Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pelaku yang Begal Ojek Pengkolan Belawan sampai Tewas Ditangkap

foto Iman Abadi semasa hidupnya (IDN Times/Eko Agus Herianto)
foto Iman Abadi semasa hidupnya (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Intinya sih...
  • Polisi tangkap pelaku begal tukang ojek online yang menyebabkan korban meninggal dunia setelah 7 bulan bersembunyi
  • Pelaku remaja berusia 21 tahun mengakui perbuatannya, bersama 6 rekannya melempar korban dengan maksud membegal
  • Korban Iman Kurnia Abadi bekerja sebagai tukang ojek pengkolan selama 24 tahun sebelum menjadi korban begal yang menyebabkan kematiannya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Setelah tujuh bulan bersembunyi, pelaku begal yang membuat seorang tukang ojek pengkolan meninggal dunia kini ditangkap. Kasus ini sebelumnya viral di berbagai media sosial, menunjukkan detik-detik Iman Kurnia Abadi (45 tahun) dilempar kayu balok besar saat baru saja mengantar penumpangnya di Medan Belawan, Kota Medan.

Aksi yang disengaja oleh pelaku dan komplotannya itu membuat Iman terseret jauh di aspal. Meski mendapat perawatan medis 3 hari lamanya, namun nyawa Iman tak mampu terselamatkan.

1. 7 bulan bersembunyi, polisi tangkap pelaku yang begal tukang ojek online sampai tewas

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo membenarkan penangkapan pelaku yang membegal tukang ojek sampai meninggal dunia. Ternyata pelakunya merupakan seorang remaja yang masih berusia 21 tahun berinisial MR.

"Tim Gabungan Unit Jatanras Polda Sumatera Utara bersama Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan pada Minggu, 1 Februari 2026 dini hari, melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku aksi penyerangan yang mengakibatkan Iman Kurnia, seorang pengemudi ojek, meninggal dunia," kata Agus, Selasa (3/1/2026).

Ia mengatakan bahwa insiden pembegalan ini terjadi pada bulan Juli tahun 2025 lalu. Dari rekaman CCTV yang beredar luas di jagad maya, tampak Iman sebagai korban melintas di jalan raya dengan mengendarai sepeda motor. Kemudian pelaku melemparkan kayu balok ke arahnya dan mengakibatkan Iman terjatuh.

"Dari hasil penyelidikan, kami mendapatkan informasi keberadaan MR yang merupakan warga Kelurahan Belawan Bahari, sebagai salah satu pelakunya,” lanjut Agus.

2. Dalam menjalankan aksinya, para pelaku melempar korban pakai kayu balok sampai tak sadarkan diri

foto Iman Abadi semasa hidupnya (IDN Times/Eko Agus Herianto)
foto Iman Abadi semasa hidupnya (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan itu mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengakui perbuatannya. Ia beraksi bersama 6 orang rekannya sekaligus. Peran MR adalah melempar korban menggunakan balok dengan maksud untuk melakukan aksi begal.

“Tersangka mengakui bahwa pelemparan dilakukan untuk membegal korban. Namun karena korban langsung tidak sadarkan diri, para pelaku panik dan melarikan diri meninggalkan korban,” beber Agus.

Tersangka kini menjalani pemeriksaan secara intensif. Sementara Polres Pelabuhan Belawan bersama tim gabungan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku lainnya yang bersama dengan MR melakukan aksi keji itu.

"Selain terlibat dalam kasus tersebut, tersangka MR juga mengakui keterlibatannya dalam 5 kasus kriminal lainnya, Di antaranya perusakan kaca truk, pencurian dengan pemberatan (curat), pembakaran, hingga perusakan," pungkas Agus.

3. Korban sudah puluhan tahun bekerja sebagai tukang ojek pengkolan

Sriana selaku istri Iman Abadi yang meninggal dunia diduga dibegal (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Sriana selaku istri Iman Abadi yang meninggal dunia diduga dibegal (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Sekilas soal korban Iman Kurnia Abadi, IDN Times pada Juli 2025 lalu berkesempatan mengunjungi rumah duka. Adalah Sriana selaku istri korban yang tampak begitu terpukul.

Perempuan berusia 42 tahun itu mendengar kabar bahwa suaminya menjadi korban begal saat ia masih berada di Malaysia. Sontak saja Sriana langsung memutuskan untuk pulang ke Indonesia tanpa berpikir panjang.

"Mulanya suami saya dibilang kecelakaan. Setelah dilarikan ke RS, turunlah pihak Jasa Raharja mengurus semuanya. Dari pantauan CCTV, ternyata dia bukan kecelakaan tapi korban pembegalan. Informasi kecelakaannya disampaikan warga setempat yang menolong suami saya ke RS. Handphone dia hilang. Suami dirawat di RS PAC Belawan, baru dirujuk ke RS Bina kasih, 3 hari 2 malam tanpa operasi. Lalu dinyatakan meninggal dunia," kata Sriana kepada IDN Times, Rabu (30/7/2025) lalu di rumah duka.

Iman merupakan seorang tukang ojek pengkolan. Sudah 24 tahun ia bekerja mengantar penumpang di kawasan Belawan.

"Dia memang punya langganannya ke arah Belawan itu. Setiap pukul 3 pagi dia antar sewanya ke tempatnya. Pulang dari situ, kosong, balik ke pangkalan kembali. Saat pembegalan, terekam CCTV ada 3 orang pelaku keluar dari gang. Mereka melakukan pelemparan broti sehingga suami saya terjatuh. Sepeda motornya tak diambil, karena ada warga yang begadang mendengar ada seperti suara kecelakaan. Maka didatangi suami saya, jadi para pelaku mengurungkan niat mengambil sepeda motornya," lanjut Sriana.

Ia berharap para pelaku dijerat hukuman yang setimpal. Terlebih salah seorang pelaku dari komplotan begal itu sudah ditangkap.

"Suami saya dinyatakan meninggal dunia 3 hari setelah dirawat. Dia mengalami pembekuan di kepala lalu patah tulang bahu," pungkas Sriana.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Kasus Pencurian HP: Pemilik Toko Jadi Tersangka, Ini Kata Ahli Pidana

03 Feb 2026, 16:04 WIBNews