Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pengusaha Angkutan Tuntut Kesetaraan Usaha dan Kepastian Regulasi

Kota Medan
3 min read
Pengusaha Angkutan Tuntut Kesetaraan Usaha dan Kepastian Regulasi
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ORGANDA petahana, Adrianto Djokosoetono (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)
  • ORGANDA dalam Munas XVII di Batam menuntut kepastian regulasi, persaingan usaha setara, dan penegakan hukum konsisten di tengah transformasi digital transportasi.
  • Pelaku angkutan konvensional menilai kewajiban perizinan, biaya operasional, dan standar keselamatan harus diterapkan adil kepada seluruh penyedia layanan, didukung harmonisasi aturan pusat-daerah.
  • ORGANDA menyoroti biaya operasional, distribusi BBM bersubsidi, tarif tidak sehat, serta ODOL; pembenahan harus melibatkan pemerintah, industri, pemilik barang, pengemudi, dan operator dengan keselamatan sebagai prioritas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Batam, IDN Times - Pengusaha angkutan jalan menuntut kepastian regulasi, persaingan usaha yang setara, serta penegakan hukum yang konsisten di tengah perubahan industri transportasi. Mereka menilai, transformasi digital dan munculnya berbagai model bisnis baru perlu diimbangi dengan aturan yang adil agar tidak menimbulkan ketimpangan beban usaha sekaligus tetap menjamin keselamatan masyarakat.

Tuntutan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVII Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (ORGANDA) yang berlangsung di Hotel Grand Mercure Batam Centre, Kota Batam, Kepulauan Riau. Forum ini menjadi ajang konsolidasi pelaku usaha angkutan penumpang dan logistik untuk merumuskan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ORGANDA petahana, Adrianto Djokosoetono mengatakan, perkembangan teknologi dan perubahan pola mobilitas masyarakat perlu direspons melalui regulasi yang mampu mengakomodasi inovasi tanpa mengabaikan keadilan dalam berusaha.

"Kepastian hukum, persaingan yang sehat, dan keselamatan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penataan transportasi jalan nasional," kata Adrianto, Jumat (16/10/2026).

  1. 1. Persaingan usaha dinilai belum setara

    -
    Munas XVII Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (ORGANDA) di Kota Batam (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

    Ardianto turut menyoroti belum terciptanya level playing field atau kesetaraan berusaha di tengah berkembangnya berbagai model layanan transportasi.

    Pelaku usaha angkutan konvensional menurutnya kini menghadapi kewajiban perizinan, biaya operasional, serta pemenuhan standar keselamatan yang dinilai perlu diterapkan secara adil terhadap seluruh penyedia layanan transportasi.

    "Perbedaan karakteristik model bisnis dan beban regulasi berpotensi menimbulkan persaingan yang tidak seimbang," ujarnya.

    Pada saat bersamaan, perusahaan angkutan juga dituntut meningkatkan kualitas pelayanan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital.

    Ia berpandangan, transformasi industri tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pelaku usaha. Pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang konsisten, dapat diterapkan di lapangan, serta memberikan kepastian bagi investasi jangka panjang.

    Organisasi tersebut juga mendorong harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan demikian, setiap penyedia layanan transportasi dapat beroperasi dalam ekosistem usaha yang adil, dengan standar keselamatan yang jelas dan kepastian hukum yang setara.

  2. 2. Biaya operasional dan kebijakan angkutan perlu dibenahi

    -
    Munas XVII Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (ORGANDA) di Kota Batam (IDN Times/ Putra Gema Pamungkas)

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP ORGANDA petahana, Kurnia Lesani Adnan turut menyoroti tekanan terhadap pelaku usaha akibat meningkatnya biaya operasional, distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dinilai menjadi kendala, serta persaingan tarif yang tidak sehat.

    Ia menjelaskan, persoalan tersebut membutuhkan kebijakan yang mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan.

    "Penanganannya tidak cukup dengan membebankan tanggung jawab kepada pengemudi dan operator, tetapi harus melibatkan seluruh pihak dalam rantai usaha transportasi," kata Kurnia.

    Keterlibatan pemerintah, industri, dan pemilik barang dinilai penting, terutama dalam menyelesaikan persoalan angkutan barang yang melebihi dimensi dan muatan atau over dimension over loading (ODOL).

    Ia mendorong agar penerapan kebijakan menuju angkutan bebas ODOL dilakukan melalui penegakan aturan yang konsisten dan berkeadilan. Pembenahan tersebut, menurut organisasi itu, perlu mempertimbangkan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pengangkutan, bukan hanya pengemudi dan operator kendaraan.

  3. 3. Keselamatan menjadi bagian dari transformasi transportasi

    -
    Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ORGANDA petahana, Adrianto Djokosoetono (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)


    Selain kepastian regulasi dan kesetaraan usaha, ORGANDA menempatkan keselamatan sebagai prioritas dalam pembenahan transportasi jalan. Perubahan teknologi, pola mobilitas masyarakat, dan kebutuhan logistik dinilai harus berjalan seiring dengan peningkatan standar keselamatan serta profesionalisme pelaku usaha.

    Adrianto menegaskan, ORGANDA mendukung transformasi industri transportasi, termasuk pemanfaatan teknologi digital. Namun, perkembangan tersebut perlu berada dalam kerangka regulasi yang berkeadilan, mendorong persaingan sehat, dan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan.

    "Melalui Munas XVII, ORGANDA menargetkan penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat disampaikan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan," lanjutnya.

    Organisasi itu juga berupaya memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan transportasi yang dapat diterapkan secara efektif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More