Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Massa Copot Lambang Garuda dan Merah Putih di Pendopo Gubernur Aceh
Lambang Garuda yang ada di Pendopo Gubernur Aceh dicopot massa aksi. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
  • Massa dari aksi peringatan 21 tahun perdamaian RI-GAM bergerak ke Pendopo Gubernur Aceh, mencopot Merah Putih dan lambang Garuda, lalu mengibarkan bendera Bulan Bintang.
  • Setelah aksi di pendopo, massa menuju Gedung DPRA dan merusak sejumlah bendera di pinggir jalan, termasuk yang terpasang di depan rumah warga serta pertokoan.
  • Kericuhan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman menyebabkan sedikitnya satu sepeda motor dibakar dan sekitar empat mobil rusak, terutama pada bagian kaca.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banda Aceh, IDN Times - Massa yang sebelumnya mengikuti aksi peringatan 21 tahun perdamaian Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, bergerak menuju Pendopo Gubernur Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Di lokasi tersebut, massa melepas bendera Merah Putih dan menggantinya dengan bendera Bulan Bintang. Mereka juga melepaskan lambang Garuda yang terpasang di bagian depan Pendopo Gubernur Aceh.

Pantauan IDN Times, massa yang sebelumnya memusatkan kegiatan di halaman Masjid Raya Baiturrahman mulai terpecah. Sebagian tetap berada di kawasan masjid, sementara kelompok lainnya bergerak menuju Pendopo Gubernur Aceh.


1. Turunkan Merah Putih dan Copot Lambang Negara, Kibarkan Bulan Bintang

Lambang Garuda yang ada di Pendopo Gubernur Aceh dicopot massa aksi. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Setibanya di rumah dinas resmi Gubernur Aceh, massa masuk ke halaman pendopo. Mereka kemudian melepas bendera Merah Putih yang berkibar di lokasi tersebut. Bendera Merah Putih kemudian digantikan dengan bendera Bulan Bintang.

Tidak hanya itu, sejumlah massa naik ke bagian serambi depan pendopo dan melepaskan lambang Garuda yang terpasang di bangunan tersebut. Lambang negara itu kemudian dirusak oleh massa.

Setelah dari pendopo gubernur, massa kembali bergerak menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Dalam perjalanan dari pendopo menuju gedung parlemen Aceh tersebut, massa terlihat merusak sejumlah bendera yang terpasang di pinggir jalan.

Bendera yang terpasang di depan rumah warga maupun pertokoan juga menjadi sasaran. Aksi tersebut terjadi di tengah situasi yang memanas setelah kericuhan sebelumnya pecah di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.


2. Sejumlah kendaraan rusak dampak kerusuhan

Sebuah sepeda motor dibakar saat pecah kericuhan di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Kericuhan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman juga menyebabkan sejumlah kendaraan warga mengalami kerusakan.

Pantauan di lokasi, sedikitnya satu sepeda motor dibakar. Selain itu, sekitar empat unit mobil mengalami kerusakan, terutama pada bagian kaca.

Salah seorang pemilik mobil, Bahagia, warga Aceh Barat Daya, mengatakan datang ke Kota Banda Aceh untuk menjemput anaknya sekaligus mengikuti zikir dan doa di Masjid Raya Baiturrahman.

"Rencananya dari Abdya jemput anak sambil main-main. Mau zikir juga, makanya saya ajak anak dari pesantren untuk zikir," kata Bahagia.

Saat kericuhan terjadi, ia mengaku masih berada di dalam Masjid Raya Baiturrahman. Namun tiba-tiba kerusuhan terjadi sehingga tidak bisa memindahkan kendaraan.

Bahagia baru mengetahui mobilnya rusak setelah situasi mulai mereda. Kaca kendaraan tersebut pecah dan tidak dapat digunakan.

"Barusan. Setelah sudah nampak aman, kami datang ke mobil, tengok mobil sudah rusak semua. Kaca-kaca sudah tidak bisa lagi dipakai," katanya.

Ia berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap warga yang kendaraannya mengalami kerusakan.

"Kalau memang pemerintah ada perhatian untuk diganti, diperbaiki, begitu saja," ujarnya.


Curated For You

Editorial Team

Related Article