Informasi tersebut berdasarkan data yang IDN Times rangkum dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalopspb) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).
Empat Kabupaten di Aceh Dilanda Banjir dan Longsor

- Hujan berintensitas tinggi memicu banjir dan longsor di Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, serta Aceh Tamiang pada 9–12 Oktober 2026.
- Aceh Tenggara mencatat dampak terbesar dengan 350 KK atau 1.387 jiwa terdampak; banjir merusak tanggul, menggenangi jalan nasional, lahan pertanian, dan fasilitas umum.
- BPBD bersama instansi terkait melakukan pendataan, pemantauan, pembersihan material, serta penanganan tanggul; sejumlah wilayah mulai surut, tanpa laporan korban jiwa.
Banda Aceh, IDN Times - Hujan dengan intensitas tinggi melanda Aceh dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, sejumlah kabupaten di Tanah Rencong mengalami banjir serta longsor. Bahkan sebagian warga terpaksa mengungsi, pada Senin (12/10/2026).
Adapun empat daerah tersebut, yakni Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Tenggara, dan Kabupaten Aceh Tamiang.
1. Banjir dan longsor terjadi di Aceh Tengah

Jalan longsor di Kabupaten Aceh Tengah. (Dokumentasi BPBA untuk IDN Times) Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Aceh Tengah, banjir dan tanah longsor terjadi pada Minggu (11/10/2026) pukul 17.00 WIB. Informasi yang diperbarui pada Minggu pukul 21.09 WIB itu menyebutkan, banjir terjadi di Gampong Bamil Nosar, Kecamatan Bintang, sedangkan tanah longsor terjadi di Gampong Toweren, Kecamatan Lut Tawar.
Cuaca ekstrem yang menyebabkan hujan deras memicu banjir dan longsor di wilayah Kabupaten Aceh Tengah. Dampak material yang dilaporkan berupa genangan di permukiman warga serta material longsor yang menutupi badan jalan. Akibatnya, lalu lintas sempat lumpuh selama lebih dari tiga jam.
Jumlah korban terdampak masih dalam pendataan. Tidak ada laporan pengungsi maupun korban jiwa dalam laporan tersebut.
BPBD Kabupaten Aceh Tengah mengerahkan satu unit ekskavator untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan. Petugas juga melakukan pemantauan, pendataan, pelaporan, dan koordinasi dengan pihak terkait.
Dalam laporan kondisi terakhir, material longsor telah ditangani dan lalu lintas kembali normal.
2. Banjir dan longsor melanda Gayo Lues

Jalan longsor di Kabupaten Gayo Lues. (Dokumentasi BPBA untuk IDN Times) Banjir dan tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Gayo Lues sejak Jumat (9/10/2026). Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Gayo Lues yang diperbarui pada Senin, pukul 11.03 WIB, hujan lebat dengan durasi panjang dan intensitas tinggi mengguyur sejumlah kecamatan di daerah tersebut.
Tanah longsor dilaporkan terjadi di Kecamatan Blangkejeren, tepatnya di Gampong Kala Pinang, Leme, dan Agusen. Longsor juga terjadi di Gampong Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, serta Gampong Tetumpun, Kecamatan Putri Betung.
Sementara itu, banjir terjadi di Gampong Leme, Kecamatan Blangkejeren; Gampong Ulun Tanoh, Kecamatan Kuta Panjang; Gampong Palok, Kecamatan Blangkejeren; serta Gampong Badak, Kecamatan Dabun Gelang.
Dampak material yang dilaporkan meliputi sejumlah rumah warga yang tergenang air bercampur lumpur sehingga mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat. Pondasi serta tanah pendukung di sekitar Jembatan Kendawi juga tergerus. Selain itu, persawahan warga terendam banjir.
Laporan tersebut juga menyebutkan jalan nasional lintas Blangkejeren–Takengon sempat ditutup sementara. Satu unit jembatan pada jalur Takengon–Blangkejeren dilaporkan tidak dapat dilalui. Sementara itu, jalan lintas Gampong Ketukah, Kecamatan Blangjerango, mengalami amblas.
Sebanyak enam kepala keluarga (KK) terdampak, sedangkan jumlah jiwa yang terdampak dan pengungsi masih dalam pendataan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Personel Pusdalops PB dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Gayo Lues terus melakukan pemantauan dan bersiaga selama 24 jam. Tim gabungan BPBD, PUPR/HK, dan instansi terkait juga menurunkan satu unit ekskavator Komatsu untuk mengeruk serta membersihkan material longsor dari badan jalan.
Berdasarkan kondisi terakhir, arus sungai dilaporkan berkekuatan sedang hingga kuat, tetapi debit air tidak lagi menunjukkan kenaikan. Material sampah yang hanyut juga mengalir lancar. Tidak ada luapan baru dan potensi genangan di permukiman warga dapat dihindari.
Banjir telah surut dan akses jalan serta jembatan dilaporkan sudah dapat dilalui. Namun, Gampong Ketukah belum dapat dilalui kendaraan roda empat karena lebar jalan yang tersisa sangat sempit.
3. Banjir dan longsor di Aceh Tenggara berdampak pada 1.387 jiwa

Kondisi di Kabupaten Aceh Tenggara. (Dokumentasi BPBA untuk IDN Times) Kabupaten Aceh Tenggara juga mengalami banjir dan tanah longsor sejak Jumat, pukul 23.32 WIB. Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Aceh Tenggara yang diperbarui pada Senin, pukul 12.45 WIB, kejadian tersebut tersebar di sejumlah kecamatan.
Banjir dan longsor dilaporkan terjadi di Gampong Kati Maju, Kecamatan Ketambe; Gampong Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan; Gampong Pulo Latong, Kecamatan Babussalam; serta Gampong Lawe Kihing, Bambel Gabungan, Terutung Seperai, Terutung Megara Asli, Kute Antara, dan Biak Muli di Kecamatan Bambel.
Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Aceh Tenggara menyebabkan tanggul Sungai Lawe Bulan jebol di Gampong Pulonas Baru. Kondisi tersebut mengakibatkan air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.
Selain itu, kondisi tanah di lereng sekitar ruas jalan nasional Kutacane–Blangkejeren menjadi labil sehingga terjadi longsor di Gampong Kati Maju, Kecamatan Ketambe.
Material tanah dan lumpur menutupi badan jalan Kutacane–Blangkejeren di Gampong Kati Maju. Kondisi tersebut menghambat lalu lintas dari kedua arah dan menyebabkan kemacetan panjang.
Tanggul Sungai Lawe Bulan di Gampong Pulonas Baru dilaporkan jebol dan menyebabkan air meluap ke permukiman. Intake sumber air bersih Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara juga hanyut tergerus banjir.
Dampak lainnya, tanggul penahan tebing Sungai Lawe Bulan/Lawe Kisam di Gampong Lawe Kihing jebol sepanjang sekitar 50 meter. Banjir juga merendam sekitar 15 hektare lahan pertanian di Gampong Lawe Kihing, Bambel Gabungan, dan Terutung Seperai.
Akses jalan nasional Kutacane-Medan di wilayah Gampong Bambel Gabungan hingga Terutung Megara Asli terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 30–50 sentimeter. Gudang logistik BPBD dan fasilitas SMPIT Al Khansa juga tergenang.
Banjir turut memicu aksi masyarakat memblokir akses jalan nasional di Gampong Terutung Seperai sehingga menyebabkan kemacetan panjang. Hujan kembali turun dalam durasi panjang dengan intensitas tinggi hingga sedang. Tanggul Sungai Lawe Bulan/Lawe Kisam yang sebelumnya telah ditutup kembali jebol pada pukul 23.00 WIB.
Sebanyak 350 KK atau 1.387 jiwa terdampak banjir dan longsor. Jumlah pengungsi masih dalam pendataan, sedangkan korban jiwa dilaporkan nihil.
BPBD Kabupaten Aceh Tenggara melakukan kajian cepat dan mengerahkan anggota TRC ke lokasi untuk melakukan pendataan. Petugas juga menurunkan satu unit ekskavator untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.
Alat berat BPBD turut mengeruk dan membersihkan material kayu gelondongan yang menutup aliran air di jembatan Bailey Pulo Latong. Personel Damkar BPBD membersihkan endapan lumpur bekas banjir di ruas jalan Pulonas Baru–Lawe Rutung.
Selain itu, BPBD menurunkan alat berat untuk menutup tanggul, mengeruk, dan menormalisasi sungai di Gampong Lawe Kihing. Petugas juga mendirikan tenda posko pengungsi di Gampong Bambel Gabungan serta memasang karung pasir di lokasi tanggul jebol di Sungai Lawe Bulan/Lawe Kisam, Gampong Lawe Kihing.
Dalam laporan kondisi terakhir, air dilaporkan berangsur surut.
4. Banjir Meluas di Aceh Tamiang

Tangkap layar video warga kondisi banjir di salah satu gampong di Kabupaten Aceh Tamiang. (IDN Times) Banjir juga melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang sejak Minggu, pukul 19.00 WIB. Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Aceh Tamiang yang diperbarui pada Senin, pukul 12.50 WIB, banjir terjadi di sembilan kecamatan.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Tenggulun, yakni Gampong Simpang Kiri, Tenggulun, Rimba Sawang, Sumber Makmur, dan Tebing Tinggi; Kecamatan Kejuruan Muda, yakni Gampong Alur Selebu dan Tanjung Genteng; Kecamatan Karang Baru, yakni Gampong Sukajadi dan Tanjung Karang; serta Kecamatan Bendahara, yakni Gampong Marlempang dan Balai.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Bandar Pusaka, tepatnya di Gampong Babo, Batu Badulang, dan Pengidam; Kecamatan Tamiang Hulu, yakni Gampong Rongoh dan Bandar Khalifah; Kecamatan Seruway di Gampong Gelung; Kecamatan Rantau di Gampong Alur Manis; serta Kecamatan Kota Kuala Simpang di Gampong Sriwijaya.
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir dan menggenangi permukiman warga. Jumlah keseluruhan warga terdampak masih dalam pendataan.
Di Kecamatan Tenggulun, sebanyak 50 KK terdampak di Gampong Simpang Kiri dengan ketinggian air sekitar 60 sentimeter. Di Gampong Tenggulun, sebanyak 30 KK terdampak, sedangkan di Gampong Rimba Sawang tidak ada pengungsi yang dilaporkan.
Di Gampong Sumber Makmur, laporan mencatat 10 KK terdampak dengan ketinggian air sekitar satu meter.
Di Kecamatan Kejuruan Muda, sebanyak 25 KK terdampak di Gampong Alur Selebu. Sementara itu, di Kecamatan Karang Baru, kondisi di Gampong Sukajadi masih dalam pendataan dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Tidak ada pengungsi yang dilaporkan di Gampong Tanjung Karang.
Di Kecamatan Bendahara, tidak ada pengungsi yang dilaporkan di Gampong Marlempang. Namun, sebanyak 55 KK terdampak di Gampong Balai dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter.
Di Kecamatan Bandar Pusaka, tidak ada pengungsi yang dilaporkan di Gampong Babo. Sementara itu, di Kecamatan Tamiang Hulu, sebanyak 30 KK terdampak di Gampong Rongoh dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter. Di Gampong Bandar Khalifah, sebanyak 150 KK dilaporkan terdampak.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian banjir di Aceh Tamiang. BPBD setempat melakukan persiapan di workshop BPBD, pemantauan, penyusunan laporan rutin, pendataan, dan observasi lapangan.
Berdasarkan kondisi terakhir, air di sebagian wilayah berangsur surut, sedangkan debit air di sejumlah lokasi lainnya masih bertambah.











![[BREAKING] Banjir Terjang Langkat dan Binjai, BPBD Masih Data Dampak](https://image.idntimes.com/post/20260927/reactnativeblobutiltmp_gvxq75x0oikaixawuwilso_e0e38ffd-9ac7-4d80-a64e-2ab602786483.jpeg)

![[BREAKING] Sungai Tamiang Meluap, Sejumlah Daerah Terendam](https://image.idntimes.com/post/20260915/ilustrasi_banjir_62663e7e-1ca6-493a-aded-ff8ea57e1373.png)








