Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ngaku Polisi, Pria di Medan Diduga Rudapaksa Remaja
Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mardya Shakti)
  • DH diduga memperdaya SRA dengan mengaku sebagai anggota polisi di Medan.
  • Korban dibawa ke bangunan kosong di Jalan Amal, sementara telepon genggamnya diduga dibawa tersangka.
  • Polisi menangkap DH, LMS, dan RS serta masih mendalami kemungkinan aksi serupa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, perlu cek identitas saat ada yang mengaku polisi?
Vote Now
Rabu (20/8/2026)

Bimo menyampaikan bahwa DH membawa korban ke bangunan kosong di Jalan Amal.

kini

Polrestabes Medan memproses ketiga tersangka berdasarkan dugaan peran masing-masing. Penyidik masih mendalami kemungkinan aksi serupa di lokasi lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, perlu cek identitas saat ada yang mengaku polisi?
Vote Now
  • What?
    DH diduga memperdaya SRA, membawa korban ke bangunan kosong, dan membawa telepon genggam korban.
  • Who?
    DH (42), SRA, LMS, RS, serta Polrestabes Medan.
  • Where?
    Medan, termasuk Jalan Ring Road, Jalan Ngumban Surbakti, Jalan Amal, dan kawasan Jalan Bilal.
  • When?
    Rabu (20/8/2026), Bimo menyampaikan keterangan mengenai dugaan kejadian tersebut.
  • Why?
    DH diduga mengaku sebagai polisi untuk memperdaya korban.
  • How?
    DH menghentikan korban, membawa korban dengan sepeda motor, lalu telepon genggam korban dijual kepada RS melalui COD seharga Rp600 ribu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, perlu cek identitas saat ada yang mengaku polisi?
Vote Now

MEDAN, IDN Times – Seorang pria berinisial DH (42) di Medan diduga memperdaya seorang remaja dengan mengaku sebagai anggota polisi. Korban berinisial SRA kemudian dibawa ke sebuah bangunan kosong hingga diduga mengalami rudapaksa.

Tak hanya itu, DH juga diduga membawa telepon genggam milik korban. Polisi telah menangkap DH bersama dua orang lainnya yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

1. Mengaku polisi untuk memperdaya korban

Ilustrasi kekerasan seksual (Foto: IDN Times)

Kanit Resmob Polrestabes Medan, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, mengatakan DH awalnya menghentikan SRA yang sedang bersama seorang teman pria. Saat itu, DH mengaku sebagai polisi dan berpura-pura menanyakan arah menuju PDAM Tirtanadi.

DH kemudian melontarkan sejumlah pertanyaan kepada keduanya, termasuk soal pengalaman masuk hotel dan alasan tidak menggunakan helm. Setelah korban percaya, DH meminta SRA turun dari sepeda motor. Sementara teman pria korban diminta memutar melewati lampu merah.

DH kemudian membawa korban menuju Jalan Ring Road hingga Jalan Ngumban Surbakti. Dalam perjalanan, korban diminta meletakkan telepon genggamnya di dasbor.

Teman pria SRA sempat berusaha mengikuti mereka. Namun, DH meminta korban bersembunyi di balik semak agar tidak terlihat.

2. Korban dibawa ke bangunan kosong, HP dijual Rp600 ribu

Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti)

DH kemudian membawa SRA ke sebuah bangunan kosong di Jalan Amal. Di tempat tersebut, DH diduga melakukan rudapaksa terhadap korban.

“Pelaku melihat bangunan kosong di Jalan Amal dan membawa korban ke dalam. Di sana, aksi pemerkosaan itu terjadi,” kata Bimo, Rabu (20/8/2026).

Setelah kejadian, DH meninggalkan korban setelah meminta SRA kembali mengenakan pakaiannya. Telepon genggam milik korban kemudian dibawa tersangka.

Polisi menyebut telepon genggam tersebut kemudian dijual kepada RS melalui transaksi cash on delivery (COD) di kawasan Jalan Bilal. Ponsel itu dijual seharga Rp600 ribu.

3. Polisi tangkap tiga orang, DH diduga sudah 6 kali jual HP

Default Image

Selain DH, polisi menangkap LMS yang disebut sebagai istri kedua DH dan RS yang diduga berperan sebagai penadah telepon genggam korban.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menduga transaksi penjualan telepon genggam hasil kejahatan antara DH dan RS bukan baru sekali terjadi. DH disebut sudah enam kali menjual HP hasil kejahatan kepada RS.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku sudah enam kali menjual handphone hasil kejahatan kepada penadah,” ujar Bimo.

Polrestabes Medan kini memproses ketiga tersangka berdasarkan dugaan peran masing-masing. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan DH pernah melakukan aksi serupa di lokasi lain.

Yuk pilih pendapatmu soal pemeriksaan identitas

Menurutmu, perlu cek identitas saat ada yang mengaku polisi?

See More
Perlu memeriksa identitas
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak perlu memeriksa identitas

Editorial Team

Related Article