Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Inovasi QRESTO, Upaya Tutup Celah Kebocoran Pajak Restoran Medan
Pemko Medan menerapkan sistem QRESTO (Dok. Diskominfo Medan)
  • Pemko Medan menerapkan QRESTO untuk memantau transaksi restoran secara elektronik, memperketat pengawasan pajak daerah, dan menutup potensi kebocoran penerimaan.
  • Sistem ini diharapkan mengoptimalkan PAD sektor kuliner, mendorong kepatuhan pajak serta persaingan usaha adil, dengan manfaat penerimaan dikembalikan melalui layanan publik.
  • Efektivitas QRESTO bergantung pada data akurat, keamanan sistem, integrasi, pendampingan pengusaha, serta pengawasan konsisten dan tindak lanjut atas ketidaksesuaian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
26 Agustus 2026

Akademisi Universitas Sumatra Utara Ira Rizka Aisyah Lubis mengapresiasi penggunaan QRESTO untuk pengawasan pajak restoran di Medan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah Kota Medan menerapkan sistem QRESTO untuk memantau transaksi usaha restoran secara elektronik dan memperketat pengawasan pajak daerah.
  • Who?
    Pemerintah Kota Medan di bawah Wali Kota Rico Waas menerapkan QRESTO; akademisi Universitas Sumatra Utara Ira Rizka Aisyah Lubis menyampaikan pandangannya mengenai sistem tersebut.
  • Where?
    Sistem QRESTO diterapkan untuk pengawasan pajak restoran di Kota Medan, Sumatra Utara.
  • When?
    Pernyataan Ira Rizka Aisyah Lubis disampaikan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Waktu peluncuran dan cakupan penerapan QRESTO per saat ini belum ada kepastian.
  • Why?
    QRESTO ditujukan untuk menutup potensi kebocoran pajak restoran, meningkatkan akurasi data transaksi, mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah, dan mendukung transparansi pengawasan pajak.
  • How?
    Transaksi restoran dicatat secara elektronik agar pemerintah dapat menganalisis data dan mendeteksi ketidaksesuaian. Efektivitasnya bergantung pada integrasi sistem, akurasi data, keamanan informasi, pendampingan usaha, dan pengawasan konsisten.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kota Medan memakai QRESTO untuk melihat uang dari restoran. Ini membantu pemerintah menghitung pajak dengan lebih benar dan tidak ada pajak yang hilang. Wali Kota Rico Waas mendukung cara baru ini. Sekarang QRESTO harus terus dibuat aman, datanya benar, dan pengusaha restoran dibantu. Pajak itu diharap bisa membuat kota lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penerapan QRESTO mencerminkan upaya Pemko Medan memperkuat tata kelola pajak restoran melalui data transaksi yang lebih terukur dan transparan. Dengan pengawasan yang tidak lagi semata bergantung pada laporan manual, sistem ini berpotensi mendukung kepatuhan yang lebih setara antarpelaku usaha serta membuka ruang optimalisasi pendapatan daerah untuk pelayanan masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Pemerintah Kota Medan mulai mengandalkan digitalisasi untuk memperketat pengawasan pajak daerah. Salah satu langkah yang mendapat perhatian adalah, penerapan sistem QRESTO untuk memantau transaksi usaha restoran sekaligus menutup celah potensi kebocoran pajak.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya membangun sistem perpajakan daerah yang lebih transparan dan berbasis data.

Akademisi Universitas Sumatera Utara, Ira Rizka Aisyah Lubis, mengatakan penggunaan teknologi dalam pengawasan pajak patut diapresiasi. Menurut dia, inovasi tersebut tidak semestinya dipandang sekadar sebagai penerapan sistem digital, melainkan sebagai perubahan cara pemerintah mengawasi penerimaan daerah.

“Teknologi harus hadir untuk menyelesaikan persoalan konkret,” kata Ira, Rabu (26/8/2026).

Menurut Ira, jika Medan menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan sistem tersebut untuk pengawasan pajak restoran, langkah itu menunjukkan keberanian Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Waas dalam mendorong inovasi tata kelola pemerintahan.

1. Optimalkan PAD dari sektor kuliner

Akademisi Universitas Sumatera Utara, Ira Rizka Aisyah Lubis (Dok. Diskominfo Medan)

Pajak restoran merupakan salah satu sumber potensial Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kota Medan. Aktivitas transaksi di sektor kuliner berlangsung setiap hari dengan nilai ekonomi yang cukup besar.

Karena itu, semakin akurat pemerintah memperoleh data transaksi, semakin terbuka peluang untuk mengoptimalkan penerimaan daerah.

QRESTO dinilai dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran transaksi secara lebih terukur. Pengawasan yang sebelumnya banyak bergantung pada laporan manual dan pemeriksaan lapangan dapat diperkuat dengan data transaksi yang tercatat secara elektronik.

Perubahan tersebut penting karena pengawasan pajak dapat diarahkan menjadi berbasis data. Pemerintah tidak hanya menunggu laporan dari pelaku usaha, tetapi dapat melakukan analisis terhadap data transaksi untuk melihat kemungkinan adanya ketidaksesuaian.

Namun, Ira mengingatkan bahwa teknologi bukan tujuan akhir. Efektivitas QRESTO akan sangat bergantung pada konsistensi pengawasan, integrasi sistem, akurasi data, keamanan informasi, serta tindak lanjut pemerintah terhadap indikasi ketidaksesuaian.

“Jangan sampai teknologi hanya menjadi perangkat baru, sementara pola pengawasan lama tetap dipertahankan,” ujarnya.

2. Ciptakan persaingan usaha yang adil

Pemko Medan menerapkan sistem QRESTO (Dok. Diskominfo Medan)

Menurut Ira, penerapan sistem digital juga harus disertai komunikasi yang baik dengan para pengusaha restoran. Pemerintah perlu menjelaskan bahwa digitalisasi bukan semata-mata instrumen untuk mengawasi atau membebani pelaku usaha.

Sebaliknya, sistem tersebut diharapkan menciptakan perlakuan yang lebih adil bagi seluruh pelaku usaha. Pengusaha yang telah taat membayar pajak tidak semestinya dirugikan oleh pelaku usaha lain yang melaporkan transaksi secara tidak sesuai.

Jika berjalan efektif, transparansi transaksi dapat menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Manfaat penerapan QRESTO, kata Ira, pada akhirnya juga harus dirasakan masyarakat. Peningkatan penerimaan pajak daerah semestinya berujung pada perbaikan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, kebersihan kota, transportasi, kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan masyarakat lainnya.

Karena itu, keberhasilan QRESTO tidak cukup diukur dari jumlah restoran yang tersambung dengan sistem atau besarnya transaksi yang berhasil dipantau. Indikator yang lebih penting adalah peningkatan kepatuhan wajib pajak, berkurangnya potensi kebocoran, dan bertambahnya PAD Kota Medan.

3. Diharapkan kedepannya perlu memastikan QRESTO untuk terus dikembangkan

Akademisi Universitas Sumatera Utara, Ira Rizka Aisyah Lubis (Dok. Diskominfo Medan)

Ira menilai keberanian Pemko Medan mencoba pendekatan baru dalam mengoptimalkan penerimaan daerah layak diapresiasi. Namun, status sebagai kota pertama yang menerapkan sebuah inovasi bukanlah tujuan akhir.

“Pekerjaan sebenarnya baru dimulai setelah sistem diluncurkan,” kata dia.

Pemko Medan, menurut Ira, perlu memastikan QRESTO terus dikembangkan, data yang dihasilkan akurat, sistemnya aman, pelaku usaha mendapatkan pendampingan, dan pengawasan dilakukan secara konsisten serta tidak tebang pilih.

Jika hal tersebut dapat dilakukan, QRESTO berpotensi menjadi lebih dari sekadar teknologi pengawasan pajak restoran. Sistem itu dapat menjadi bagian dari perubahan tata kelola pemerintahan daerah, dari pola pengawasan konvensional menuju pemerintahan berbasis data.

Editorial Team

Related Article