Asap karhutla terlihat di kawasan Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
Selain menyiapkan koordinasi lintas instansi, Pemko Banda Aceh mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan menyusul memburuknya kualitas udara. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker.
Illiza mengatakan, kualitas udara di Banda Aceh meningkat dari kategori kuning menjadi oranye berdasarkan pemantauan pemerintah kota.
“Ya, memang kita sudah memantau kondisi udara kita. Saat ini kalau kemarin kita masih kuning, hari ini kita sudah di posisi oranye. Tentu oranye ini juga sudah menandakan kualitas udara kita sudah tidak sehat,” kata Illiza.
Ia meminta masyarakat, terutama kelompok rentan dan warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan seperti ISPA dan asma, mengurangi aktivitas di luar rumah. Warga juga diharapkan lebih banyak berada di dalam ruangan untuk mengurangi paparan polusi udara.
“Kita berharap masyarakat kita lebih banyak berada di dalam rumah. Kemudian, kalau beraktivitas di luar harus menggunakan masker. Kami akan terus memantau jika kondisi ini terus meningkat,” ujarnya.
Illiza mengatakan dampak memburuknya kualitas udara mulai dirasakan sejumlah anak yang mengalami gangguan pernapasan. Menurutnya, terdapat anak-anak yang penyakit asmanya kembali kambuh.
Untuk mengantisipasi kondisi yang lebih buruk, Pemko Banda Aceh berencana melibatkan sejumlah pihak dalam koordinasi penanganan, termasuk rumah sakit, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3).
“Nah, kita akan rapat setelah Jumat ini, kira-kira kesiapan kita di rumah sakit bagaimana. Tim-tim kita dari BPBD, dari DLHK, ini semuanya akan kita rapatkan dan nanti hasil rapat akan kita sampaikan kepada masyarakat,” kata Illiza.
Ia menyebutkan, apabila kualitas udara terus memburuk, Pemko Banda Aceh akan mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar secara tatap muka demi melindungi kesehatan siswa.
Hingga saat ini, Pemko Banda Aceh masih memantau perkembangan kualitas udara dan menyiapkan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.