Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

KPPG Medan Usulkan Sanksi SPPG Usai 20 Siswa SMAN 1 Pakam Sakit Perut

Kota Medan
KPPG Medan Usulkan Sanksi SPPG Usai 20 Siswa SMAN 1 Pakam Sakit Perut
Menu MBG pada hari Senin 1 September 2026 untuk SMA Negeri 1 Lubuk Pakam Deli Serdang (dok.SMAN 1 Lubukpakam)
  • KPPG Medan mengusulkan sanksi kepada SPPG Deli Serdang Lubuk Pakam I II 3 setelah 20 siswa SMAN 1 Lubuk Pakam mengeluh sakit perut usai mengonsumsi MBG.
  • Puskesmas dan dokter memeriksa siswa pada 2 September 2026; seluruhnya dinyatakan baik, aman, dan tidak mengalami kondisi serius setelah mendapat penanganan rawat jalan.
  • Uji laboratorium terhadap ayam gulai, tempe, dan sayur tidak menemukan E. coli maupun formalin sesuai parameter; SPPG meminta maaf, menanggung biaya pengobatan, dan melakukan evaluasi internal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Deli Serdang, IDN Times – Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan mengusulkan pemberian sanksi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Deli Serdang Lubuk Pakam I II 3, buntut puluhan siswa SMA Negeri 1 Lubuk Pakam mengeluh sakit perut setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Sub Bagian Tata Usaha KPPG Sumatra Utara, Erdianta, membenarkan pengajuan sanksi tersebut. "SPPG tersebut nantinya akan diberikan sanksi," kata Erdianta pada IDN Times, Kamis (4/9/2026).

Erdianta mengatakan, KPPG Medan sudah mengajukan permohonan sanksi ke Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional terkait kelalaian SPPG tersebut.

  1. 1. Hasil pemeriksaan dinyatakan siswa dalam keadaan baik

    IMG_20260903_105622.jpg
    Menu MBG pada hari Senin 31 Agustus 2026 untuk SMA Negeri 1 Lubuk Pakam Deli Serdang

    Dia menjelaskan kejadian perut mules terjadi pada Senin (31/8/2026) malam, sehari setelah siswa mengonsumsi MBG. Kemudian, laporan masuk ke SPPG pada Selasa (1/9/2026) kemarin.

    "Pada hari Rabu 02 September 2026 pukul 07.00 WIB Kepala SPPG, Asisten Lapangan telah ditangani secara cepat oleh pihak SPPG dengan langsung mendatangi sekolah dengan membawa pihak Puskesmas dan Dokter untuk menangani seluruh siswa," katanya.

    Dia menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan puskesmas dan dokter, seluruh siswa yang mengeluh sakit perut dinyatakan dalam keadaan baik dan aman. Para siswa yang saat itu sudah mendapatkan penanganan berupa rawat jalan ke klinik juga dinilai tidak memiliki kondisi serius.

    Lanjutnya, pihak SPPG Deli Serdang Lubuk Pakam I II 3 bersama dokter dan puskesmas telah melakukan pengecekan kesehatan siswa di SMAN 1 Lubuk Pakam pada Rabu (2/9/2026) kemarin.

    "Hasilnya, dokter dan puskesmas mengatakan bahwasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena cukup diberi obat saja dan semua siswa dalam keadaan baik dan aman," terangnya.

  2. 2. Hasil uji laboratorium negatif e.coli dan formalin

    IMG_20260903_105640.jpg
    Menu MBG pada hari Senin 1 September 2026 untuk SMA Negeri 1 Lubuk Pakam Deli Serdang

    Lanjutnya, untuk memastikan penyebab kejadian, SPPG bersama Dinas Kesehatan Deli Serdang mengambil sampel makanan MBG untuk diuji ke laboratorium.

    Dia menjelaskan, hasil uji dari UPT Laboratorium Kesehatan Masyarakat Tingkat 2 Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang tertanggal 02 September 2026 menunjukkan hasil negatif.

    1. Sampel Ayam Gulai: Tidak ditemukan E.coli dan Formalin.

    2. Sampel Tempe Karage Pedas Daun Jeruk: Tidak ditemukan E.coli.

    3. Sampel Sayur Boilet Baby Jipang: Tidak ditemukan E.coli.

    "Kesimpulan hasil uji dari sampel di atas memenuhi syarat sesuai parameter yang diuji," jelasnya.

  3. 3. Kronologi dan tindak lanjut

    IMG_20260903_105622.jpg
    Menu MBG pada hari Senin 31 Agustus 2026 untuk SMA Negeri 1 Lubuk Pakam Deli Serdang

    Berdasarkan laporan SPPG, MBG dengan menu nasi putih, ayam gulai, tempe karage pedas, sayur boilet, dan buah semangka didistribusikan ke SMAN 1 Lubuk Pakam pada Senin (1/9/2026) pukul 08.32 WIB. Keluhan siswa mulai diterima tim distribusi pada pukul 12.29 WIB.

    Menurutnya, SPPG mengaku telah meminta maaf kepada pihak sekolah dan bertanggung jawab atas biaya pengobatan di klinik. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi internal.

    "Sehubungan dengan hal tersebut maka dengan ini dimohon untuk memberikan dan mempertimbangkan sanksi atas kelalaian SPPG tersebut," pungkasnya.

    Pihak KPPG Medan menegaskan akan terus berkoordinasi dengan sekolah terkait perkembangan kesehatan siswa dan memastikan standar keamanan pangan MBG tetap dijaga.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More