Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

HIPMI Culinary Sumut Lantik 120 UMKM, Fokus Ekosistem dan Bazar

HIPMI Culinary Sumut Lantik 120 UMKM, Fokus Ekosistem dan Bazar
Badan Semi Otonom HIPMI Culinary Indonesia (HCI) BPD HIPMI Sumatra Utara resmi dilantik untuk periode 2026-2029 (IDN Times/Indah Permata Sari)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • HCI Sumut melantik 120 anggota UMKM dengan sertifikat halal dan HKI, menyiapkan kurasi tambahan 300 UMKM serta mengusung tema kolaborasi kuliner untuk periode 2026–2029.
  • Program utama HCI mencakup beasiswa kuliner bagi anak yatim, pelatihan usaha, penyediaan bazar anggota, hingga penerbitan buku kuliner Medan yang akan ditempatkan di hotel-hotel Sumatra Utara.
  • Pimpinan HIPMI menekankan pentingnya membangun ekosistem UMKM agar naik kelas dan mendorong produk lokal menjadi global hero melalui inovasi, kolaborasi, serta kegiatan kuliner kreatif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Medan, IDN Times - Badan Semi Otonom HIPMI Culinary Indonesia (HCI) BPD HIPMI Sumatra Utara resmi dilantik untuk periode 2026-2029. Pelantikan 120 anggota tersebut berlangsung dengan mengusung tema “Kolaborasi Kuliner Melaju Bersama Untuk Merangkul Bersama”.

Ketua Panitia, M. Hawari Afif Ritonga, mengatakan seluruh anggota yang dilantik telah melewati verifikasi dan memiliki sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta sertifikat halal makanan.

“Hari ini HCI Sumut melantik 120 orang. Setelah ini masih ada antrean 300 UMKM se-Sumatra Utara yang akan kita kurasi. Jadi ketua tidak perlu khawatir kalau butuh lapak jualan, kita sediakan semuanya,” ujar Hawari dalam sambutannya.

Ia juga melaporkan bahwa acara pelantikan tidak menggunakan dana untuk konsumsi. Seluruh hidangan untuk tamu VIP dan undangan merupakan 100 persen produk dari brand anggota HCI Sumut.

1. Program prioritas HCI mulai dari beasiswa, bazar, hingga buku kuliner Medan

IMG_20260711_181510.jpg
Badan Semi Otonom HIPMI Culinary Indonesia (HCI) BPD HIPMI Sumatra Utara resmi dilantik untuk periode 2026-2029 (IDN Times/Indah Permata Sari)

Ketua HIPMI Culinary Indonesia BPD HIPMI Sumut yang baru dilantik, Shandi Izhandri, menyampaikan sejumlah program prioritas selama tiga tahun ke depan.

Program pertama adalah pemberian beasiswa dan pelatihan kuliner bagi anak yatim. Pelatihan mencakup bidang memasak, barista, dan katering agar penerima manfaat dapat bekerja atau membuka usaha sendiri.

HCI Sumut juga akan menyediakan stand bazar bagi anggotanya. Dari 120 anggota, sekitar setengahnya merupakan pelaku bazar sehingga koordinasi bazar akan menjadi fokus organisasi.

Selain itu, HCI Sumut merencanakan pelatihan peningkatan level usaha melalui pengemasan, periklanan, dan pemasaran. BPP HCI Sumut juga akan terintegrasi ke dalam situs web HCI pusat.

“Kami juga akan membuat buku kuliner makanan di Medan yang nantinya akan diletakkan di hotel-hotel yang ada di Sumatera Utara. Setiap kunjungan ke kafe-kafe usaha anggota pun akan kami bayar, tidak gratis,” jelas Shandi.

Shandi menambahkan, HCI Sumut akan menjawab tantangan Ketua Umum dengan menggelar bazar dan ekstrakurikuler kuliner berskala besar di Lapangan Merdeka atau Lapangan Benteng.

2. Dorongan menjadi “Global Hero”

IMG_20260711_182652.jpg
Badan Semi Otonom HIPMI Culinary Indonesia (HCI) BPD HIPMI Sumatra Utara resmi dilantik untuk periode 2026-2029 (IDN Times/Indah Permata Sari)

Ketua BPP Basnom HCI, Chikita Virginia Sebayang, menegaskan pelantikan ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk memajukan organisasi dan memberi dampak bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Chikita menyampaikan salam dari Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, yang saat itu berada di Danau Toba. 5329

“Pak Menteri sangat bangga karena HCI sudah ada di Sumut. HCI sangat dekat dengan ekonomi kreatif. PR kita adalah bagaimana membawa lokal champion seperti ikan sale atau dalam bahasa Karo disebut nurung kerah bisa ada di Prancis. Mimpi kita jangan hanya jadi lokal hero, tapi jadi global hero. Bagaimana makanan kita bisa tampil di event luar negeri,” kata Chikita.

Ia mengajak seluruh anggota menjadikan HIPMI sebagai organisasi yang besar bukan hanya karena jumlah, tetapi karena karya, integritas, dan kontribusi bagi Sumatra Utara dan Indonesia.

3. Pentingnya membangun ekosistem UMKM

IMG_20260712_145434.jpg
Badan Semi Otonom HIPMI Culinary Indonesia (HCI) BPD HIPMI Sumatra Utara resmi dilantik untuk periode 2026-2029 (IDN Times/Indah Permata Sari)

Ketua BPD HIPMI Sumut, Dian Iskandar Nasution yang akrab disapa Cliffrs, menekankan pentingnya membangun ekosistem bagi UMKM agar bisa naik kelas sesuai arahan Gubernur.

Cliffrs berbagi pengalamannya sebagai pelaku UMKM. Ia pernah berjualan telur dan beras di Tembung, hingga membuka kafe dan memahami karakter lidah orang Medan yang cepat berubah.

“Lidah orang Medan itu fomo. Tiap 3 bulan berubah. Pengusahanya banyak, orangnya itu-itu saja. UMKM akan berkembang kalau HCI punya ekosistem. Kalau hanya buat acara tanpa membangun ekosistem, sama saja buang-buang duit,” ujarnya.

Ia mendorong Shandi membuat acara berskala kecil namun menarik, seperti lomba masak antar influencer, agar ekosistem kuliner di Sumut semakin hidup.

“Dari saya, tidak banyak-banyak. Tapi saya lebih suka aksi daripada banyak acara,” pungkas Cliffrs.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More