Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perang Geng Motor Medan Berujung Maut, Polisi Ungkap Hasil Autopsi
Ilustrasi geng motor (dok IDN Times)
  • Remaja 14 tahun bernama Muharam Nasution ditemukan tewas di parit Desa Marindal I, Medan, setelah dianiaya geng motor Simple Life menggunakan senjata tajam dan tumpul.
  • Polisi mengungkap bentrokan antar geng motor Simple Life dan NKB melibatkan ratusan remaja, dengan sekitar 200 anggota SL membawa lebih dari 100 motor dan dua mobil.
  • Hasil autopsi menunjukkan korban mengalami luka bacok di kepala dan punggung, serta tusukan yang menembus pembuluh darah besar jantung hingga menyebabkan kematian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Warga Jalan Setia Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang remaja bernama Muharam Nasution (14 tahun). Ia ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam parit pinggir jalan, Senin (22/6/2026) lalu.

Saat diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian, remaja tersebut merupakan korban penganiayaan oleh gerombolan geng motor Simple Life (SL). Ia dikeroyok dengan senjata tajam dan tumpul sampai kehabisan darah dan meninggal dunia.

Kini ada 6 tersangka yang ditangkap oleh polisi. Mereka semua masih remaja, bahkan mayoritas tergolong anak di bawah umur.

1. Pertengkaran antar geng motor bukan memperebutkan wilayah, tapi sekadar gagah-gagahan

Polrestabes Medan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Lubis, membenarkan penemuan jasad seorang remaja yang baru lulus SMP itu. Dia juga merupakan seorang anggota geng motor yang kala itu terlibat perselisihan dengan geng motor Simple Life.

"Mereka ini bukan memperbutkan wilayah, tapi ini adalah big match. Ini (perang) menentukan kelompok manalah yang paling kuat," kata Adrian, Selasa (23/6/2026).

Geng motor Simple Life janjian melakukan bentrok dengan kubu NKB di Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak. Mereka berkomunikasi melalui WhatsApp dan berkumpul dahulu di Kuburan China.

"Jadi mereka ini ada gengsi-gengsinya, 'kelompok kami lebih kuat dari kelompok sana!' gitu. Jadi bukan untuk memperbutkan wilayah," lanjutnya.

2. Bentrok antar geng motor melibatkan ratusan remaja

Tangan tersangka diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kanit Pidum Polrestabes Medan, Iptu Hafiz, menjelaskan bahwa bentrokan antar geng motor ini berskala besar. Bahkan massa yang hadir kala itu mencapai ratusan orang.

"Untuk masa dari kelompoknya SL, mereka ini masa yang paling banyak, ya. Yang kami dapatkan di lapangan dan investigasi, ada sekitar 200 lebih. Menggunakan 100 kendaraan motor dan 2 unit mobil. Tapi masih kami dalami kembali," jelas Hafiz.

Sementara itu geng motor NKB kalah jumlah. Mereka hanya membawa sekitar 50 sampai 60 orang saja.

Situasi yang tidak berimbang membuat geng motor NKB mundur. Namun korban jatuh di jalan dan tertinggal. Saat itu juga ia dianiaya.

"Kalau terkait dengan ormas, sampai saat ini murni ini adalah grup dari anak muda, grup geng motor. Tidak ada ormas-ormas yang mendukung terkait dengan geng motor mereka," klaimnya.

3. Polisi ungkap hasil autopsi korban

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Omrin, membeberkan keadaan korban. Mereka mengevakuasi remaja 14 tahun tersebut dari parit dengan luka parah.

"Faktanya korban telah kita bawa ke rumah sakit dan juga dilakukan otopsi. Dan untuk sementara, hasil koordinasi dengan pihak forensik di rumah sakit Bhayangkara, korban tersebut didapati luka bacok di bagian kepala, punggung," sebut Omrin.

Berdasarkan pemeriksaan tubuh bagian dalam, didapati luka robek pembuluh darah besar jantung dan terdapat tanda-tanda pendarahan. Penyebab kematian disebutnya adalah luka tusuk pada punggung kanan yang mengenai tulang iga kanan dan menembus pembulu darah besar jantung.

"Luka tersebut menyebabkan korban mati lemas. Sampai sejauh ini, yang kita terima hanya korban satu orang dan cek ke lapangan memang korban tersebut tergeletak di parit dan sampai saat ini belum kita dapat informasi korban lainnya akibat tawuran ini," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article