Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hasil Evaluasi, SMPN 23 Medan akan Siapkan Try Out hingga Buku Khusus
Kepala SMP Negeri 23 Medan, Sarifah H Sipahutar (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • SMPN 23 Medan menyiapkan try out dan buku khusus bagi seluruh siswa sebagai persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang pertama kali dilaksanakan tahun ini.
  • TKA tingkat SMP menguji kemampuan literasi Bahasa Indonesia dan numerasi Matematika dengan soal berbasis analisis atau High Order Thinking Skills (HOTS).
  • Pelaksanaan TKA sempat terkendala listrik padam dan jaringan, namun berjalan lancar; ujian ini bukan penentu kelulusan, melainkan evaluasi kemampuan siswa dan guru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
6 hingga 9 April

Pelaksanaan TKA gelombang pertama di SMP Negeri 23 Medan berlangsung dengan empat sesi setiap hari. Dari 341 siswa, sebanyak 340 mengikuti ujian sementara satu siswa tidak ikut karena alasan orang tua.

hari pertama

Pada hari pertama pelaksanaan TKA sempat terjadi kendala teknis berupa listrik padam dan gangguan jaringan, namun segera teratasi dan kegiatan berlanjut lancar.

Kamis (16/4/2026)

Kepala SMPN 23 Medan, Sarifah H Sipahutar, menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan TKA yang telah memasuki hari keempat gelombang kedua serta menjelaskan persiapan try out dan buku khusus bagi siswa.

kini

Pelaksanaan TKA di SMP Negeri 23 Medan telah berjalan lancar hingga gelombang kedua. Sekolah berharap hasilnya dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa untuk jalur prestasi selanjutnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    SMP Negeri 23 Medan melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pertama kali dengan berbagai persiapan, termasuk try out dan pembagian buku khusus bagi seluruh siswa.
  • Who?
    Kepala SMP Negeri 23 Medan, Sarifah H Sipahutar, bersama para guru dan 341 siswa yang mengikuti pelaksanaan TKA di sekolah tersebut.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di SMP Negeri 23 Medan, Kota Medan, Sumatera Utara.
  • When?
    TKA dilaksanakan dalam dua gelombang, gelombang pertama pada 6–9 April dan gelombang kedua memasuki hari keempat pada Kamis, 16 April 2026.
  • Why?
    TKA digelar untuk mengukur kemampuan akademik siswa sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi guru dan sekolah terhadap kualitas pembelajaran yang telah dilakukan.
  • How?
    Sekolah menyiapkan dua kali try out manual, membekali guru dengan pelatihan penyusunan soal HOTS, serta menyediakan satu buku TKA untuk setiap siswa; kendala teknis sempat terjadi namun segera teratasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di sekolah SMP Negeri 23 Medan, anak-anak lagi ikut tes namanya TKA. Bu Sarifah yang jadi kepala sekolah bilang guru dan anak sama-sama belajar buat siap. Mereka udah try out dua kali dan dikasih buku khusus. Tesnya tentang matematika dan bahasa Indonesia. Ada satu anak nggak ikut karena orang tuanya nggak setuju. Tes ini bukan buat lulus, cuma buat lihat kemampuan saja. Waktu hari pertama sempat mati lampu, tapi cepat diperbaiki. Sekarang tesnya sudah jalan lancar, dan semua berharap nilainya bagus supaya bisa lanjut sekolah tinggi nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pelaksanaan TKA di SMPN 23 Medan menunjukkan komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar melalui persiapan matang seperti try out dan pembagian buku khusus. Upaya ini tidak hanya membantu siswa menghadapi ujian dengan lebih percaya diri, tetapi juga menjadi sarana refleksi bagi guru untuk menilai efektivitas pembelajaran secara menyeluruh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak hanya menjadi ajang mengukur kemampuan siswa, tetapi juga evaluasi bagi guru dan sekolah. Hal itu disampaikan oleh Kepala SMP Negeri 23 Medan, Sarifah H Sipahutar.

Sarifah mengatakan, untuk menghadapi ujian ini, pihaknya bahkan telah melakukan try out hingga membagikan buku khusus bagi seluruh siswa untuk membantu mereka dalam menghadapi ujian. Menurutnya, TKA tidak semata-mata mengukur kemampuan peserta didik, tetapi juga menjadi cerminan kualitas pembelajaran di sekolah.

“Sebenarnya TKA ini tidak mengukur anak-anak saja, tapi kami juga guru sejauh mana, nanti hasilnya akan kelihatan,” ujarnya, pada Kamis (16/4/2026).

1. TKA merupakan tahun pertama dilaksanakan

Siswa SMPN 23 Medan, Tasya Mairan dan Dafi Habibi Abdika Pane setelah mengikuti TKA (Dok. San)

Lanjutnya, sebagai bentuk kesiapan menghadapi TKA yang merupakan tahun pertama dilaksanakan, sekolah telah melakukan berbagai persiapan sejak satu hingga dua bulan sebelumnya.

“Persiapannya ini kami buat try out, ada dua kali try out secara manual kami buat. Kemudian guru-gurunya dibekali, kita sediakan juga buku TKA, satu anak satu buku,” katanya.

2. Pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia menjadi materi pada TKA tingkat SMP

Kepala SMP Negeri 23 Medan, Sarifah H Sipahutar (IDN Times/Indah Permata Sari)

Sarifah menjelaskan, materi yang diujikan pada TKA tingkat SMP meliputi matematika (numerasi) dan bahasa Indonesia (literasi). Guru juga diarahkan untuk menyusun soal berbasis kemampuan analisis atau High Order Thinking Skills (HOTS).

Saat ini, pelaksanaan TKA di SMP Negeri 23 Medan telah memasuki hari keempat gelombang kedua. Sebelumnya, gelombang pertama dilaksanakan pada 6 hingga 9 April dengan empat sesi setiap harinya. Dari total 341 siswa, sebanyak 340 mengikuti ujian, sementara satu siswa tidak ikut karena orang tua tidak menyetujui meski telah dilakukan sosialisasi.

Sarifah mengatakan bahwa hal ini tidak akan menjadi masalah ataupun berdampak bagi siswa tersebut, karena TKA memang bukan penentu kelulusan siswa. Ia menyebut ujian ini lebih kepada tes kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk jalur prestasi saat melanjutkan pendidikan.

“Nggak jadi masalah. Ini kan untuk tes kemampuan. Kan penentu kelulusan bukan ini. Bukan UN seperti dulu,” tuturnya.

3. Siswa sempat merasakan ketegangan dalam menghadapi TKA

Siswa SMPN 23 Medan, Tasya Mairan dan Dafi Habibi Abdika Pane setelah mengikuti TKA (Dok. San)

Dia juga menjelaskan, siswa sempat merasakan ketegangan dalam menghadapi TKA, meski tetap menunjukkan semangat. Pihak sekolah pun telah mengingatkan agar siswa tidak terbebani, namun tetap mempersiapkan diri dengan baik.

“Tapi kita juga menyatakan sebenarnya ini bukan penentu kelulusan jadi jangan ada beban yang berat tapi harus siap,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Sarifah menyebut sempat terjadi kendala teknis seperti listrik padam dan gangguan jaringan di hari pertama. Namun, kondisi tersebut dapat segera diatasi sehingga pelaksanaan TKA tetap berjalan lancar.

“Yang waktu mati lampu langsung cepat tertangani, bisa langsung nyambung lagi. Hari pertama itu biasa nge-lag, tapi selanjutnya nggak ada masalah lagi,” katanya.

Sarifah berharap TKA dapat mendorong peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa. “Dan harapannya mereka juga mendapatkan nilai-nilai yang bagus bisa melanjutkan, kalau mereka mau melanjutkan ke SMA SMK jalur prestasi, bisa bersaing dengan kawan-kawannya di luar sana. Ya kita berharap apa yang mereka cita-citakan itu kan bisa tercapai,” kata Sarifah.

Editorial Team