Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Investasi Sumut Tancap Gas, Target Rp100 Triliun Dipatok hingga 2029

Investasi Sumut Tancap Gas, Target Rp100 Triliun Dipatok hingga 2029
Ilustrasi Investasi yang Tumbuh (unsplash.com/micheile henderson)
Intinya Sih
  • Pemprov Sumut menargetkan akumulasi investasi Rp100 triliun hingga 2029 di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution, sebagai kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
  • Realisasi investasi terus meningkat tiga tahun terakhir, mencapai Rp58,5 triliun pada 2025 dan melampaui target BKPM, dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 60 ribu orang.
  • KEK Sei Mangke dan investor asal Singapura menjadi penopang utama, sementara Pemprov memperkuat pengawasan, digitalisasi promosi, serta menawarkan aset daerah seluas 300 hektare untuk menarik investasi baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times – Realisasi investasi Sumatra Utara diklaim menunjukkan performa solid dalam tiga tahun terakhir. Di bawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution, Pemprov Sumut menargetkan akumulasi investasi mencapai Rp100 triliun hingga 2029.

Target tersebut diposisikan sebagai kontribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Pemerintah Sumut optimistis tren kenaikan investasi yang konsisten akan menjadi fondasi pencapaian ambisi tersebut.

1. Tiga tahun naik terus, 2025 lampaui target nasional

Dua orang sedang mempelajari investasi.
Ilustrasi Investasi Digital (unsplash.com/KOBU Agency)

Koordinator Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Utara (DPMPTSP) Sumut, Damar Wulan, menyebut realisasi investasi terus meningkat dari tahun ke tahun, termasuk dari sisi penyerapan tenaga kerja.

“Perkembangan realisasi investasi kita dari tahun ke tahun mengalami kenaikan, begitu juga dengan penyerapan tenaga kerja,” ujar Damar Wulan dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (4/3/2026).

Data menunjukkan pada 2023 realisasi investasi mencapai Rp39 triliun dengan 76.230 tenaga kerja terserap. Tahun 2024 naik menjadi Rp48,2 triliun dengan 46.232 tenaga kerja, dan pada 2025 kembali meningkat menjadi Rp58,5 triliun dengan 60.133 tenaga kerja.

“Tahun 2025 realisasi kita mencapai Rp58,5 triliun, melebihi target dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yakni Rp53,67 triliun,” kata Damar.

2. KEK Sei Mangke dan Singapura jadi penopang utama

KEK Sei Mangkei.
KEK Sei Mangkei. (kek.go.id)

Secara wilayah, Kabupaten Simalungun menjadi kontributor terbesar berkat keberadaan KEK Sei Mangke. Daerah lain yang turut menyumbang signifikan yakni Kota Medan, Deliserdang, Tapanuli Selatan, dan Langkat.

Dari sisi negara asal investor, Singapura mendominasi dengan porsi 61 persen dari total investasi asing di Sumut, disusul Belanda, Malaysia, Inggris, dan Tiongkok.

“Untuk negara dengan realisasi investasi terbesar di Sumut, saat ini Singapura mendominasi sebesar 61 persen investasi yang ada di Sumut, disusul Belanda, Malaysia, Inggris dan Tiongkok,” jelasnya.

Adapun sektor unggulan penyumbang investasi 2025 meliputi Industri Kimia dan Farmasi, Transportasi dan Pergudangan, Industri Makanan, Listrik, Gas dan Air, serta sektor jasa lainnya.

3. Sumut perkuat pengawasan, digitalisasi promosi, hingga tawarkan aset 300 hektare

KEK Sei Mangkei.
KEK Sei Mangkei. (kek.go.id)

Untuk menjaga tren positif, DPMPTSP memperkuat pengawasan di 33 kabupaten/kota dengan target minimal 177 pelaku usaha. Selain itu, 200 pelaku usaha per triwulan mendapat bimbingan teknis LKPM agar pelaporan melalui sistem OSS-RBA lebih akurat.

“Banyak pelaku usaha sudah melaporkan kegiatan penanaman modalnya, tapi masih ada yang belum benar, makanya kami lakukan Bimtek ini secara maraton agar pelaku usaha dapat memahami bagaimana pengisian LKPM yang baik dan benar,” kata Damar.

Strategi percepatan juga diperkuat melalui pembentukan Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha dan Kelompok Kerja Peningkatan Daya Saing Investasi Daerah. Di sisi promosi, Pemprov melakukan transformasi digital lewat e-katalog proyek investasi, database berbasis GIS, hingga virtual investment tour.

“Sesuai arahan Gubernur, kami juga akan membuat satu dokumen kajian terkait pemanfaatan aset daerah yang bisa kita tawarkan kepada pelaku usaha. Contohnya, aset Sport Center yang luasnya kurang lebih 300 hektar, di mana 200 hektar merupakan lahan Sport Center dan 100 hektar lagi akan kita buat kajian dokumennya dan kita tawarkan kepada investor sebagai upaya kita untuk meningkatkan investasi di Sumut,” pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More