Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemko Medan Luncurkan Digitalisasi Pasar, Pembayaran Kontribusi Bebas
Pemerintah Kota Medan resmi meluncurkan Sistem Pembayaran Kontribusi dan Digitalisasi Pasar Tradisional (Dok. Diskominfo Medan)
  • Pemerintah Kota Medan meluncurkan sistem digitalisasi pasar bersama Bank Mandiri di Pasar Petisah untuk menciptakan pengelolaan yang modern, transparan, dan bebas kebocoran.
  • Wali Kota Rico Waas menegaskan seluruh pembayaran kontribusi pedagang kini langsung masuk ke rekening PUD Pasar agar lebih profesional dan bisa dipantau secara real time.
  • Dirut PUD Pasar Anggia Ramadhan menyebut program ini sebagai pondasi reformasi tata kelola pasar tradisional menuju sistem yang akuntabel, bersih, dan adaptif terhadap era digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
25 Juni 2026

Pemerintah Kota Medan meluncurkan Sistem Pembayaran Kontribusi dan Digitalisasi Pasar Tradisional di Pasar Petisah bersama Bank Mandiri. Wali Kota Rico Waas menegaskan langkah ini untuk membuat manajemen pasar lebih modern, transparan, dan bebas kebocoran.

kini

Program digitalisasi pasar menjadi pondasi awal reformasi tata kelola pasar yang lebih besar. Pemerintah menilai digitalisasi adalah keharusan agar pasar tradisional tetap bersaing di era e-commerce dan ritel modern.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kota Medan meluncurkan Sistem Pembayaran Kontribusi dan Digitalisasi Pasar Tradisional untuk memperbaiki manajemen pasar agar lebih modern, transparan, dan bebas kebocoran.
  • Who?
    Wali Kota Medan Rico Waas bersama Bank Mandiri serta Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan Anggia Ramadhan menjadi pihak utama dalam peluncuran program ini.
  • Where?
    Kegiatan peluncuran berlangsung di Pasar Petisah, salah satu pasar tradisional di Kota Medan, Sumatera Utara.
  • When?
    Peluncuran dilakukan pada Kamis, 25 Juni 2026.
  • Why?
    Program ini digagas untuk menanggapi keluhan masyarakat terhadap kondisi pasar tradisional yang stagnan serta mencegah kebocoran dana kontribusi pedagang.
  • How?
    Sistem baru memungkinkan pembayaran kontribusi pedagang langsung masuk ke rekening PUD Pasar melalui kerja sama digital dengan Bank Mandiri tanpa perantara dan dapat dipantau secara real time.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari Kamis di Pasar Petisah, Pak Wali Kota Medan namanya Pak Rico bikin cara baru bayar uang pasar pakai sistem digital. Katanya biar semua jadi rapi, aman, dan gak bocor-bocor. Bank Mandiri bantu juga. Sekarang uang pedagang langsung masuk ke rekening tanpa orang tengah. Semua bisa dicek setiap hari dan pasarnya mau dibuat lebih bersih dan nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Peluncuran sistem digitalisasi pasar oleh Pemko Medan menunjukkan langkah konkret menuju tata kelola yang lebih transparan dan profesional. Dengan dukungan Bank Mandiri, aliran dana pedagang kini dapat dipantau secara real time tanpa perantara, menciptakan kejelasan dan akuntabilitas baru. Inisiatif ini juga menandai semangat pembaruan agar pasar tradisional tetap relevan di era digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Pemerintah Kota Medan resmi meluncurkan Sistem Pembayaran Kontribusi dan Digitalisasi Pasar Tradisional di Pasar Petisah, Kamis 25 Juni 2026. Inovasi ini digandeng bersama Bank Mandiri untuk merombak manajemen pasar agar lebih modern, profesional, transparan, dan bebas kebocoran.

Wali Kota Medan Rico Waas mengakui, keluhan masyarakat soal pasar tradisional yang stagnan dan kurang nyaman semakin tinggi. Apalagi di era digital, masyarakat punya banyak pilihan belanja, bahkan cukup dari genggaman tangan.

"Masyarakat bilang, 'Kami kurang nyaman'. Bentuknya kurang ada perubahan. Apalagi zaman sekarang semua dilihat lewat visual dan masyarakat punya banyak pilihan, bahkan bisa belanja sambil scrolling dari HP," ujar Rico Waas.

1. Rico menilai disrupsi teknologi sudah tidak bisa dibendung sehingga PUD Pasar Medan harus bergerak masif

Pemerintah Kota Medan resmi meluncurkan Sistem Pembayaran Kontribusi dan Digitalisasi Pasar Tradisional (Dok. Diskominfo Medan)

Menurut Rico, disrupsi teknologi sudah tidak bisa dibendung. Karena itu PUD Pasar Kota Medan harus bergerak masif dan melahirkan terobosan baru agar cara kerja lebih profesional dan bisa dipertanggungjawabkan.

Poin penting digitalisasi ini adalah pembenahan sistem pembayaran kontribusi pedagang. Selama ini sektor tersebut kerap disorot DPRD Kota Medan karena rawan kebocoran akibat pengelolaan belum maksimal.

"Dengan sistem digitalisasi bersama Bank Mandiri ini, seluruh aliran dana dari pedagang langsung masuk ke rekening PUD Pasar tanpa perantara. Hari ini langkah berani agar pembayaran kontribusi clear, tidak ada lagi istilah 'potong tengah'. Semuanya direct dan bisa dikontrol real time setiap hari," tegas Rico.

Di akhir sambutan, Rico mengapresiasi Dirut PUD Pasar dan jajarannya. Ia menyebut perubahan memang tidak mudah, tapi harus dimulai demi masa depan pedagang dan masyarakat Medan.

"Pasar Petisah dan pasar lainnya milik masyarakat Kota Medan yang harus kita perjuangkan," ungkapnya.

2. Dirut PUD Pasar sebut ini menjadi pondasi awal reformasi tata kelola pasar yang lebih besar

Pemerintah Kota Medan resmi meluncurkan Sistem Pembayaran Kontribusi dan Digitalisasi Pasar Tradisional (Dok. Diskominfo Medan)

Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan Anggia Ramadhan menambahkan, program ini bukan sekadar ubah metode bayar dari tunai ke nontunai. Ini pondasi awal reformasi tata kelola pasar yang lebih besar.

"Ini langkah awal menuju sistem yang lebih modern, transparan, akuntabel, dan profesional. Juga semangat Wali Kota dalam mewujudkan pemerintahan dan BUMD yang bersih," kata Anggia.

3. Digitalisasi dinilai menjadi keharusan dan bukan pilihan

Pemerintah Kota Medan resmi meluncurkan Sistem Pembayaran Kontribusi dan Digitalisasi Pasar Tradisional (Dok. Diskominfo Medan)

Dia menegaskan digitalisasi jadi keharusan, bukan pilihan. Perubahan pola belanja, pesatnya e-commerce, dan menjamurnya ritel modern menuntut pasar tradisional beradaptasi.

"Jika pedagang tidak mampu imbangi pelayanan cepat dan berkualitas, pasar tradisional akan kehilangan daya saing. Digitalisasi demi bangun lingkungan pasar yang bersih, tertib, aman, dan nyaman," terangnya.

Editorial Team

Related Article