Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jual-Isap Narkoba Terang-terangan di Sumut Indikasi Penegakan Hukum Lemah

Jual-Isap Narkoba Terang-terangan di Sumut Indikasi Penegakan Hukum Lemah
Ilustrasi narkoba. (IDN Times/Sukma Shakti)
Intinya Sih
  • Video viral pria diduga mengisap sabu di Binjai memicu sorotan publik soal maraknya penyalahgunaan narkoba secara terbuka di Sumatra Utara.
  • Akademisi hukum menilai fenomena ini mencerminkan lemahnya penegakan hukum dan mendesak sinergi aparat untuk penindakan luar biasa di zona merah seperti Kota Binjai.
  • Pihak kepolisian memastikan pelaku positif pengguna narkoba, telah menjalani rehabilitasi, dan hasil asesmen BNN menunjukkan adanya indikasi gangguan kejiwaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Binjai, IDN Times – Publik khususnya jagat maya di Sumatera Utara, kembali dihebohkan dengan video viral seorang pria yang diduga asyik mengonsumsi narkotika jenis sabu secara terang-terangan. Seolah tanpa rasa takut, pria diketahui berinisial berinisial ABD (26) asal Desa Beringin, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, terlihat asik diduga mengisap siputih di halaman rumah warga Jalan S.M. Raja, Kelurahan Sumber Mulyorejo, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai.

Hal ini menimbulkan fenomena baru terkait kejahatan narkotika yang dilakukan secara terang-terangan di Sumatra Utara. Sebab, tidak hanya di Kota Binjai, beberapa waktu lalu video viral penjualan dan pengguna juga sempat beredar di media sosial.

1. Adanya indikasi lemahnya penegakan hukum oleh aparat terkait

IMG-20250807-WA0011.jpg
Praktisi Hukum Dr T. Riza Zarzani, S.H., M.H, yang juga dosen pancabudi angkat bicara terkait polemik dugaan korupsi dana insentif fiskal binjai (IDN Times/ istimewa)

Menanggapi fenomena "nyabu" terang-terangan ini, Akademisi Hukum dari Universitas Pancabudi Medan, Assoc Prof T Riza Zarzani angkat bicara. Riza menilai, keberanian pelaku melakukan kejahatan di tempat terbuka menunjukkan adanya indikasi lemahnya penegakan hukum oleh aparat terkait.

"Berdasarkan Teori Broken Windows, seseorang berani berbuat menyimpang secara terbuka karena adanya lingkungan yang terlihat tidak terawat atau hukum yang tidak tegas," kata Riza, Jumat (27/3/2026).

Riza menjelaskan, pengaruh konsumsi narkotika telah membuat tingkat fear of crime atau rasa takut melakukan kejahatan pada diri pelaku menjadi sangat rendah. Ini juga menjadi sinyal bahwa tingkat rehabilitasi atau penyembuhan bagi para pecandu di wilayah tersebut masih sangat minim. "Keberanian ini menunjukkan narkoba semakin mudah didapat akibat peredaran yang tidak terkontrol," jelas Riza.

2. Penindakan luar biasa harus dilakukan, Kota Binjai masuk dalam zona merah 

IMG-20250811-WA0027.jpg
Mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemko Binjai (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Ia juga menyoroti aksi masyarakat yang memilih memviralkan kejadian tersebut sebagai bentuk fenomena no viral no justice. Masyarakat kini cenderung bertindak praktis dengan merekam bukti nyata agar kejahatan dapat segera ditindak oleh pihak kepolisian.

"Sumatra Utara sudah bertahun-tahun menjadi juara tingkat prevalensi penyalahgunaan narkoba, dan Kota Binjai sendiri termasuk zona merah," ungkap Riza.

Ia mendesak adanya sinergi kuat antara Polres Binjai, BNN, Kejaksaan, hingga Pemerintah Daerah untuk melakukan penindakan luar biasa. "Harus ada penindakan aktif terhadap pengedar dan bandar besar, serta penerapan rehabilitasi yang efektif bagi pecandu sesuai UU No 35 Tahun 2009," tegas Riza.

3. Pria vira divideo diduga gunakan sabu jalani rehabilitasi

Barang bukti sabu 10,3 kilogram diamankan Satresnarkoba Polres Banjarbaru, Selasa (3/6/2025). (Hendra Lianor/IDN Times)
Barang bukti sabu 10,3 kilogram diamankan Satresnarkoba Polres Banjarbaru, Selasa (3/6/2025). (Hendra Lianor/IDN Times)

Kasat Narkoba Polres Binjai AKP Ismail Pane mengaku, usai ditangkap pihak kepolisian dengan melakukan penyelidikan dan memintai keterangan terduga pelaku. Ternyata, dalam video yang sempat beredar dan viral di medsos jika yang bersangkutan saat dalam video tidak menggunakan narkotika jenis sabu-sabu.

"Jadi saat kita mintai keterangan dan hasil dari barang bukti diamankan dilapanga. Terduga pelaku tidak menggunakan sabu-sabu seperti terlihat dalam video," kata Ismail Pane.

Ternyata, jelas dia, terduga pelaku membuat alat seperti alat isap sabu-sabu (bong) dan alat itu diletakan rokok. Jadi, seolah-olah yang bersangkutan dalam video menghisap sabu-sabu.

"Dia mengakui jika pernah pakai sabu sekitar 3 bulan lalu dan dapat barang dari Kampung Lalang, Medan. Hasil tes urine yang kita lakukan juga ABD positif pengguna narkoba, jadi kita lakukan rehabilitasi," tegas Pane.

4. Kepala BNN akui pria viral gunakan sabu di halaman rumah alami gangguan jiwa

ilustrasi narkoba (IDN Times/Mardya Shakti)
ilustrasi narkoba (IDN Times/Mardya Shakti)

Di sisi lain, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Binjai, Bapak Ucok Ferry, membenarkan jika ABD sudah dilakukan rehabilitasi setelah pihaknya melakukan serangkaian pemeriksaan. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan narkotika.

"Sudah kami lakukan kolaborasi dengan Polres Binjai. Penanganan sudah diamankan kepolisian dan di assement BNN di rekomendasi rehabilitasi," kata Ferry.

Dirinya juga mengakui, dari hasil assement yang dilakukan diduga ABD seperti mengalami gangguan jiwa. "Sepertinya ada masalah kejiwaan juga bang. Untuk hasil detil bisa ditanyakan Katim rehab bang," pinta dia.

Sayang, Ucok Ferry enggan berkomentar ketika disinggung seperti apa penangan narkotika di Binjai dengan Instasi terkait. Dan adakah pihaknya melakukan pemetaan zona merah terkait peredaran narkotika hingga berapa persen kesembuhan pecandu yang direhabilitasi.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More