Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekspor Lidi Sumut Tembus Rp197,29 Miliar hingga September
Nilai ekspor lidi asal Sumatera Utara mencapai Rp197,29 miliar sepanjang Januari hingga awal September 2026. (Dok Barantin)
  • Nilai ekspor lidi Sumatera Utara mencapai Rp197,29 miliar hingga awal September 2026, melampaui capaian sepanjang 2025.
  • Volume ekspor 2026 tercatat 23,26 juta kilogram, masih di bawah 34,18 juta kilogram pada 2025.
  • Pakistan, China, dan Vietnam menjadi pasar utama, sementara Barantin mendampingi UMKM memenuhi persyaratan ekspor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2024

Ekspor lidi tercatat 14,42 juta kilogram melalui 287 kali sertifikasi dengan nilai Rp66,39 miliar.

2025

Volume ekspor naik menjadi 34,18 juta kilogram dari 676 kali sertifikasi dengan nilai Rp108,42 miliar. Pengiriman lidi ke Pakistan mencapai lebih dari 24 juta kilogram.

sejak April 2026

Abdul Kadir Karding tercatat sebagai Kepala Barantin berdasarkan sumber resmi lembaga tersebut.

hingga awal September 2026

Volume ekspor lidi mencapai 23,26 juta kilogram. Nilai ekspornya menembus Rp197,29 miliar.

Rabu (16/9/2026)

Karantina Sumut menggelar kegiatan hibrida bertema "Kupas Tuntas: Lidi Sumatera Utara Menembus Pasar Dunia".

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Nilai ekspor lidi asal Sumatera Utara mencapai Rp197,29 miliar hingga awal September 2026.
  • Who?
    Barantin, Karantina Sumut, pelaku UMKM, serta eksportir lidi Sumatera Utara terlibat dalam kegiatan ekspor dan pendampingan.
  • Where?
    Ekspor berasal dari Sumatera Utara, dengan Pelabuhan Belawan sebagai pintu pengeluaran berfrekuensi sertifikasi tertinggi.
  • When?
    Nilai dan volume ekspor dicatat sepanjang Januari hingga awal September 2026.
  • Why?
    Peluang ekspor bergantung pada kemampuan pelaku usaha memenuhi persyaratan negara tujuan.
  • How?
    Setiap pengiriman memenuhi persyaratan karantina sebelum diterbitkan Phytosanitary Certificate sebagai bagian dari persyaratan fitosanitari negara tujuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lidi dari Sumatera Utara dikirim ke negara lain dan nilainya sudah Rp197,29 miliar sampai awal September 2026. Barantin mencatat jumlah lidi yang dikirim 23,26 juta kilogram. Pakistan, China, dan Vietnam menjadi pasar utama. Barantin membantu UMKM memahami aturan karantina sebelum lidi dikirim.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Peningkatan nilai ekspor lidi menunjukkan komoditas ini memiliki peluang ekonomi bagi masyarakat daerah. Pendampingan Barantin kepada UMKM, dukungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, serta pengenalan platform JAMBUR memberi ruang bagi pelaku usaha untuk memahami persyaratan karantina dan ketentuan negara tujuan dalam kegiatan ekspor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Nilai ekspor lidi asal Sumatera Utara mencapai Rp197,29 miliar sepanjang Januari hingga awal September 2026. Angka tersebut telah melampaui nilai ekspor sepanjang 2025 yang tercatat Rp108,42 miliar.

Berdasarkan data Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara, volume ekspor lidi hingga awal September 2026 mencapai 23,26 juta kilogram. Angka itu justru masih di bawah volume ekspor sepanjang 2025 yang mencapai 34,18 juta kilogram.

1. Nilai ekspor lidi sumut melampaui capaian 2025

Nilai ekspor lidi asal Sumatera Utara mencapai Rp197,29 miliar sepanjang Januari hingga awal September 2026. (Dok Barantin)

Data Karantina Sumut menunjukkan nilai ekspor lidi terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, ekspor lidi tercatat sebanyak 14,42 juta kilogram melalui 287 kali sertifikasi dengan nilai Rp66,39 miliar.

Pada 2025, volumenya naik menjadi 34,18 juta kilogram dari 676 kali sertifikasi dengan nilai Rp108,42 miliar. Sementara hingga awal September 2026, volumenya baru mencapai 23,26 juta kilogram, tetapi nilai ekspornya sudah menembus Rp197,29 miliar.

Secara nominal, nilai ekspor tersebut sekitar 82 persen lebih tinggi dibandingkan total nilai ekspor 2025 berdasarkan angka yang disampaikan Barantin. Perbedaan antara volume dan nilai ini belum dapat disimpulkan sebagai kenaikan harga karena diperlukan data harga dan rincian komoditas yang lebih lengkap.

Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumatera Utara, N. Prayatno Ginting, mengatakan lidi sawit kini berkembang menjadi salah satu komoditas yang memiliki peluang ekonomi bagi masyarakat. Jabatan Ginting tersebut tercantum dalam profil resmi Barantin.

"Dari limbah menjadi primadona ekspor. Lidi sawit kini menjangkau berbagai pasar luar negeri dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat daerah," ujar Ginting.

2. Pakistan Jadi Salah Satu Pasar Terbesar

Nilai ekspor lidi asal Sumatera Utara mencapai Rp197,29 miliar sepanjang Januari hingga awal September 2026. (Dok Barantin)

Karantina Sumut menyebut tiga negara yang menjadi pasar utama ekspor lidi Sumatera Utara sepanjang 2024-2026 adalah Pakistan, China, dan Vietnam.

Pakistan disebut menjadi pasar terbesar. Pada 2025, pengiriman lidi Sumut ke negara tersebut mencapai lebih dari 24 juta kilogram. Selain Pakistan, China, dan Vietnam, komoditas tersebut juga disebut telah dipasarkan ke Malaysia, Iran, Afghanistan, Thailand, Nepal, Mauritius, Uzbekistan, hingga Arab Saudi.

Untuk jalur pengiriman, Pelabuhan Belawan disebut menjadi pintu pengeluaran dengan frekuensi sertifikasi tertinggi. Setelah itu, terdapat Pelabuhan Tanjung Balai Asahan dan Bandara Kualanamu.

Ginting mengatakan peluang ekspor tersebut tetap bergantung pada kemampuan pelaku usaha memenuhi persyaratan negara tujuan.

"Permintaan dari negara tujuan cukup besar dan terus berkembang, namun kunci keberlanjutannya tetap pada pemenuhan persyaratan negara tujuan agar keberterimaan dan kesinambungan ekspor tetap terjaga," kata dia.

3. Barantin Dorong UMKM Pahami Syarat Ekspor

Nilai ekspor lidi asal Sumatera Utara mencapai Rp197,29 miliar sepanjang Januari hingga awal September 2026. (Dok Barantin)

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Karantina, Wisnu Wasisa Putra, mengatakan Barantin berupaya mendampingi pelaku UMKM agar memahami persyaratan karantina dan ketentuan negara tujuan sebelum melakukan ekspor.

"Peran Barantin hadir untuk memastikan setiap kilogram lidi yang diekspor bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina, memenuhi persyaratan sanitasi dan mutu negara tujuan, serta menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap produk hasil pertanian Indonesia," ujar Wisnu.

Menurut Wisnu, Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mendorong lembaganya menjadi mitra bagi pelaku usaha. Karding memang tercatat sebagai Kepala Barantin sejak April 2026 berdasarkan sumber resmi lembaga tersebut.

Salah satu upaya yang disebut dilakukan Barantin adalah Webseries Go Ekspor Barantin yang mengangkat berbagai komoditas UMKM dari daerah. Kegiatan dengan tema "Kupas Tuntas: Lidi Sumatera Utara Menembus Pasar Dunia" digelar secara hibrida oleh Karantina Sumut pada Rabu (16/9/2026).

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang juga menyatakan akan mendampingi pelaku UMKM agar komoditas lidi yang dihasilkan masyarakat memiliki nilai ekonomi lebih besar. Sementara itu, Karantina Sumut memperkenalkan platform digital JAMBUR untuk mendukung transparansi data dan tata kelola pelayanan.

Setiap pengiriman lidi tetap harus memenuhi persyaratan karantina sebelum diterbitkan Phytosanitary Certificate. Dokumen tersebut menjadi bagian dari pemenuhan persyaratan fitosanitari negara tujuan.

Editorial Team

Related Article