Baru Selesai 120 Unit, Sisa Target Huntap di Tapsel Dikebut April 2025

- Pembangunan 227 unit hunian tetap di Desa Hapesong Baru sudah mencapai 120 unit selesai, dengan target seluruhnya rampung pada 20 April 2026.
- Menteri Tito Karnavian menekankan pentingnya data penerima bantuan yang cepat dan akurat agar penyaluran bantuan pemerintah lebih tepat sasaran.
- Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan Yayasan Buddha Tzu Chi menjadi faktor utama percepatan pembangunan huntap bagi korban bencana di Tapanuli Selatan.
Tapanuli Selatan, IDN Times – Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, menunjukkan progres signifikan. Dari total 227 unit yang direncanakan, sebanyak 120 unit telah rampung dan sisanya masih dalam tahap pengerjaan.
Kunjungan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait yang didampingi Wakil Gubernur Sumut Surya menjadi momentum evaluasi percepatan pembangunan, dengan target seluruh unit selesai pada 20 April 2026.
1. 227 hunian dibangun, ditargetkan rampung April

Pembangunan huntap di Desa Hapesong Baru menjadi salah satu proyek prioritas pascabencana di Sumatera Utara. Hingga saat ini, 120 unit rumah telah selesai dibangun, sementara 107 unit lainnya masih dalam proses.
Seluruh pembangunan ditargetkan rampung pada 20 April 2026. Wakil Gubernur Sumut, Surya, menyebut pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bentuk nyata kehadiran negara.
“Pembangunan ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kepastian tempat tinggal yang layak dan aman,” ujar Surya dalam keterangan resmi.
2. Data cepat jadi kunci percepatan bantuan

Tito Karnavian menekankan pentingnya kecepatan pemerintah daerah dalam menyiapkan data penerima bantuan secara akurat. Menurutnya, pendekatan by name by address menjadi faktor krusial dalam mempercepat penyaluran bantuan.
"Kita mengapresiasi Bupati yang sangat cepat memberikan data sehingga bantuan segera tersampaikan. Ini kerja yang tidak ringan. Saya meminta daerah lain juga mencontoh kecepatan ini agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan cepat diterima rakyat," tegasnya.
3. Kolaborasi lintas sektor percepat pembangunan

Pembangunan huntap ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyoroti sinergi tersebut. “Ini kolaborasi luar biasa. Tanahnya dari PTP, listrik dari PLN, rumahnya dari Buddha Tzu Chi,” ujarnya.


















