MBG Makan Korban Lagi, 159 Pelajar di Sidikalang Diduga Keracunan

- 159 pelajar di Sidikalang diduga keracunan setelah mengonsumsi MBG
- 58 orang masih dirawat di RS, SPPG ditutup sementara
- Dugaan keracunan MBG mencapai 16 ribu orang pada 2025, dengan 50 kali kejadian keracunan makanan pada Januari 2026
Medan, IDN Times – Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, MBG memakan korban di Kabupaten Dairi Sumatra Utara, Senin (10/1/2026).
Informasi yang dihimpun, ada 159 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Sidikalang diduga keracunan MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu.
Kepala Badan Gini Nasional (BGN) Regional Sumatera Utara (Sumut) Tengku Agung Kurniawan mengonfirmasi dugaan keracunan itu.
“Kami turut prihatin atas kejadian yang ada di Sidikalang, Dairi,” ujar Agung kepada IDN Times, Rabu (11/2/2026).
1. Para pelajar merasakan mual 12 jam setelah mengonsumsi MBG

Agung menjelaskan, para pelajar mengonsumsi MBG yang didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3 Sidikalang, sekitar pukul 10.00 WIB – 11.00 WIB. Saat itu kondisi MBG berjalan normal. Kabar dugaan keracunan itu mencuat pada Senin malam.
“Malam sudah mengalami gangguan pencernaan. Gejala awal dirasakan pada 23.00 WIB,” ujar Agung.
2. Masih ada 58 orang dirawat di RS, SPPG sudah ditutup sementara

Puncak dugaan keracunan itu terjadi pada Selasa (10/2/2026). Para pelajar harus dilarikan ke sejumlah tempat layanan kesehatan sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka dirawat di Puskesmas dan Rumah Sakit.
Dari total 159 pelajar, Agung mendapat kabar, tinggal 58 orang lagi yang masih menjalani perawatan. “Perawatan dipusatkan di RSUD Sidikalang,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak BGN Sumut sudah mengambil langkah menutup SPPG 3 Sidikalang sampai waktu yang belum ditentukan.
“Kami masih menunggu uji Laboratorium. Hasilanya akan kami sampaikan,” ujar lulusan Universitas Pertahanan itu.
Dugaan keracunan juga dikabarkan terjadi di SMK Arina Sidikalang. Sekitar 50-an pelajar di sana diduga mengalami keracunan pada Selasa (10/2/2026). Mereka mengonsumsi MBG dari SPPG Sidikalang 3 yang juga mendistribusikan MBG ke SMK Swasta HKBP Sidikalang. Ihwal kabar ini, Agung mengaku belum mengetahuinya.
3. Dugaan keracunan MBG tembus 16 ribu orang pada 2025

Soal dugaan keracunan MBG terus menjadi isu hangat. Bahkan program itu terus dihujani kritik dari berbagai pihak. Jamak yang mengatakan, program yang menghabiskan dana Rp1 Triliun lebih per hari itu hanya membuang-buang anggaran.
Data yang dihimpun dari laman Databoks, menunjukkan korban korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Indonesia mencapai 16.109 orang per 31 Oktober 2025. Data ini dihimpun dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI). Jumlah tersebut tersebar di 26 provinsi, dengan Provinsi Jawa Barat menjadi yang terbanyak hingga 4.955 korban atau 30,8 persen dari total korban.
Sumut sendiri dalam periode itu, bertengger di posisi 16 dengan jumlah 99 korban. SMK HKBP Sidikalang menjadi kasus pertama di Sumut pada 2026.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan akan menargetkan zero accident program Makan Bergizi Gratis seiring terus bertambahnya operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dadan mengungkapkan, sepanjang Januari 2026 tercatat sekitar 50 kali kejadian keracunan makanan. Namun angka tersebut dinilai jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, kasus kejadiannya selama Januari ini sekitar 50 kali. Itu jauh lebih kecil dibandingkan Oktober atau September, padahal jumlah SPPG meningkat tajam,” kata Dadan di Balai Kota, Senin (10/2/2026).


















