Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Plastik Mahal, Ekonom Menilai Sumut Masih Peluang Cetak Deflasi
ilustrasi deflasi (freepik.com/starline)
  • Kenaikan harga plastik hanya berdampak kecil pada kebutuhan rumah tangga seperti shampo, sabun cair, dan pewangi pakaian, sementara beberapa produk sejenis masih bertahan harganya.
  • Sejumlah bahan pangan seperti telur ayam dan bawang merah naik, namun cabai merah dan daging ayam turun; Sumut diperkirakan alami inflasi 0,12% atau berpotensi deflasi 0,07%.
  • Produsen dan pedagang menahan beban kenaikan harga plastik, namun ekonom mengingatkan perlunya mitigasi risiko inflasi bulan depan akibat lonjakan harga bahan baku dan faktor global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Maret

Sumut sebelumnya mencatat prestasi gemilang dalam pengendalian inflasi pada bulan ini.

Senin (27/4/2026)

Ekonom Gunawan Benjamin menjelaskan kenaikan harga plastik berdampak minor terhadap kebutuhan rumah tangga dan memprediksi potensi deflasi di Sumut.

bulan ini

Gunawan menilai Sumut berpeluang mencetak deflasi jika harga plastik belum sepenuhnya menaikkan harga kebutuhan masyarakat.

bulan depan

Gunawan mengingatkan perlunya mitigasi potensi kenaikan inflasi akibat lonjakan harga bahan baku.

bulan Juni mendatang

Ekonom memperkirakan kemungkinan lompatan harga yang dapat memicu tekanan inflasi di Sumut.

belakangan ini

Harga plastik mengalami kenaikan serentak, namun tidak diikuti dengan kenaikan harga barang yang seragam.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kenaikan harga plastik berdampak pada sejumlah kebutuhan rumah tangga, namun pengamat ekonomi menilai Sumatera Utara masih berpeluang mencetak deflasi meski tekanan inflasi bulanan diperkirakan sekitar 0,12 persen.
  • Who?
    Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin menyampaikan penilaian tersebut, sementara pedagang dan produsen disebut menahan beban kenaikan biaya akibat mahalnya harga plastik.
  • Where?
    Pernyataan dan kondisi harga ini terjadi di wilayah Sumatera Utara, dengan laporan disampaikan dari Medan.
  • When?
    Keterangan disampaikan pada Senin, 27 April 2026, dengan proyeksi kondisi harga untuk bulan berjalan dan kemungkinan perubahan pada bulan Juni mendatang.
  • Why?
    Kenaikan harga plastik memicu penyesuaian sebagian harga kebutuhan rumah tangga, namun tidak merata sehingga membuka peluang terjadinya deflasi di tengah variasi pergerakan harga komoditas pangan.
  • How?
    Banyak produsen dan pedagang memilih menahan kenaikan harga jual meski biaya produksi meningkat, sementara pemerintah diminta memitigasi potensi lonjakan inflasi akibat faktor eksternal seperti cuaca dan ketegangan geopolitik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Harga plastik naik, jadi sabun, sampo, dan pewangi jadi agak mahal. Tapi tidak semua barang naik. Telur, bawang merah, dan minyak goreng juga naik sedikit, tapi cabai dan daging ayam malah turun. Kata Pak Gunawan, di Sumut bisa saja harga-harga turun lagi atau deflasi. Sekarang pedagang masih tahan supaya harga tidak melonjak tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun harga plastik meningkat, kondisi ekonomi Sumut tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Dampak kenaikan harga hanya bersifat minor karena tidak semua produk mengalami lonjakan serentak, sementara beberapa komoditas pangan justru turun signifikan. Sikap pedagang dan produsen yang menahan beban biaya turut membantu menjaga stabilitas harga, sehingga peluang deflasi masih terbuka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Kenaikan harga plastik belakangan ini hanya berdampak minor terhadap kenaikan harga kebutuhan masyarakat.

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menilai sejauh ini sejumlah harga kebutuhan rumah tangga yang alami kenaikan seiring dengan kenaikan harga plastik diantaranya adalah shampo, sabun cair, pewangi pakaian, hingga sabun mandi cair.

"Namun, tidak semua jenis atau merek shampo alami kenaikan serentak. Beberapa kebutuhan yang sejenis masih bertahan harganya," jelasnya, pada Senin (27/4/2026).

1. Diprediksi beberapa bahan komoditas pangan akan mengalami kenaikan secara bulanan

Ilustrasi Deflasi (freepik.com/freepik)

Sementara itu, untuk komoditas bahan pangan seperti telur ayam, bawang merah hingga minyak goreng curah juga alami kenaikan secara bulanan. Namun, untuk jenis komoditas lainnya seperti cabai merah justru alami penurunan sekitar 21 persen, bawang putih sekitar 2 persen, cabai rawit sekitar 26 persen dan daging ayam sekitar 6.6 persen.

Kenaikan harga plastik yang terjadi secara serentak, namun tidak diikuti dengan kenaikan harga barang yang seragam, memunculkan deviasi harga yang sangat lebar.

"Saya memperkirakan Sumut akan mencetak laju tekanan inflasi secara bulanan sekitar 0.12%. Meski demikian seiring dengan variasi harga yang tidak beragam belakangan ini, saya menilai potensi Sumut menetal deflasi juga tetap ada, kisarannya sekitar 0.07%," sebutnya.

2. Sumut dinilai lebih cenderung untuk mencetak deflasi

Ilustrasi tips jitu hadapi deflasi ala millenial (Dok. Istimewa)

Dia mengatakan jika berandai-andai harga plastik dinilai belum sepenuhnya membuat harga kebutuhan masyarakat alami kenaikan, maka Sumut lebih cenderung untuk mencetak deflasi.

"Dan sebaliknya jika pencacahan harga di lapangan banyak memasukkan harga sejumlah kebutuhan harian yang dipengaruhi harga plastik, maka peluang Sumut untuk mencetak inflasi terbuka," tutur Gunawan.

"Saya menggaris bawahi bahwa sebaiknya pemerintah ataupun TPID tidak berpuas diri dengan capaian deflasi yang mungkin akan terealisasi di bulan ini. Karena sejatinya saya melihat potensi kenaikan harga sejauh ini masih ditahan oleh produsen maupun pedagang," sambungnya.

3. Banyak pedagang dan produsen yang menahan beban pengeluaran dari kenaikan harga plastik tersebut

Ilustrasi solusi tabungan aman dari deflasi (Dok. Istimewa)

Menurutnya, banyak pedagang dan produsen yang menahan beban pengeluaran dari kenaikan harga plastik tersebut. Sehingga, baginya sudah saatnya semua stakeholder memitigasi segala bentuk kemungkinan kenaikan inflasi di bulan depan atau di bulan Juni mendatang.

"Karena ada kemungkinan lompatan harga yang terjadi pada semua jenis bahan baku belakangan ini. Lupakan sejenak prestasi gemilang yang pernah dilakukan dalam pengendalian inflasi pada bulan Maret. Saatnya kita hadapi potensi ledakan inflasi yang banyak dipengaruhi sentimen perang iran dengan AS atau Israel serta gangguang cuaca (El Nino)," tutupnya.

Editorial Team