Pekanbaru, IDN Times - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Riau mengalami penganiayaan, yang dilakukan oleh sejumlah oknum polisi di Kota Pekanbaru. Dimana, peristiwa itu terjadi dalam waktu dan lokasi yang berbeda.
Seorang mahasiswa bernama Supriadi, yang juga merupakan Sekretaris PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Riau, menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 8-10 orang yang disebut anggota Intel kepolisian. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (5/7/2026) di daerah Jalan Bangau Sakti, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru.
Sebelum kejadian, Supriadi bersama rekannya menggelar kegiatan diskusi interaktif disebuah kafe di jalan tersebut. Diskusi itu mengangkat tema tentang 'Diatas Kertas dan Realitas: Represif Polri, Apakah Reformasi Polri Cacat?'.
Tema itu diangkat karena sebelumnya ada kejadian. Yang mana, saat mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di DPRD Provinsi Riau, mendapat tindakan represif dari anggota polisi, yakni berupa pukulan.
Dalam diskusi itu, panitia menghadirkan sejumlah narasumber. Mereka adalah Hazqon Fuadi seorang akademisi, Zulwisman seorang pakar hukum dan Yan Ardiansyah seorang praktisi hukum.
Diskusi tersebut, tidak luput dari pantauan anggota polisi. Bahkan, saat diskusi berjalan, terlihat seorang anggota polisi dari satuan Intel Polresta Pekanbaru bernama Agus.
Sekretaris PMII Kota Pekanbaru Gusti Pardamean mengatakan, setelah diskusi selesai pada sore hari, Supriadi bersama rekan-rekannya berpindah ke Kedai Sampuran yang masih berada di jalan tersebut. Tidak lama setelah tiba di kedai tersebut, datang sekitar 8-10 orang tak dikenal secara tiba-tiba dan langsung melakukan penyerangan terhadap Supriadi.
"8 sampai 10 orang tidak dikenal datang secara tiba-tiba dan langsung melakukan penyerangan serta pengeroyokan terhadap Supriadi. Para pelaku juga membawa senjata api (senpi)," ungkap Gusti kepada sejumlah awak media, Senin (6/7/2026).
Gusti menduga aksi tersebut bukan merupakan tindak kriminal biasa, melainkan berkaitan dengan meningkatnya ketegangan antara organisasi mahasiswa di Kota Pekanbaru dengan institusi kepolisian dalam beberapa hari terakhir.
Diketahui, Supriadi saat ini masih menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara akibat luka-luka yang dialaminya.
