Medan, IDN Times IDN Times - Usulan Wakil Menteri ATR/BPN agar kawasan hutan diintegrasikan lebih kuat dengan tata ruang dinilai menjadi isu penting dalam tata kelola ruang Indonesia. Meski terdengar teknis, kebijakan ini berkaitan langsung dengan desa, kebun rakyat, wilayah adat, izin usaha, investasi, hingga masa depan perlindungan hutan.
Peneliti Center for Tropical Ecology and Biodiversity Conservation Universitas Sumatra Utara, Onrizal S.Hut, M.Si, Ph.D menilai integrasi tersebut dapat menjadi jalan untuk merapikan tata kelola ruang. Namun, ia mengingatkan kebijakan seperti One Land Tenure System dan One Spatial Planning Policy tidak boleh dijalankan secara keliru karena berisiko melemahkan perlindungan hutan.
