai, bawang merah, hingga daging dan telur ayam dalam posisi aman.
Meski beberapa waktu lalu sempat terjadi fluktuasi harga, intervensi pemerintah diklaim berhasil menjaga stabilitas stok di pasar-pasar tradisional maupun modern. “Ini kalau dilihat surplus semua, dari jumlah kebutuhan dan produksi, surplus,” kata Bobby dalam keterangan resmi, Sabtu (31/1/2026).
1. Pemprov Sumut belajar dari inflasi cabai Oktober 2025 lalu

Bobby mengungkapkan bahwa pada Oktober 2025 lalu, cabai merah sempat menjadi "biang kerok" kenaikan inflasi di Sumatera Utara. Saat itu Pemprov Sumut bergerak melakukan intervensi dengan mendatangkan pasokan dari Jawa Timur untuk menyeimbangkan pasar.
Seiring dengan masuknya masa panen raya, komoditas ini kini tidak lagi memberikan tekanan terhadap inflasi.
2. Pasar murah hingga bundling jadi langkah intervensi pasar

Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemprov Sumut telah menyiapkan strategi komprehensif yang dirangkum dalam 11 aksi cepat. Beberapa langkah nyata yang dilakukan antara lain pasar murah, bundling beras SPHP dengan cabai merah, hingga pemberian bantuan pangan secara gratis untuk komoditas penyumbang inflasi tertentu.
Selain itu, penguatan kerja sama antardaerah dan penugasan BUMD untuk mengelola stok cabai dan bawang merah terus dioptimalkan. Langkah ini bertujuan untuk memutus rantai distribusi yang terlalu panjang sehingga harga di tingkat konsumen tetap terjangkau dan stabil.
3. Infrastruktur modern cold storage dan solar dryer dome jadi rencana jangka panjang

Bobby juga memaparkan visi jangka panjang dengan membangun infrastruktur teknologi pangan di pada 2026. Pemprov Sumut berencana membangun tiga unit cold storage di titik penghasil dan konsumsi, serta solar dryer dome di beberapa wilayah strategis guna menjaga kualitas pangan pascapanen.


















