Kabut Asap Menerpa, Begini Cara Aman Berkendara Motor

Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatra Utara, termasuk Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Rabu, 14 Oktober 2026 hingga saat ini menjadi perhatian terhadap keselamatan masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor. Di wilayah Kotanopan, jarak pandang dilaporkan berkurang hingga sekitar 500 meter akibat pekatnya kabut asap, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di jalan raya.
Bagi masyarakat yang mengandalkan sepeda motor untuk menunjang mobilitas sehari-hari, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Selain membatasi jarak pandang, kabut asap juga berpotensi mengganggu pernapasan dan meningkatkan risiko saat berkendara.
Melihat kondisi tersebut, PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di Sumatra Utara mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan mengutamakan keselamatan dengan menerapkan prinsip #cari_aman selama perjalanan.
Wan Muhammad Fahreza, Instruktur Safety Riding PT Indako Trading Coy, mengingatkan bahwa pengendara perlu menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi lingkungan dan tidak memaksakan diri ketika jarak pandang mulai terbatas.
“Dalam kondisi kabut asap, pengendara perlu mengurangi kecepatan, menyalakan lampu utama, dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Hindari mendahului jika pandangan terbatas. Jika asap terlalu pekat hingga jalan sulit terlihat atau pernapasan mulai terganggu, sebaiknya hentikan perjalanan sementara di tempat yang aman,” ujar Fahreza.
Untuk membantu masyarakat tetap aman saat berkendara di tengah kabut asap, berikut tujuh tips yang dapat diterapkan:

1. Gunakan perlengkapan berkendara yang sesuai
Kenakan helm berstandar SNI dengan visor bening, jaket, sarung tangan, dan sepatu. Respirator seperti N95 yang terpasang rapat juga dapat membantu mengurangi paparan partikel asap.
2. Kurangi kecepatan
Berkendaralah lebih pelan dari biasanya dan sesuaikan kecepatan dengan jarak pandang serta kondisi jalan. Hindari pengereman mendadak agar sepeda motor tetap terkendali.
3. Nyalakan lampu utama
Pastikan lampu utama berfungsi baik agar keberadaan sepeda motor lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. Hindari penggunaan lampu jauh yang dapat mengganggu pandangan.
4. Jaga jarak aman
Berikan jarak lebih jauh dari kendaraan di depan agar tersedia waktu untuk bereaksi ketika terjadi situasi mendadak. Jangan mengikuti kendaraan lain terlalu dekat karena objek di depan mungkin sulit terlihat.
5. Hindari mendahului kendaraan
Jangan memaksakan diri menyalip saat jarak pandang terbatas. Tetap di jalur, perhatikan marka jalan, dan hindari manuver mendadak yang berisiko.
6. Berhenti jika jarak pandang terlalu buruk
Jika jalan sulit terlihat, asap semakin pekat, atau mata dan pernapasan mulai terganggu, tunda perjalanan. Menepilah ke tempat aman yang jauh dari arus lalu lintas, bukan berhenti mendadak di badan jalan.
7. Periksa kondisi sepeda motor
Pastikan rem, ban, lampu utama, lampu belakang, dan klakson berfungsi dengan baik. Rencanakan rute perjalanan serta pantau informasi kualitas udara sebelum berangkat.
Dengan memperhatikan kondisi kabut asap, pengendara diharapkan dapat menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak pandang, serta menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai untuk tetap Cari Aman di setiap perjalanan.


















