Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Asap Karhutla Berpotensi Capai Banda Aceh, BMKG Pantau Arah Angin

Kota Medan
4 min read
Asap Karhutla Berpotensi Capai Banda Aceh, BMKG Pantau Arah Angin
Suasana Kota Medan yang mulai diselimuti kabut asap, Rabu (14/10/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)
  • BMKG memprakirakan asap karhutla berpotensi menyebar ke Aceh tengah, timur-tenggara, dan selatan, bahkan menuju Banda Aceh serta Aceh Besar mengikuti arah angin barat laut.
  • Meski potensi asap dipantau, BMKG tidak mendeteksi titik panas di Aceh pada 13 Oktober 2026 melalui sensor satelit. Warga terdampak diminta mengurangi aktivitas luar ruang dan memakai masker.
  • BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di banyak wilayah Aceh pada 14-16 Oktober, dengan cuaca serupa berpeluang berlanjut hingga 20 Oktober 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banda Aceh, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan potensi sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki sejumlah wilayah di Aceh. Sebaran asap diprakirakan berpotensi mencapai sebagian besar wilayah Aceh bagian tengah, timur-tenggara, dan selatan.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Faqih Musyaffa, mengatakan berdasarkan pembaruan terkini, wilayah yang berpotensi terdampak sebaran asap meliputi Aceh Singkil, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Langsa.

“Berdasarkan update terkini, terpantau adanya potensi sebaran asap karhutla memasuki wilayah Aceh di sebagian besar wilayah Aceh bagian tengah, timur-tenggara, dan selatan,” kata Faqih, saat dikonfirmasi IDN Times, Rabu (14/10/2026).


  1. 1. Asap berpotensi bergerak hingga Banda Aceh

    Seekor monyet jenis makaka sedang mencari minum di tengah kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut, di Palangka
    Seekor monyet jenis makaka sedang mencari minum di tengah kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (10/10/2026). (AFP/Reina)

    Faqih menjelaskan, berdasarkan peta prakiraan angin lapisan 3.000 kaki dan analisis streamline pada lapisan 925 hPa, arah angin pada Rabu, diprakirakan bergerak menuju barat laut.

    Pergerakan angin tersebut melintasi sebagian besar wilayah Aceh, termasuk Banda Aceh dan Aceh Besar. Meski demikian, pertumbuhan awan konvektif pada siang hingga sore hari diprakirakan dapat menutupi kondisi asap dengan awan hujan.

    “Melihat dari peta prakiraan angin lapisan 3.000 feet dan 925 hPa streamline analysis pada hari ini, diprakirakan arah angin bergerak menuju ke barat laut melintasi sebagian besar wilayah Aceh termasuk Banda Aceh dan Aceh Besar,” ujar Faqih.

    “Namun, melihat adanya pertumbuhan awan konvektif di siang-sore hari ini, sepertinya kondisi asap tertutupi oleh awan hujan,” imbuhnya.

    BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak kabut atau asap untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika udara berkabut atau jarak pandang menurun. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk perlindungan diri.


  2. 2. BMKG tidak mendeteksi titik panas di Aceh

    Seorang pria menggunakan sebatang kayu dalam upaya memadamkan kebakaran lahan di kawasan Bukit Batu, Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tenga
    Seorang pria menggunakan sebatang kayu dalam upaya memadamkan kebakaran lahan di kawasan Bukit Batu, Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu, (3/10/2026). (AFP/Reina)

    Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh per 14 Oktober 2026, pemantauan menggunakan sensor MODIS pada satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP serta NOAA-20/VIIRS tidak menemukan titik panas (hotspot) di wilayah Aceh pada 13 Oktober 2026, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.

    Meski tidak terdeteksi titik panas pada periode pemantauan tersebut, potensi sebaran asap tetap menjadi perhatian BMKG berdasarkan pembaruan informasi yang disampaikan.


  3. 3. Sejumlah wilayah Aceh berpotensi diguyur hujan hingga 16 Oktober

    Ilustrasi Hujan Deras.
    Ilustrasi Hujan Deras. (IDN Times/Anjani Asra)

    BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 14-16 Oktober 2026. Adanya daerah belokan angin dan konvergensi mendukung aktivitas konvektif di wilayah Aceh.

    Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera dan perairan timur Aceh berpotensi menambah kandungan uap air di atmosfer dan berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan.

    Pada 14 Oktober 2026, hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Selatan, dan Kabupaten Aceh Singkil.

    Lalu Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kota Subulussalam.

    Pada 15 Oktober 2026, potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang diprakirakan terjadi di Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya, dan Subulussalam.

    Sementara itu, pada 16 Oktober 2026, potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang diprakirakan terjadi di Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Gayo Lues, dan Kabupaten Pidie.

    Untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang, BMKG mencatat tidak ada wilayah yang masuk kategori tersebut pada 14 dan 16 Oktober 2026. 

    Namun, pada 15 Oktober 2026, potensi itu diprakirakan terjadi di Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Gayo Lues, dan Kabupaten Pidie.

    Secara umum, sebagian besar wilayah Aceh berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang, terutama di bagian utara dan barat laut. Adapun hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Aceh hingga 20 Oktober 2026.

    BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari akibat pemanasan intensif pada siang hari.

    Masyarakat juga diimbau berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika berkendara dalam cuaca buruk. Selain itu, masyarakat diminta menghindari area sumber air, seperti danau, sungai, dan waduk, ketika hujan berintensitas tinggi atau berlangsung dalam durasi lama.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More