Sebanyak 650 Warga Kuta Tengah Mengungsi, Evakuasi Desa Payung Ditunda

- Sebanyak 650 warga Desa Kuta Tengah telah dievakuasi ke Desa Sukatepu setelah aktivitas Gunung Sinabung meningkat.
- Lokasi pengungsian berada sekitar lima kilometer dari desa dan memanfaatkan jambur milik desa di dekat Koperasi Desa Merah Putih.
- Evakuasi warga Desa Payung ditunda karena aktivitas gunung fluktuatif, sementara posko tetap disiapkan di wilayah tersebut.
Karo, IDN Times – Sebanyak 650 warga Desa Kuta Tengah, Kabupaten Karo, telah dievakuasi ke lokasi pengungsian menyusul peningkatan aktivitas Gunung Sinabung hingga Kamis (3/9/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo menyebut ada 207 Kepala Keluarga dari Kuta Tengah sudah berada di lokasi pengungsian.
Sekretaris BPBD Kabupaten Karo, Gelora Sembiring Pandia, mengatakan warga yang mengungsi merupakan seluruh penduduk Desa Kuta Tengah. Mereka dievakuasi ke Desa Sukatepu, Kecamatan Namanteran.
1. Meski di pengungsian, warga masih diperbolehkan ke kebun

Petani tetap beraktivitas di tengah intensitas erupsi Gunung Api Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Kamis (3/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo) Gelora mengatakan seluruh warga Desa Kuta Tengah telah berada di tempat pengungsian. Meski demikian, pada siang hari sebagian warga masih diperbolehkan pergi ke ladang.
"Ini seluruh warga. Seluruh warga sudah di sini. Cuman kalau siang gini kan sebagian ke ladang. Cuman kalau malam sebagian kan menjaga rumah dan ternak,” kata Gelora.
Menurut Gelorasimiring, kebutuhan warga selama berada di pengungsian juga telah disiapkan sesuai prosedur penanganan pengungsi.
"Sesuai dengan SOP penanganan pengungsi semua sudah disediakan."
2. Fasilitas pengungsian disebut sudah disiapkan

Anak-anak penyinta erups Gunung Api Sinabung bermain bersama polisi di pengungsian Desa Sukatepu, Kecamatan Namanteran, Kamis (3/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo) BPBD Karo menyebut seluruh kebutuhan pengungsi telah diupayakan sesuai dengan standar operasional penanganan pengungsi. Pemerintah daerah juga mengklaim telah memaksimalkan potensi yang tersedia untuk menangani warga terdampak.
"Semua sudah full kita buat, kita maksimalkan semua potensi yang ada,” ungkapnya.
Hingga saat ini, evakuasi yang telah dilakukan baru mencakup warga Desa Kuta Tengah.
2. Evakuasi Desa Payung ditunda karena kondisi fluktuatif

Erupsi Gunung Sinabung terpantau dari Desa Kutarayat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, sekitar pukul 00.43 WIB, Kamis (3/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo) Berbeda dengan Kuta Tengah, warga Desa Payung yang sebelumnya direncanakan untuk dievakuasi belum dipindahkan ke lokasi pengungsian.
Gelora menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi aktivitas gunung yang dinilai masih fluktuatif. Selain itu, radius enam kilometer yang menjadi perhatian tidak mencakup seluruh wilayah desa.
"Yang pertama, itu kalau kita lihat kan ini fluktuatif. Jadi ada penurunan, jadi radius 6 kilometer itu sebetulnya kan tidak semua desa itu, sebagian. Jadi akhirnya berembuk dengan warga untuk mereka kita tunda, namun kita buat posko di sana, Pak. Untuk waspadanya."
Dengan demikian, untuk sementara warga Desa Payung belum dievakuasi. Pemerintah daerah tetap menyiapkan posko di wilayah tersebut sebagai langkah kesiapsiagaan apabila kondisi kembali meningkat.
![[FOTO] Sinabung Masih Mengeluarkan Asap, Masyarakat Tetap Waspada](https://image.idntimes.com/post/20260902/sin_1_f9892b88-7bd1-48d5-a7ff-3600a86df036_watermarked_idntimes-2.jpg)


















