Seorang pekerja memasukkan alumina ke tungku untuk diproduksi menjadi aluminium di Smelter PT Inalum Kuala Tanjung, Batubara, Selasa (2/9/2025) (IDN Times/Doni Hermawan)
Dari sisi tata kelola, Inalum meraih tingkat kesehatan perusahaan kategori AA dengan klasifikasi Sehat. Perseroan juga memperoleh Final Rating idAA-/Stable serta Standalone Rating idA+(sa) dari PEFINDO.
Selain itu, pencapaian Key Performance Indicator (KPI) kolegial tahun 2025 mencapai 85,54 persen berdasarkan hasil audit, sementara penerapan prinsip ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) diproyeksikan meningkat menjadi 87,54 persen, naik dari 81,01 persen pada tahun sebelumnya.
Di bidang sosial dan lingkungan, Inalum menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), antara lain memberikan beasiswa kepada 145 penerima, melatih 110 guru, menanam 15 ribu pohon mangrove, membangun PLTS di tiga lokasi, serta menyalurkan pendanaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan. Melati Sarnita ditetapkan sebagai Direktur Utama bersama jajaran direksi dan komisaris baru yang diharapkan mampu melanjutkan transformasi perusahaan.