Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Inalum Cetak Rekor Produksi dan Pendapatan Tertinggi Dalam 50 Tahun
Pekerja mencatat data ingot di Smelter Aluminium Kualatanjung, Batubara (IDN Times/Doni Hermawan)

  • Inalum mencatat kinerja keuangan dan operasional terbaik sepanjang 50 tahun, dengan pendapatan naik 10%, laba bersih tumbuh 15%, dan EBITDA meningkat 17% pada tahun buku 2025.
  • Produksi aluminium mencapai rekor tertinggi 280.082 ton dan penjualan 280.141 ton, didukung proyek Pot Upgrading yang meningkatkan kapasitas produksi hingga sekitar 274 ribu ton per tahun.
  • Tata kelola perusahaan menguat dengan rating kesehatan kategori AA, KPI kolegial 85,54%, peningkatan skor ACGS, serta perubahan susunan direksi yang kini dipimpin Melati Sarnita.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Inalum mencatatkan sejarah baru setelah membukukan kinerja keuangan dan operasional terbaik sejak perusahaan berdiri 50 tahun lalu. Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Gedung Energi, SCBD, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui lima mata acara, mulai dari pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian, penggunaan laba bersih, hingga perubahan susunan dewan komisaris dan direksi.

1. Pendapatan, laba, dan EBITDA sama-sama tumbuh

Seorang pekerja memasukkan alumina ke tungku untuk diproduksi menjadi aluminium di Smelter PT Inalum Kuala Tanjung, Batubara, Selasa (2/9/2025) (IDN Times/Doni Hermawan)

RUPST mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025 yang memperoleh opini wajar dalam semua hal yang material dari Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti dan Surja (anggota Ernst & Young Global Limited). Pemegang saham juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (volledig acquit et de charge) kepada direksi dan dewan komisaris atas pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.

Corporate Secretary Inalum, Mahyaruddin A.R., mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari transformasi operasional yang dijalankan secara konsisten.

"Pencapaian Tahun Buku 2025 merupakan hasil dari konsistensi transformasi operasional, peningkatan efisiensi, serta kolaborasi seluruh insan Inalum dan dukungan Grup MIND ID. Kinerja terbaik sepanjang sejarah perusahaan ini menjadi bukti bahwa strategi penguatan daya saing dan hilirisasi yang kami jalankan telah memberikan hasil yang nyata," ujarnya.

Sepanjang 2025, pendapatan perusahaan meningkat 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih konsolidasian tumbuh 15 persen secara tahunan (year on year), sedangkan EBITDA meningkat 17 persen.

2. Produksi dan penjualan aluminium pecahkan rekor sepanjang sejarah

Proses produksi aluminium yang dilakukan PT Inalum (dok.Inalum)

Tak hanya dari sisi keuangan, Inalum juga mencatat rekor operasional baru. Produksi aluminium mencapai 280.082 metrik ton, naik sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara penjualan mencapai 280.141 metrik ton, atau meningkat sekitar 1 persen secara tahunan. Kedua capaian tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Peningkatan kinerja operasional didukung selesainya proyek Pot Upgrading yang meningkatkan kapasitas produksi terpasang menjadi sekitar 274 ribu ton per tahun melalui peningkatan teknologi tungku reduksi menjadi arus 235 kA pada 170 tungku di Potline 2.

3. Tata kelola menguat, susunan direksi ikut berubah

Seorang pekerja memasukkan alumina ke tungku untuk diproduksi menjadi aluminium di Smelter PT Inalum Kuala Tanjung, Batubara, Selasa (2/9/2025) (IDN Times/Doni Hermawan)

Dari sisi tata kelola, Inalum meraih tingkat kesehatan perusahaan kategori AA dengan klasifikasi Sehat. Perseroan juga memperoleh Final Rating idAA-/Stable serta Standalone Rating idA+(sa) dari PEFINDO.

Selain itu, pencapaian Key Performance Indicator (KPI) kolegial tahun 2025 mencapai 85,54 persen berdasarkan hasil audit, sementara penerapan prinsip ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) diproyeksikan meningkat menjadi 87,54 persen, naik dari 81,01 persen pada tahun sebelumnya.

Di bidang sosial dan lingkungan, Inalum menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), antara lain memberikan beasiswa kepada 145 penerima, melatih 110 guru, menanam 15 ribu pohon mangrove, membangun PLTS di tiga lokasi, serta menyalurkan pendanaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan. Melati Sarnita ditetapkan sebagai Direktur Utama bersama jajaran direksi dan komisaris baru yang diharapkan mampu melanjutkan transformasi perusahaan.

Editorial Team

Related Article