Media MIND 2026 Kembali Digelar, Ajak Jurnalis Mengulik Sektor Tambang

- Media MIND 2026 memasuki tahun kelima dengan tema “Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri”, mengajak jurnalis mengangkat isu pertambangan dan proses menuju green aluminium.
- Kompetisi menyediakan enam subtema, termasuk ekonomi, ESG, hilirisasi, ketahanan mineral, kontribusi sosial, serta transformasi. Inalum menyoroti SGAR Mempawah yang mengakhiri impor alumina.
- Media MIND 2026 menambah kategori opini bagi dosen dan pengamat, selain kategori jurnalis serta mahasiswa. Pengumpulan karya jurnalis ditutup 20 September, kategori umum 25 Oktober 2026.
Medan, IDN Times- Media MIND 2026 kembali digelar memasuki tahun kelima penyelenggaraan. Tahun ini Media Mind mengusung tema "Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri". Kompetisi jurnalistik ini mengajak jurnalis menggali soal isu-isu pertambangan tanah air.
Hal ini disampaikan Kepala Departemen Manajemen Komunikasi Utrich Farzah saat sosialisasi Media Mind 2026 di Gedung Serbaguna FISIP USU, Kamis (3/9/2026).
"Kita mengajak menulis lebih banyak soal dunia pertambangan di tanah air. Ini merupakan tahun ke-5. Tahun ini dari bumi untuk kedaulatan negeri. Menggali nilai untuk menguatkan negeri. Dari bauksit menjadi alumina, dari alumina jadi aluminium jadi end product.Di kehidupan sehari apapun yang kita pakai mempunya unsur aluminium. Inalum bisa dibilang satu-satunya produk green aluminium," kata Utrich saat sosialisasi Media Mind 2026 di Gedung Serbaguna FISIP USU.
1. Ada proses menuju green aluminium yang bisa dikulik

Kepala Departemen Manajemen Komunikasi Utrich Farzah saat Sosialisasi Media MIND 2026, Kamis (3/9/2026) (IDN Times/Doni Hermawan) Utrich mengatakan, untuk menjadikan produk Inalum green aluminium ada berbagai rantai atau proses yang dilalui. "Dari rantai ada proses-proses menarik dikulik dan dijadikan sebuah berita. Tidak hanya inalum anggota holding MIND ID lainnya," beber Utrich.
Untuk tahun ini ada enam subtema yang dapat dikembangkan menjadi karya jurnalistik, yakni Ekonomi dan Investasi, ESG dan Green Mining, Hilirisasi, Industrialisasi dan Ketahanan Mineral Indonesia, Kontribusi Sosial Masyarakat, serta Transformasi dan Inovasi.
2. Tak lagi harus mengimpor alumina berkat hilirisasi

Sosialisasi Media MIND 2026 di Gedung Serbaguna FISIP USU, Kamis (3/9/2026) (IDN Times/Doni Hermawan) Sementara Danil Hutahuruk selaku Kepala Grup Layanan Strategis Inalum mengatakan, Inalum sudah menjawab soal hilirisasi yang dimandatkan pemerintah. Saat ini dengan adanya proyek SGAR Mempawah Kalimantan Barat, Inalum tak lagi mengimpor alumina sebagai bahan baku membuat aluminium.
"Alumina ini sebelumnya harus beli dari negara lain. Sekarang 100 persen sudah terjawab untuk hilirisasi yang dimandatkan pemerintah karena dari proses tambang yang dilakukan di dalam negeri sudah menjadi aluminium," ucap Danil.
Pada kesempatan itu Danil juga menjelaskan soal berbagai tantangan yang dihadapi dalam industri aluminium nasional hingga program tanggung jawab sosial Inalum kepada masyarakat.
"Sustainability tidak hanya hari ini aja besok gak ada, sementara tuntutannya kita punya keuntungan, untuk menjaga keuntungan berbagai tantangan. yang membuat kemampuan kita bertahan cukup berat, karena lewat berbagai faktor.. Apakah sesuai perundangan dan lainnya," ucapnya.
3. Ada kategori baru

Sosialisasi Media MIND 2026 di Gedung Serbaguna FISIP USU, Kamis (3/9/2026) (IDN Times/Doni Hermawan) Sementara Corporate Communication MIND ID Muhammad Richard memaparkan soal Babak Baru Peta Jalan Industri Pertambangan Indonesia. Enam angota grup holding MIND ID mulai dari Inalum, PT Antam, Bukit Asam, PT Timah, Vale, dan Freeport kini tengah menampakkan buah dari kerja keras dalam mewujutkan amanat pemerintah mengembangkan hilirisasi.
"Saat ini kontribusi MIND ID ke negara dengan laba Rp159,46 triliun. Program-program yang digelar enam sub holding MIND ini menyentuh berbagai sektor mulai dari ESG dan green mining, hilirisasi hingga kontribusi sosial masyarakat. Jadi banyak yang bisa digali dari sektor pertambangan terutama para anggota grup MIND ID," kata Richard.
Untuk tahun ini Media MIND 2026 sedikit berbeda karena punya satu kategori baru lagi. Selain kategori jurnalistik dan mahasiswa, ada kategori untuk dosen dan pengamat dalam format opini. Sementara kategori jurnalis terdiri dari teks, foto, video/TV dan infografis. Batas pengumpulan karya jurnalis pada 20 September 2026, dan kategori umum 25 Oktober 2026. Total hadiah ratusan juta rupiah.















![[FOTO] Sinabung Masih Mengeluarkan Asap, Masyarakat Tetap Waspada](https://image.idntimes.com/post/20260902/sin_1_f9892b88-7bd1-48d5-a7ff-3600a86df036_watermarked_idntimes-2.jpg)
