Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatra Utara bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan Geografi Universitas Negeri Medan (HMJ Geografi UNIMED) menanam pohon di Desa Kwala Serapuh, Kabupaten Langkat, Sabtu (26/9/2026). (Dok: WALHI Sumut)
Bagi WALHI Sumatra Utara, penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya membangun keterlibatan generasi muda dalam persoalan lingkungan. Juru Kampanye WALHI Sumatra Utara, Maulana Shiddiq, mengatakan mahasiswa memiliki ruang untuk terlibat dalam isu keadilan ekologis melalui pendidikan maupun kegiatan di lapangan.
“Dari kegiatan bersama mahasiswa Geografi UNIMED ini, kita melihat bahwa kesadaran mengenai keadilan ekologis dapat dibangun sejak dini. Generasi muda, termasuk mahasiswa, memiliki ruang dan peran penting untuk terlibat dalam menjaga lingkungan serta memperjuangkan ruang hidup yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam diskusi kegiatan tersebut, Maulana juga mengajak peserta melihat kembali bencana ekologis yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra pada November 2025. Menurut dia, peristiwa tersebut memperlihatkan kerentanan masyarakat ketika kondisi lingkungan mengalami tekanan.
“Kita perlu merefleksikan kembali peristiwa November 2025 ketika bencana ekologis melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatera. Banyak korban jiwa dan warga kehilangan sumber mata pencaharian. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi lingkungan hidup kita semakin rentan dan membutuhkan upaya pemulihan yang serius,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Nipah Desa Kwala Serapuh, Samsir, mengatakan masyarakat pesisir merasakan sejumlah persoalan ekologis, terutama abrasi dan perubahan fungsi kawasan hutan menjadi perkebunan.
“Kegiatan yang dilakukan di Desa Kwala Serapuh merupakan langkah bersama untuk mencegah kerusakan ekosistem semakin meluas. Persoalan di wilayah pesisir tidak dapat dilepaskan dari perubahan fungsi kawasan hutan menjadi perkebunan. Dampaknya dapat dirasakan melalui meningkatnya abrasi di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Langkat,” ujarnya.