Ada Pawai Budaya, Ini Rundown Acara Penutupan Baru Bara Bertanjak

Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII akan ditutup pada 16 Oktober 2026 di Lapangan Hijau Lima Laras setelah berlangsung sejak 10 Oktober dengan berbagai perlombaan budaya.
Agenda penutupan mencakup final Battle Coffee, pawai budaya dari Lapangan Labuhan Ruku, salat bersama, serta seremoni resmi pada sore hari.
Malam penutupan menampilkan pesta rakyat, video perjalanan acara, tari kolosal, jingle, hiburan Lembah Begantong dan seniman lokal, lalu pesta kembang api sebelum berakhir pukul 23.35 WIB.
Medan, IDN Times - Setelah sepekan digelar, Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026 akan resmi ditutup pada Jumat, 16 Oktober 2026. Panitia menyiapkan rangkaian acara penutupan yang meriah, mulai dari pawai budaya, final Battle Coffee, hingga pesta rakyat dan kembang api.
Adapun, agenda penutupan akan dipusatkan di Lapangan Hijau Lima Laras, Batu Bara.
1. Akan ada Final Lomba Open Coffe Tanah Bertuah atau Battle Coffee yang dinantikan pengunjung

Proses penyeduhan kopi robusta dengan mengguyur serbuk kopi dalam cangkir menggunakan air panas. (IDN Times/Fariz Fardianto) Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi. Pada pukul 09.00-12.00 WIB, panitia melakukan clearing area dan pengecekan teknis venue, sound system, pencahayaan, serta dekorasi. Bersamaan dengan itu, pada pukul 09.00-15.00 WIB digelar Final Lomba Open Coffe Tanah Bertuah atau Battle Coffee yang dinantikan pengunjung.
Siang harinya, seluruh panitia, peserta, dan tamu undangan akan melaksanakan Sholat Jumat bersama di Masjid Nurul Hasanah pada pukul 12.00-14.00 WIB.
Puncak kemeriahan dimulai sore hari dengan pawai budaya. Peserta pawai akan berkumpul di Lapangan Labuhan Ruku pada pukul 14.00-14.30 WIB, kemudian diberangkatkan menuju Lapangan Hijau Lima Laras pada pukul 14.30-15.30 WIB. Rombongan pawai dijadwalkan tiba dan melaksanakan Sholat Ashar bersama di lokasi penutupan pada pukul 15.30-16.30 WIB.
Memasuki acara inti, Closing Ceremony Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII akan berlangsung pada pukul 16.30-18.00 WIB. Acara akan dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan sambutan penutupan resmi dari pejabat yang diundang.
Setelah jeda Sholat Maghrib dan Isya, malam penutupan akan dilanjutkan dengan Pesta Rakyat pada pukul 20.00-20.30 WIB.
2. Dilanjutkan dengan penampilan Tari Kolosal dan pemutaran Lagu Jingle Batu Bara Bertanjak

Pertunjukan tari kolosal di HUT ke-17 Gema Desa, di Stasion Manahan, Solo. (IDN Times/Larasati Rey) Panitia juga menyiapkan tayangan nostalgia berupa pemutaran Video Perjalanan Batu Bara Bertanjak Jilid I hingga VI pada pukul 20.30-20.40 WIB, dilanjutkan dengan penampilan Tari Kolosal dan pemutaran Lagu Jingle Batu Bara Bertanjak.
Panggung hiburan akan semakin meriah dengan penampilan spesial dari Lembah Begantong pada pukul 21.00-22.00 WIB, serta penampilan seniman lokal Batu Bara Alfin Habib dan sejumlah pelantun lokal lainnya hingga pukul 23.10 WIB.
3. Ditutup dengan penampilan Lebah Begantong

Lebah Begantong (Istimewa/IDN Times) Sebagai penutup, pesta kembang api akan digelar pada pukul 23.10-23.25 WIB dengan melibatkan Lembah Begantong, N Albi Batu Bara, dan pelantun lokal, sebelum acara resmi ditutup pada pukul 23.35 WIB.
Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII sendiri telah berlangsung sejak 10 Oktober 2026 dengan berbagai lomba, seperti lomba videografi, fotografi, fashion show busana patut Melayu, lomba mewarnai, lomba vocal solo Melayu, lomba tari, seminar budaya dan pariwisata, hingga Lomba Nasi Bejombo dan Battle Coffee.
Panitia mengimbau masyarakat untuk hadir dan memeriahkan puncak acara penutupan besok.



















