Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Dampak Motor Sering Parkir di Bawah Sinar Matahari

Kota Medan
4 min read
4 Dampak Motor Sering Parkir di Bawah Sinar Matahari
ilustrasi motor yang terparkir (pexels.com/Hugo Martínez)

  • Paparan sinar UV berulang membuat cat bodi motor cepat pudar dan kusam, sehingga tampilan serta nilai jual kendaraan dapat menurun.
  • Panas ekstrem dapat membuat jok sintetis mengelupas atau retak, sekaligus mengeraskan komponen karet seperti kabel, seal, dan selang hingga berisiko bocor.
  • Suhu tinggi berpotensi mempercepat kerusakan aki dan pelindung kabel atau sensor, yang dapat mengganggu starter, lampu, serta kestabilan sistem kelistrikan motor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Cuaca panas dan terik matahari bukan hanya membuat tubuh terasa gerah, tetapi juga bisa berdampak pada kondisi motor. Kebiasaan memarkir motor di bawah sinar matahari langsung memang sering dilakukan, terutama ketika tidak ada tempat teduh. Namun, jika terlalu sering, paparan panas dan sinar UV dapat membuat sejumlah komponen motor lebih cepat mengalami penurunan kualitas.

Dampaknya bukan cuma terlihat dari tampilan motor yang mulai kusam. Bagian jok, bodi, hingga beberapa komponen pendukung lainnya juga bisa ikut terdampak jika terus-menerus terpapar panas ekstrem.

Karena itu, penting untuk mengetahui berbagai dampak yang bisa terjadi pada motor akibat terlalu sering terkena sinar matahari langsung. Yuk, simak selengkapnya agar kamu bisa lebih menjaga kondisi motor!

  1. 1. Warna bodi motor cepat pudar

    illustrasi parkir motor (pexels.com/Jepret Pret)
    illustrasi parkir motor (pexels.com/Jepret Pret)

    Paparan sinar matahari yang konstan menyebabkan lapisan cat pada bodi motor memudar jauh lebih cepat dari seharusnya. Sinar ultraviolet (UV) menembus permukaan cat dan merusak struktur kimia di dalamnya, sehingga warna motor yang semula mengilap bisa berubah menjadi kusam. Ini paling sering terjadi pada motor yang sering terparkir di tempat terbuka dalam waktu lama, terutama saat siang hari.

    Selain mengganggu penampilan, bodi motor yang kusam juga membuat nilai jualnya menurun drastis. Pembeli cenderung menilai motor dari visual terlebih dahulu sebelum mengecek kondisi mesin. Warna cat yang pudar juga bisa menjadi indikasi bahwa pemilik motor sebelumnya kurang memperhatikan perawatan secara menyeluruh.

  2. 2. Jok motor mengelupas dan retak

    illustrasi motor (vecteezy.com/Panumas Nikhomkhai)
    illustrasi motor (vecteezy.com/Panumas Nikhomkhai)

    Panas matahari yang menyengat sangat mudah merusak material jok motor, terutama yang berbahan sintetis. Saat suhu permukaan jok naik drastis, lapisan luarnya bisa mulai mengelupas atau bahkan retak-retak, terutama pada motor yang tidak dilengkapi penutup jok. Kondisi ini membuat jok terasa tidak nyaman saat diduduki, apalagi jika permukaannya sudah keras dan tidak lentur lagi.

    Lebih dari sekadar estetika, jok yang rusak juga bisa menyebabkan kerusakan lanjutan seperti masuknya air saat hujan yang akhirnya membuat busa di dalamnya lembap dan berbau. Kalau dibiarkan, jamur bisa tumbuh dan menyebabkan iritasi pada kulit. Maka dari itu, penting untuk melindungi jok dengan cover tambahan atau parkir di tempat teduh saat memungkinkan.

  3. 3. Komponen karet bisa mengeras dan getas

    illustrasi mengendarai motor (unsplash.com/Yasen Iliev)
    illustrasi mengendarai motor (unsplash.com/Yasen Iliev)

    Kabel, karet seal, dan selang-selang yang ada di sekitar mesin dan rangka motor juga sangat rentan terhadap paparan panas ekstrem. Suhu tinggi dapat membuat material karet menjadi keras dan kehilangan elastisitasnya. Kalau dibiarkan terus-menerus, karet bisa mengeras, getas, lalu retak hingga bocor, terutama pada bagian penting seperti selang bahan bakar atau seal shockbreaker.

    Kerusakan pada komponen karet ini sering kali tidak langsung terlihat sampai akhirnya motor mengalami kebocoran atau performa suspensi menurun drastis. Biaya penggantiannya pun tidak murah, apalagi jika kerusakan menyebar ke bagian mesin. Menjaga agar motor tidak terlalu sering terpapar panas adalah salah satu langkah pencegahan yang bijak dan bisa menghemat biaya perawatan jangka panjang.

  4. 4. Aki dan sistem kelistrikan terganggu

    illustrasi sepeda motor (pexels.com/Abhishek sanga)
    illustrasi sepeda motor (pexels.com/Abhishek sanga)

    Panas ekstrem juga berdampak langsung pada aki motor dan komponen kelistrikan lainnya. Suhu tinggi bisa mempercepat penguapan cairan elektrolit dalam aki, membuat aki tekor atau bahkan rusak permanen. Motor yang mendadak sulit dinyalakan di pagi hari bisa jadi mengalami masalah pada aki akibat sering terpapar matahari.

    Selain aki, kabel dan sensor elektronik juga bisa mengalami kerusakan akibat pelelehan lapisan pelindungnya. Kalau sudah begitu, aliran listrik terganggu dan membuat fungsi kelistrikan motor jadi tidak stabil, seperti lampu yang meredup atau starter yang tidak berfungsi. Sistem kelistrikan yang rusak memerlukan pengecekan detail dan biaya servis yang tidak sedikit.

    Menjaga motor dari paparan sinar matahari langsung bukan cuma soal estetika, tapi juga soal ketahanan mesin dan komponen lainnya dalam jangka panjang. Lebih baik mencegah daripada harus mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan akibat kerusakan karena panas. Mulai sekarang, coba biasakan parkir motor di tempat teduh atau gunakan pelindung tambahan saat harus ditinggal lama di luar ruangan. Motor yang terawat dengan baik akan memberi performa yang lebih maksimal dan tentunya lebih awet.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More