Motor Satpol PP Pemko Medan Dibawa Lari Pria Berpakaian Mirip Polisi

- Seorang anggota Satpol PP Medan bernama Ardi Kusuma Damanik kehilangan motor dinasnya setelah dipinjam oleh pria berjaket yang mengaku motornya rusak di area Kantor Walikota Medan.
- Pelaku berpakaian mirip polisi dengan atribut pangkat kompol, membuat Ardi percaya dan menyerahkan motor Honda Vario 160 beserta surat-surat penting yang ada di dalamnya.
- Setelah menelusuri pemilik motor Mio yang ditinggalkan pelaku, Ardi menemukan bahwa orang tersebut juga menjadi korban penipuan dengan modus serupa pada hari yang sama.
Medan, IDN Times - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bernama Ardi Kusuma Damanik mengalami nasib sial. Saat sedang berada di Kantor Walikota Medan, sepeda motornya dibawa lari oleh seorang pria berpakaian mirip polisi.
Atas perkara yang menimpanya ini, Ardi mantap melaporkan pria tersebut ke polisi. Ia berharap petugas berwajib bisa menangkapnya, karena motor tersebut hilang bersamaan dengan surat-surat berharga.
1. Motor Satpol PP dicuri dengan modus meminjam

Ardi menjelaskan bahwa insiden itu terjadi pada Kamis (25/6/2026) lalu. Seorang pria berjaket datang ke pelataran parkiran Kantor Walikota Medan.
"Dia datang naik sepeda motor jenis Yamaha Mio. Langsung singgah di samping pos pintu belakang kantor Walikota dan memantau situasi. Habis itu dia berbincang bersama tukang becak," kata Ardi, Senin (29/6/2026).
Saat itu Ardi keluar dan bertanya kepada mereka. Pria pengendara motor Mio itu pun mengaku bahwa motornya rusak. Saat dicek Ardi, memang benar, bahwa motor tersebut rusak.
"Setelah itu, dia bilang bisa bisa gak minjam motor saya. Nanti katanya bakal ke mari lagi ngopi-ngopi, sebagai bentuk terima kasib. Setelah itu, tukang becak tadi mengatakan bahwa istri pria itu bekerja di kantor Walikota Medan ini, dan dia ingin menjemput anaknya les. Setelah percakapan itu, baru dia memberikan kunci sepeda motor Yamaha Mio-nya kepada saya. Saya berikan kunci motor saya dengan tersangka ini dan langsung dibawanya," lanjutnya.
2. Pelakunya seorang pria berpakaian mirip polisi

Saat itu juga pria tersebut pergi membawa motor Ardi. Hingga pukul 22.00 WIB Ardi menunggu, pria itu tak kunjung kembali.
"Bajunya di dalam jaket menyerupai seragam seperti aparat penegak hukum. Jadi karena simbol pangkatnya muncul di kerah bajunya, dengan pangkat kompol, macam bunga melati satu warna kuning. Saya pikir dia habis tugas antisipasi unjuk rasa di kantor Walikota Medan," ungkap Ardi.
Motornya yang raib ialah jenis Honda Vario 160. Di dalamnya ada surat berharga seperti STNK, buku tabungan Bank BRI, KTA Satpol PP, ATM Bank Sumut, ATM Bank BCA, serta kartu BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
"Karena jiwa saya ini mau menolong, kasihan lah dia. Terus dia karena pakai pakaian seragam tadi, saya pun gak pikir panjang membantunya," bebernya.
3. Saat ditelusuri pemilik motor Mio tersebut, ternyata menjadi korban dengan modus serupa

Ardi mencoba untuk menelusuri siapa pelaku berdasarkan rekaman CCTV dan motor Yamaha Mio yang ditinggalkan. Ia meminta tolong kepada SAMSAT untuk melihat alamat pemilik motor Mio tersebut.
"Dua hari nerikutnya saya ke Medan Johor meninjau ke alamat tersebut. Dan ternyata sudah ketemu dengan nomor rumah yang tertera sebagaimana data dari Samsat. Ternyata seorang bapak-bapak yang juga kehilangan motornya di hari yang sama," ujar Ardi.
Sama dengan yang Ardi alami, bapak-bapak yang dimaksud juga menjadi korban dengan modus yang sama, yaitu meminjam motor. Peristiwa itu disebutnya terjadi pada hari yang sama.
"Saya berharap kepada pihak yang berwajib dan yang berwenang agar segera menangkap pelaku. Karena ini sudah meresahkan masyarakat di Kota Medan dan sekitarnya. Jadi harapan saya itu, agar segera diburu, ditangkap supaya tidak ada lagi korban-korban berikutnya dengan kejadian yang sama," pungkasnya.


















