Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi Inflasi (Foto: IDN Times)
  • Inflasi Sumut tercatat 0,27 persen secara bulanan dan 3,19 persen tahunan, masih di bawah batas atas target Bank Indonesia 3,5 persen; cabai merah menjadi penyumbang kenaikan terbesar.

  • Inflasi tahunan Kota Medan sebesar 2,84 persen, sementara inflasi Sumut sejak awal tahun 1,94 persen. Sumut berpeluang menutup 2026 dengan inflasi kumulatif di bawah 2,5 persen.

  • Kenaikan permintaan menjelang Natal-Tahun Baru, El Nino, dan potensi bencana alam menjadi risiko harga. Beras, daging, telur, tepung, serta cabai perlu dimitigasi dalam dua pekan mendatang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

Bencana alam terjadi di Sumut dan menjadi kekhawatiran karena berpotensi memicu kenaikan harga pangan.

4 November 2026

Inflasi tahunan Sumut tercatat 3,19 persen, di bawah batas atas target Bank Indonesia 3,5 persen. Inflasi Kota Medan secara tahunan mencapai 2,84 persen.

dua pekan ke depan

Mitigasi diperlukan terhadap potensi kenaikan harga beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, tepung, dan cabai.

dua bulan ke depan

Ancaman kenaikan harga tetap ada akibat permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru serta dampak El Nino.

tutup tahun ini

Sumut diproyeksikan berpeluang membukukan inflasi kumulatif di bawah 2,5 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Inflasi Sumatra Utara tercatat 0,27 persen secara bulanan dan 3,19 persen secara tahunan, dengan peluang berada di bawah target batas atas Bank Indonesia hingga akhir 2026.
  • Who?
    Gunawan Benjamin, pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatra Utara sekaligus Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, menyampaikan penilaian dan proyeksi inflasi tersebut.
  • Where?
    Perkembangan ini mencakup Sumatra Utara. Kota Medan mencatat inflasi tahunan 2,84 persen, dinilai lebih baik dibandingkan wilayah lain di provinsi tersebut.
  • When?
    Data dan penilaian disampaikan pada Rabu, 4 November 2026. Risiko kenaikan harga dipantau dalam dua pekan serta dua bulan menjelang Natal dan Tahun Baru.
  • Why?
    Cabai merah menjadi penyumbang kenaikan inflasi terbesar. Risiko kenaikan harga dapat dipicu peningkatan permintaan akhir tahun, El Nino, serta potensi bencana alam.
  • How?
    Mitigasi diperlukan pada beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, tepung, dan cabai. Harga diproyeksikan stabil jika tidak terdampak kekeringan atau banjir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Harga barang di Sumatra Utara naik sedikit, yaitu 0,27 persen. Pak Gunawan bilang kenaikan harga setahun ini 3,19 persen, masih lebih kecil dari batas Bank Indonesia. Harga cabai merah paling membuat harga naik. Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga beras, daging, telur, tepung, dan cabai tetap perlu dijaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perkembangan inflasi Sumatra Utara menunjukkan ruang stabilitas yang cukup baik, dengan capaian tahunan masih di bawah batas atas Bank Indonesia dan kinerja Medan yang membaik meski pernah rentan terhadap gangguan pasokan cabai. Perhatian dini terhadap komoditas pangan juga memperlihatkan dasar yang jelas untuk menjaga pergerakan harga tetap terkendali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Laju inflasi Sumatra Utara (Sumut) dinilai masih berada di bawah target batas atas Bank Indonesia dan berpeluang berada di bawah target hingga akhir tahun.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatra Utara (UISU) yang juga Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan Sumut masih membukukan kenaikan laju tekanan inflasi 0,27 persen secara bulanan di tengah penurunan tajam harga daging ayam.

"Sementara penyumbang kenaikan inflasi tertinggi di Sumut masih disumbangkan oleh komoditas cabai merah. Secara tahunan inflasi Sumut membukukan inflasi 3,19 persen, lebih rendah dari target batas atas Bank Indonesia 3,5 persen," ujar Gunawan pada IDN Times, pada Rabu (4/11/2026).

1. Kota Medan secara year on year atau yoy sebesar 2,84 persen

Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)

Gunawan menilai kinerja inflasi Kota Medan secara tahunan lebih baik dibandingkan wilayah lainnya di Sumut. Kota Medan secara year on year (y-o-y) sebesar 2,84 persen.

"Padahal Kota Medan ini sebelumnya menjadi wilayah yang sangat rentan mengalami inflasi tinggi, terutama saat terjadi gangguan pasokan komoditas cabai belakangan ini," katanya.

Jika mengacu pada kinerja inflasi Sumut selama tahun berjalan atau year to date (y-t-d) sebesar 1,94 persen, maka Sumut secara umum berpeluang membukukan inflasi sesuai dengan target Bank Indonesia pada 2026, bahkan bisa di batas bawah target.

"Sumut masih berkesempatan untuk membukukan inflasi kumulatif di bawah 2,5 persen hingga tutup tahun ini," ucapnya.

2. Ancaman kenaikan harga dalam dua bulan ke depan tetap ada

ilustrasi inflasi (vecteezy.com/Khunkorn Laowisit)

Gunawan menambahkan, ancaman kenaikan harga dalam dua bulan ke depan tetap ada, khususnya dari sisi permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru, serta dampak El Nino yang bisa mendorong kenaikan harga kebutuhan pangan secara nasional, termasuk di Sumut.

"Dan yang saya khawatirkan adalah adanya potensi bencana alam seperti yang telah terjadi pada 2025," katanya.

3. Pentingnya mitigasi terhadap komoditas yang berpeluang naik dalam dua pekan ke depan

ilustrasi inflasi (freepik.com/Wirestock)

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mitigasi terhadap komoditas yang berpeluang naik dalam dua pekan ke depan.

"Untuk beberapa komoditas yang perlu diperhatikan secara saksama adalah beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, tepung, serta cabai. Sejauh ini saya memproyeksikan harga akan mampu bergerak stabil, jika mengeluarkan potensi dampak negatif dari bencana alam seperti kekeringan karena El Nino serta banjir yang pernah terjadi di Sumut pada 2025," ujarnya.

Editorial Team

Related Article