Tiga Anak Jalani Sehari Sebagai Petugas KAI di Stasiun Medan

- Tiga anak mengikuti program KAI Rail Academy di Stasiun Medan untuk merasakan langsung peran petugas operasional kereta api selama satu hari.
- Kegiatan ini memperkenalkan berbagai profesi seperti CSOS, petugas tiket, PPKA, hingga masinis, serta menanamkan nilai keselamatan dan tanggung jawab.
- Peserta menerima sertifikat sebagai simbol pengalaman edukatif, sejalan dengan komitmen KAI menghadirkan ruang belajar publik yang kreatif bagi generasi muda.
Medan, IDN Times – Mengisi libur sekolah dengan kegiatan edukatif, tiga anak berkesempatan merasakan langsung pengalaman menjadi petugas operasional perkeretaapian di Stasiun Medan, Sumatra Utara, pada Sabtu (11/7/2026) kemarin.
Kegiatan ini dikemas dalam program KAI Rail Academy yang merupakan bagian dari gerakan KAI Schooliday 2026. Program serupa dilaksanakan serentak di 13 stasiun di Indonesia. Langkah ini menjadi wujud komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) terhadap dunia pendidikan melalui ruang belajar di luar kelas yang inklusif.
Selama sehari, ketiga anak tersebut diajak mengenal dan mempraktikkan berbagai profesi penting di stasiun. Profesi yang diperkenalkan mulai dari petugas layanan pelanggan atau Customer Service on Station (CSOS), petugas tiket, Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), hingga melihat langsung ruang kemudi masinis di dalam lokomotif.
1. Dirancang untuk mengenalkan dunia perkeretaapian secara interaktif kepada generasi muda

Manager Humas Divre I Sumatra Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan program ini dirancang untuk mengenalkan dunia perkeretaapian secara interaktif kepada generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mengenal profesi di kereta api, tetapi juga belajar tentang pentingnya keselamatan, disiplin, dan tanggung jawab dalam mendukung operasional perjalanan. Kami ingin menumbuhkan minat mereka terhadap transportasi publik sejak dini,” kata Anwar.
2. Peserta juga mengikuti proses taklimat

Selain praktik di area pelayanan stasiun, peserta juga mengikuti proses taklimat atau briefing resmi sebelum perjalanan kereta api. Mereka turut berinteraksi dengan kondektur dan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska).
Seluruh rangkaian kegiatan di area operasional Stasiun Medan itu mendapat pengawalan ketat dari personel KAI. Hal ini dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan dan agar tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan.
3. KAI hadirkan ruang edukasi publik dan kreatif

Di akhir kegiatan, ketiga anak menerima sertifikat sebagai bukti bahwa mereka pernah menjadi bagian dari insan KAI.
“KAI Divre I Sumatra Utara berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang edukasi publik yang kreatif. Melalui pendekatan langsung sejak dini, kami ingin menanamkan kesadaran akan pentingnya transportasi massal sekaligus mendekatkan layanan kereta api agar menjadi pilihan utama bagi generasi masa depan,” pungkas Anwar.


















