Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PERDATIN Sumut Sukses Gelar 2nd SA-NOTE & 3rd NSCEACC 2026 di Medan

PERDATIN Sumut Sukses Gelar 2nd SA-NOTE & 3rd NSCEACC 2026 di Medan
PERDATIN Sumatra Utara menggelar 2nd SA-NOTE & 3rd NSCEACC 2026 di Medan (Dok. Perdatin Sumut)
Intinya Sih
  • PERDATIN Sumut bersama FK USU sukses menggelar 2nd SA-NOTE & 3rd NSCEACC 2026 di Medan, menghadirkan ratusan peserta dari berbagai institusi kesehatan dan pendidikan kedokteran di Indonesia.
  • Konferensi ini menampilkan 45 pembicara nasional serta empat narasumber internasional yang membahas topik terkini seputar anestesiologi, terapi intensif, trauma, resusitasi, hingga critical care modern.
  • Kegiatan ilmiah ini menjadi wadah pembaruan ilmu dan kolaborasi profesional lintas bidang untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan serta meningkatkan mutu pelayanan anestesiologi dan perawatan intensif di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Medan, IDN Times - Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Cabang Sumatra Utara, bekerja sama dengan Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara (FK USU) sukses menyelenggarakan 2nd Sumatra Anesthesiology Update (SA-NOTE) in conjunction with 3rd North Sumatra Conference on Emergency, Anesthesia and Critical Care (NSCEACC) 2026 pada tanggal 8 - 12 April 2026 di Hotel Aryaduta Medan dan Hotel AIHO Medan.

Mengangkat tema “Advancing Excellence in Emergency, Anesthesia and Critical Care: Current Concepts and Future Directions”, kegiatan ini menjadi salah satu forum ilmiah terbesar di bidang anestesiologi dan terapi intensif di wilayah Sumatra Utara. Forum ini mempertemukan dokter spesialis, dokter umum, tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, hingga praktisi pelayanan kritis dari berbagai daerah di Indonesia.

Rangkaian acara dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan, mulai dari workshop (8 - 9 April 2026), scientific symposium dan poster presentation (10 - 11 April 2026), hingga kegiatan pengabdian masyarakat berupa CPR Fun Run dan hospitality events pada 12 April 2026. Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti dengan kehadiran total 368 peserta yang berasal dari berbagai institusi pelayanan kesehatan dan pendidikan kedokteran di Indonesia. Secara rinci, 168 peserta mengikuti sesi workshop dan 200 peserta menghadiri kegiatan scientific symposium.

Acara pembukaan secara resmi dihadiri oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Utara, Sulaiman Harahap, SH, M.SP, CGCAE yang mewakili Pemerintah Provinsi Sumatra Utara.

Turut hadir Ketua III Pengurus Pusat PERDATIN, Dr. dr. Bambang Pujo Semedi, Sp.An-TI, Subsp.TI(K), Wakil Ketua IDI Wilayah Sumatra Utara, dr. Galdy Wafie, M.Ked(An), Sp.An-TI, serta Ketua PERDATIN Cabang Sumatra Utara sekaligus Ketua Panitia, dr. Andriamuri Primaputra Lubis, M.Ked(An), Sp.An-TI, Subsp.TI(K) beserta jajaran organisasi profesi, akademisi, dan pimpinan rumah sakit di Sumatra Utara.

1. Wadah strategis untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan

Gubsu lantik Pj Sekdaprovsu (2).jpg
Sulaiman Harahap, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Diskominfo Sumut)

Dalam sambutannya, Pj. Sekda Sumut, Sulaiman Harahap menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi ini sebagai wujud komitmen tenaga kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di bidang anestesiologi, kegawatdaruratan, dan perawatan intensif.

“Perkembangan ilmu kedokteran, khususnya dalam penanganan pasien kritis dan emergensi, memerlukan pembaruan ilmu pengetahuan dan kolaborasi lintas profesi secara berkesinambungan. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan demi pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat,” ujarnya.

2. Menghadirkan sebanyak 45 pembicara nasional hingga internasional

dr. Andriamuri Primaputra Lubis M. Ked (An) SpAn-TI, Subsp. TI (K).jpg
Ketua Panitia, dr. Andriamuri Primaputra Lubis, M.Ked(An), Sp.An-TI, Subsp.TI(K) (Dok. fk-usu.ac.id)

Ketua Panitia, dr. Andriamuri Primaputra Lubis, menyampaikan bahwa konferensi ini menghadirkan berbagai topik terkini dan komprehensif bagi pelayanan pasien dalam bidang anestesiologi dan terapi intensif, mulai dari manajemen nyeri, penanganan trauma, resusitasi, hingga perkembangan modern critical care yang dibawakan oleh para ahli di bidangnya.

Untuk mengupas topik-topik tersebut, panitia menghadirkan sebanyak 45 pembicara nasional dari berbagai pusat pendidikan dan rumah sakit terkemuka di Indonesia. Selain itu, hadir pula empat narasumber internasional, yaitu Prof. Dr. Azarinah Binti Izaham dari Malaysia, Dr. Swapna Khanzode dari India, Dr. Nandita Divekar dari Inggris, dan dr. Anand Divekar dari Inggris.

3. Menjadi wadah pembaruan ilmu pengetahuan

WhatsApp Image 2026-06-22 at 18.48.08.jpeg
PERDATIN Sumatra Utara menggelar 2nd SA-NOTE & 3rd NSCEACC 2026 di Medan (Dok. Perdatin Sumut)

Scientific symposium ini juga mencakup berbagai subspesialisasi/seminat dan perkembangan terkini di bidang anestesiologi dan terapi intensif, seperti : anestesi obstetri (kebidanan), neuroanestesi (saraf), anestesi pediatri, manajemen nyeri (pain management), perawatan kritis (critical care), anestesi jantung (cardiac anesthesia), ambulatory anesthesia, regional anesthesia, ophthalmic anesthesia, geriatric anesthesia, trauma dan emergency, serta perioperative medicine.

Kehadiran topik-topik tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan peserta sekaligus meningkatkan kompetensi klinis sesuai perkembangan ilmu pengetahuan terkini.

Selain menjadi wadah pembaruan ilmu pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan jejaring akademik dan profesional antar sejawat, serta mendorong kolaborasi penelitian dan inovasi di bidang anestesiologi dan terapi intensif di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan 2nd SA-NOTE & 3rd NSCEACC 2026, PERDATIN Sumatra Utara berharap penyelenggaraan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya pada bidang anestesiologi dan terapi intensif. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, organisasi profesi, rumah sakit, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More