Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pasokan Meningkat, Harga Cabai dan Ayam di Medan Turun

Kota Medan
2 min read
Pasokan Meningkat, Harga Cabai dan Ayam di Medan Turun
Cabai merah di Pasar Pagi Setiabudi Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Harga cabai merah di pasar tradisional Medan turun dari sempat di atas Rp80.000 menjadi mayoritas Rp50.000-Rp68.000 per kilogram, didorong peningkatan pasokan yang mengendap di pedagang.

  • Penurunan cabai merah terjadi pada awal pekan, berlawanan dengan pola biasanya, sementara cabai rawit tetap Rp73.000-Rp80.000, cabai hijau Rp52.000, dan cabai caplak Rp85.000 per kilogram.

  • Harga daging ayam di Pasar Simpang Limun turun dari Rp41.000 menjadi Rp38.000 per kilogram akibat pasokan meningkat empat pekan terakhir dan permintaan melemah; kedua komoditas berpotensi menahan inflasi Oktober.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Hasil pengecekan di pasar tradisional Kota Medan menunjukkan harga cabai merah mengalami penurunan pada awal pekan ini. Komoditas yang sempat dijual di atas Rp80.000 per kilogram, kini banyak ditransaksikan di kisaran Rp50.000 per kilogram.

Berdasarkan pemantauan langsung di sejumlah pasar tradisional, penurunan tidak terjadi serentak. Sebagian pedagang masih menjual cabai merah Rp80.000 per kilogram, namun mayoritas sudah menjual di rentang Rp50.000 hingga Rp65.000 - Rp68.000 per kilogram.

  1. 1. Awal pekan ini harga justru lebih murah dibandingkan jelang akhir pekan lalu

    Aneka cabai merah dan tomat segar tersusun di lapak pedagang Pasar Pagi Setiabudi, Medan, dalam wadah jualan.
    Cabai dan tomat di Pasar Pagi Setiabudi Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Seperti di Pasar Pagi Setia Budi, menjual cabai merah Rp70 ribu per kg yang sebelumnya Rp90 ribu, cabai caplak Rp82 ribu dan tomat rp19 per kg sebelumnya Rp17 ribu.

    Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, dari hasil survei ke pedagang, penurunan harga lebih dipicu oleh membaiknya sisi pasokan.

    "Pasokan cabai merah yang mengendap di pedagang terpantau alami peningkatan, sehingga akan meredam volatilitas harga untuk sementara waktu," ujar Gunawan, Senin (13/10/2026).

    Gunawan menyebut tren ini cukup unik karena menabrak kebiasaan lama. Biasanya, setiap awal pekan harga cabai justru naik, terutama jika pasokan banyak didatangkan dari luar Sumut. Namun pada awal pekan ini, harga justru lebih murah dibandingkan jelang akhir pekan lalu.

    Meski cabai merah turun, harga cabai lainnya di pasar tradisional masih bertahan tinggi. Dari hasil cek faktual, cabai rawit masih di kisaran Rp73.000–Rp80.000 per kilogram, cabai hijau Rp52.000 per kilogram, dan cabai caplak Rp85.000 per kilogram.

  2. 2. Selain cabai harga daging ayam juga turun

    Aneka potongan daging ayam segar tersusun di meja penjualan Pasar Pagi Setiabudi, Medan, untuk melayani pembeli.
    Daging ayam di Pasar Pagi Setiabudi Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Selain cabai, harga daging ayam di pasar tradisional seperti pasar Simpang Limun Medan juga menunjukkan penurunan.

    Sebelumnya, para pedagang yang pada Jumat lalu menjual Rp41.000 per kilogram, pada awal pekan ini menjadi Rp38.000 per kilogram.

    Hal yang sama juga ada di Pajak Pemda atau Pasar Tradisional Karya Anak Bangsa simpang Pemda Medan.

    Harga ayam dijual berkisar Rp38 ribu per Kg. Penurunan juga terpantau merata di level pedagang besar.

  3. 3. Kenaikan pasokan dalam empat pekan terakhir menjadi pemicu utama turunnya harga daging ayam

    Potongan daging ayam segar dipajang untuk dijual di atas meja kios Pasar Pagi Setiabudi, Medan.
    Daging ayam di Pasar Pagi Setiabudi Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Menurut Gunawan, kenaikan pasokan dalam empat pekan terakhir menjadi pemicu utama turunnya harga daging ayam. Sementara di sisi permintaan justru cenderung menurun, padahal harga pokok produksi (HPP) sedang dalam tren naik.

    Dengan kondisi pasokan yang melimpah di pasar tradisional, kedua komoditas ini diproyeksikan menjadi penahan inflasi dan berpotensi menyumbang deflasi pada Oktober ini.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More