Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Danantara Resmikan 6 Proyek di 13 Lokasi, Inalum Perkuat Hilirisasi

Proyek hilirisasi Danantara Indonesia (dok.Inalum)
Proyek hilirisasi Danantara Indonesia (dok.Inalum)
Intinya sih...
  • Fokus penguatan sektor riil
  • Nilai tambah mineral meningkat hingga 70 kali lipat
  • Peningkatan daya saing industri manufaktur dalam negeri
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times- BPI Danantara Indonesia secara serentak meresmikan enam proyek hilirisasi Fase I di 13 lokasi di Indonesia dengan total nilai investasi mencapai US$7 miliar. Salah satu proyek strategis yang menjadi sorotan adalah pengembangan rantai hilirisasi bauksit alumina aluminium yang dijalankan MIND ID bersama Inalum dan Antam di Mempawah, Kalimantan Barat.

Proyek ini menegaskan peran Inalum sebagai tulang punggung industri aluminium nasional, sekaligus memperkuat agenda hilirisasi mineral untuk mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan daya saing industri manufaktur dalam negeri. Secara keseluruhan, enam proyek hilirisasi tersebut diperkirakan menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung dan menjadi bagian penting transformasi ekonomi nasional berbasis nilai tambah.

1. Fokus penguatan sektor riil

Proyek hilirisasi Danantara Indonesia (dok.Inalum)
Proyek hilirisasi Danantara Indonesia (dok.Inalum)

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan agenda prioritas Presiden Republik Indonesia dan menjadi fokus utama Danantara Indonesia dalam mendorong penguatan sektor riil.

“Tahap awal proyek ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional, baik melalui penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja. Hilirisasi akan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ujar Rosan.

2. Nilai tambah mineral meningkat hingga 70 kali lipat

Proyek hilirisasi Danantara Indonesia diresmikan (dok.Inalum)
Proyek hilirisasi Danantara Indonesia diresmikan (dok.Inalum)

Di Mempawah, MIND ID bersama Inalum dan Antam meresmikan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit terintegrasi yang mencakup pembangunan smelter aluminium baru berkapasitas 600.000 metrik ton per tahun serta Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II dengan kapasitas 1 juta metrik ton alumina per tahun.

Fasilitas ini dirancang untuk memperkuat ketahanan mineral nasional, memastikan pasokan bahan baku industri dari dalam negeri, serta mempercepat integrasi rantai nilai aluminium nasional dari hulu ke hilir.

Melalui proyek ini, nilai tambah mineral meningkat hingga 70 kali lipat, dari harga bauksit mentah sekitar US$40 per metrik ton, menjadi US$400 per metrik ton saat diolah menjadi alumina, dan melonjak hingga US$2.800–US$3.000 per metrik ton setelah diproses menjadi aluminium.

3. Indonesia mengurangi ketergantungan impor aluminium

Proyek hilirisasi Danantara Indonesia (dok.Inalum)
Proyek hilirisasi Danantara Indonesia (dok.Inalum)

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyebut kehadiran proyek ini sebagai tonggak penting bagi penguatan industri aluminium nasional.

“Dengan beroperasinya smelter aluminium baru, Indonesia semakin mampu mengurangi ketergantungan impor aluminium. Proyek ini diproyeksikan meningkatkan cadangan devisa hingga 394 persen, dari Rp11 triliun menjadi sekitar Rp52 triliun per tahun,” kata Maroef.

Ia menambahkan, kepastian pasokan bahan baku dalam negeri juga akan memberikan kepastian usaha bagi industri manufaktur nasional.

“Ini adalah kontribusi nyata Grup MIND ID, termasuk Inalum, dalam menciptakan nilai tambah, memperkuat kedaulatan mineral, dan membangun fondasi peradaban industri masa depan Indonesia,” tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Rp7 Triliun Lari ke Luar Negeri, Bobby Tantang RS Sumut Berbenah

10 Feb 2026, 16:10 WIBNews