Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kualitas Udara Tidak Sehat, Pemko Banda Aceh Gelar Rapat Darurat

Kota Medan
5 min read
Kualitas Udara Tidak Sehat, Pemko Banda Aceh Gelar Rapat Darurat
Asap karhutla terlihat di kawasan Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
  • Asap yang diduga dari karhutla menyelimuti Banda Aceh, mengaburkan sejumlah bangunan; AQI sempat 120–126 dan masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
  • Pemko Banda Aceh menggelar rapat darurat lintas OPD untuk menangani penurunan kualitas udara, termasuk kesiapan rumah sakit, BPBD, DLHK3, serta langkah perlindungan kesehatan.
  • Warga, terutama anak-anak dan penderita ISPA atau asma, diimbau membatasi aktivitas luar ruangan dan memakai masker; belajar dari rumah masih menjadi opsi yang dibahas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banda Aceh, IDN Times - Wilayah Kota Banda Aceh mulai diselimuti asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jumat (16/10/2026). Asap mulai mengaburkan pemandangan di sejumlah lokasi, meski belum terlihat mengganggu jarak pandang secara signifikan.

Pantauan IDN Times menunjukkan sejumlah bangunan dan objek di Banda Aceh tampak samar. Sejumlah warga juga terlihat mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah maupun berkendara.

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mulai mengambil langkah antisipasi dengan menggelar rapat darurat lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Pemerintah juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan polusi udara.


  1. 1. Asap mulai mengaburkan pemandangan di Banda Aceh

    WhatsApp Image 2026-10-16 at 16.21.25.jpeg
    Asap karhutla terlihat di kawasan Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

    Di kawasan Pasar Aceh, tepatnya di persimpangan Jalan Muhammad Jam dan Jalan KH Ahmad Dahlan, gugusan Gunung Seulawah yang biasanya terlihat dari lokasi tersebut tampak tertutup asap.

    Kondisi serupa terlihat dari Jembatan Pantee Perak. Gedung Bank Indonesia dan sejumlah bangunan di sekitarnya tampak samar. Pemandangan bangunan di kawasan Simpang Lima hingga Jalan Daud Beureueh juga terlihat berkabut.

    Lia, salah seorang pengendara, mengaku mengenakan masker untuk mengurangi paparan asap. Ia mengetahui informasi mengenai kondisi tersebut melalui media sosial.

    “Iya, sudah tahu (mulai ada asap) dari media sosial, makanya pakai masker supaya enggak kena asap saja,” kata Lia kepada IDN Times.

    Berdasarkan pemantauan IDN Times melalui aplikasi Windy.com, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Banda Aceh sempat berada pada kisaran 120–126 sekitar pukul 11.17 WIB. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif berdasarkan skala AQI yang digunakan.

    Namun, kategori dan dampak AQI perlu dicermati berdasarkan skala serta sumber data yang digunakan. Untuk memastikan tingkat risiko kesehatan masyarakat, diperlukan pula rujukan dari instansi pemantau kualitas udara yang berwenang.


  2. 2. Pemko Banda Aceh gelar rapat darurat

    WhatsApp Image 2026-10-16 at 16.21.26 (2).jpeg
    Asap karhutla terlihat di kawasan Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

    Pemko Banda Aceh menggelar rapat darurat bersama sejumlah OPD untuk menyikapi penurunan kualitas udara yang diduga dipengaruhi asap karhutla.

    Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan rapat koordinasi lintas instansi tersebut dijadwalkan berlangsung selepas salat Jumat. Pertemuan itu membahas langkah penanganan serta upaya mengurangi risiko kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.

    “Siang ini, habis Jumat kita akan rapat dengan OPD-OPD terkait untuk menyikapi persoalan ini,” kata Illiza.

    Ia menyampaikan, kualitas udara di Banda Aceh telah memasuki kategori oranye berdasarkan pemantauan pemerintah kota. Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama karena berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

    Illiza mengatakan pemerintah perlu segera menyampaikan peringatan kepada warga agar lebih waspada, khususnya anak-anak dan masyarakat yang memiliki riwayat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun gangguan pernapasan seperti asma.

    “Kita harus betul-betul memberikan peringatan kepada masyarakat untuk waspada, terutama mereka yang punya ISPA. Anak-anak yang punya bawaan sesak dan sebagainya, serta seluruh masyarakat kalau keluar rumah harus menggunakan masker,” ujarnya.

    Illiza mengaku tidak menyangka dampak kebakaran hutan dan lahan meluas hingga ke Banda Aceh. Karena itu, pemerintah perlu bergerak cepat menyampaikan informasi sekaligus mengurangi risiko kesehatan akibat paparan asap.

    “Kita kan memang tidak menyangka kebakaran hutan ini dampaknya sangat luas sampai dengan kota kita yang paling ujung. Tapi memang kondisi ini harus betul-betul kita sikapi dengan baik agar lebih cepat kita menginformasikan kepada masyarakat, kita lebih cepat juga mengurangi risiko dari dampak kebakaran hutan ini,” katanya.

    Dalam rapat tersebut, Pemko Banda Aceh juga membahas kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit, serta kemungkinan penerapan kebijakan belajar dari rumah bagi pelajar apabila kondisi kualitas udara mengharuskan langkah tersebut.

    Hingga keterangan itu disampaikan, belum ada keputusan mengenai penerapan belajar dari rumah. Pemko masih akan membahas langkah yang diperlukan berdasarkan perkembangan kondisi udara dan kebutuhan perlindungan kesehatan masyarakat.


  3. 3. Warga diimbau membatasi aktivitas di luar rumah

    WhatsApp Image 2026-10-16 at 16.21.26 (1).jpeg
    Asap karhutla terlihat di kawasan Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

    Selain menyiapkan koordinasi lintas instansi, Pemko Banda Aceh mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan menyusul memburuknya kualitas udara. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker.

    Illiza mengatakan, kualitas udara di Banda Aceh meningkat dari kategori kuning menjadi oranye berdasarkan pemantauan pemerintah kota.

    “Ya, memang kita sudah memantau kondisi udara kita. Saat ini kalau kemarin kita masih kuning, hari ini kita sudah di posisi oranye. Tentu oranye ini juga sudah menandakan kualitas udara kita sudah tidak sehat,” kata Illiza.

    Ia meminta masyarakat, terutama kelompok rentan dan warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan seperti ISPA dan asma, mengurangi aktivitas di luar rumah. Warga juga diharapkan lebih banyak berada di dalam ruangan untuk mengurangi paparan polusi udara.

    “Kita berharap masyarakat kita lebih banyak berada di dalam rumah. Kemudian, kalau beraktivitas di luar harus menggunakan masker. Kami akan terus memantau jika kondisi ini terus meningkat,” ujarnya.

    Illiza mengatakan dampak memburuknya kualitas udara mulai dirasakan sejumlah anak yang mengalami gangguan pernapasan. Menurutnya, terdapat anak-anak yang penyakit asmanya kembali kambuh.

    Untuk mengantisipasi kondisi yang lebih buruk, Pemko Banda Aceh berencana melibatkan sejumlah pihak dalam koordinasi penanganan, termasuk rumah sakit, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3).

    “Nah, kita akan rapat setelah Jumat ini, kira-kira kesiapan kita di rumah sakit bagaimana. Tim-tim kita dari BPBD, dari DLHK, ini semuanya akan kita rapatkan dan nanti hasil rapat akan kita sampaikan kepada masyarakat,” kata Illiza.

    Ia menyebutkan, apabila kualitas udara terus memburuk, Pemko Banda Aceh akan mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar secara tatap muka demi melindungi kesehatan siswa.

    Hingga saat ini, Pemko Banda Aceh masih memantau perkembangan kualitas udara dan menyiapkan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More