Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Percobaan Begal Angkot di Medan, 3 Penumpang Melompat Alami Luka-luka

Percobaan Begal Angkot di Medan, 3 Penumpang Melompat Alami Luka-luka
Ilustrasi angkot (pexels.com/Ilman Muhammad)
Intinya Sih
  • Percobaan begal terjadi di angkot jurusan Medan-Martubung saat pelaku mengancam sopir dan penumpang dengan parang di kawasan Jalan Yos Sudarso, Medan Labuhan.
  • Tiga penumpang panik dan melompat dari angkot yang masih berjalan untuk menyelamatkan diri, menyebabkan mereka mengalami luka-luka.
  • Korban kini dirawat di RS Mitra Medika sementara polisi memburu pelaku dan meminta keluarga korban membuat laporan resmi untuk penyelidikan lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times - Insiden mengerikan terjadi di Kota Medan, tepatnya di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Medan Labuhan. Di dalam satu unit angkot, para penumpang hendak dibegal oleh orang tak dikenal yang membawa senjata tajam jenis parang.

Dugaan aksi percobaan begal ini telah viral di media sosial sebagaimana diunggah akun Instagram @tkpbelawan. Video menunjukkan seorang penumpang pria mengarahkan parang ke leher sopir angkot berwarna hijau-putih jurusan Medan-Martubung itu.

1. Korban dan sopir diancam pakai senjata tajam jenis parang

(Ilustrasi perampokan) IDN Times/Sukma Shakti
(Ilustrasi perampokan) IDN Times/Sukma Shakti

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Hamzar Nodi membenarkan insiden yang terjadi di wilayah hukumnya. Ia membeberkan kronologis terjadinya dugaan pembegalan itu.

"Awal kejadian, para korban naik angkot 81 dari Simpang Martubung menuju arah Medan hari Selasa tanggal 7 April 2026," kata Hamzar, Kamis (9/4/2026).

Angkot tersebut bukan hanya mengantar tiga korban saja. Namun di dalam juga sudah ada pelaku.

"Saat tiba di daerah Simpang KIM, pelaku mulai melancarkan aksi begal dengan mengancam menggunakan senjata tajam jenis parang. Korban diancam untuk menyerahkan ponselnya," lanjutnya.

2. Korban melompat dari angkot karena panik ditodong senjata tajam

Ilustrasi begal (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi begal (IDN Times/Mardya Shakti)

Melihat adanya ancaman dan potensi berbahaya, para korban panik. Tanpa pikir panjang mereka memutuskan untuk melompat dari angkot. "Korban Novianti lebih dulu melompat dari angkot di sekitar SPBU Simpang Kayu Putih. Dia ketakutan makanya lompat dalam kondisi angkot berjalan. Karena melakukan perlawanan, angkot makin kencang," beber Hamzar.

Tak lama setelah itu, penumpang yang lain ikut melompat. Aksi menyelamatkan diri ini sampai membuatnya terluka. "Kemudian korban Erika juga melompat beberapa ratus meter setelahnya, mengakibatkan luka," jelasnya.

3. Korban kini dirawat di Rumah Sakit

ilustrasi pasien di rumah sakit (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi pasien di rumah sakit (pexels.com/Anna Shvets)

Akibat peristiwa ini, korban yang salah satunya merupakan seorang mahasiswa mengalami luka-luka. Mereka segera diantar ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

"Saat ini kedua korban berada di RS Mitra Medika untuk penanganan medis. Tim Reskrim juga telah melakukan pengecekan kondisi korban di RS Mitra Medika," ungkap Hamzar.

Pihak keluarga korban juga disebut Hamzar telah diarahkan untuk segera membuat laporan resmi di Polsek Medan Labuhan. Hal ini guna proses penyelidikan lebih lanjut.

"Lagi kami selidiki, pelaku juga sedang diburu," pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More