Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TPPO ke Myanmar via Kualanamu, Korban Nyaris Jadi Online Scammer

Kota Medan
TPPO ke Myanmar via Kualanamu, Korban Nyaris Jadi Online Scammer
Ilustrasi perdagangan orang. (IDN Times/Sukma Shakti)
  • SAH semula dijanjikan pekerjaan di Medan, tetapi mengetahui rencana keberangkatannya ke luar negeri sebagai operator penipuan daring.
  • Setelah menemukan kejanggalan, SAH menghubungi keluarga yang berkoordinasi dengan polisi di Bandara Kualanamu.
  • Polisi menangkap W di area keberangkatan serta menyita paspor dan tiket pesawat untuk mendalami kasus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Deli Serdang menggagalkan pengiriman terduga korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Para korban rencananya diberangkatkan ke Myanmar lewat Bandara Kualanamu, Kabupaten Deliserdang, Jumat (11/9/2026).

Petugas menangkap satu pria berinisial W (41), warga Medan, yang diduga berperan sebagai agen pengiriman, tepat saat korban berinisial SAH (29), warga Tanjung Balai, hendak terbang menggunakan maskapai Batik Air menuju luar negeri.

  1. 1. Modus kerja di Medan berujung tawaran jadi "online scammer" di luar negeri

    ilustrasi online scam (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi online scam (IDN Times/Aditya Pratama)

    Kronologi penggagalan ini berawal dari kecurigaan SAH sendiri terhadap pekerjaan yang dijanjikan kepadanya. Ia semula dijanjikan bekerja di Medan, namun belakangan mengetahui justru akan diberangkatkan ke luar negeri untuk dipekerjakan sebagai operator penipuan daring atau online scammer — jauh berbeda dari kesepakatan awal.

    “Menyadari ada kejanggalan, SAH segera menghubungi pihak keluarganya lewat telepon, yang kemudian berkoordinasi dengan polisi yang bertugas di Bandara Kualanamu sebelum keberangkatan terjadi,” kata Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol Muhammad Isral, dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

    Modus perekrutan berkedok kerja di dalam negeri yang berujung eksploitasi di luar negeri ini sebenarnya bukan pola baru. Kepolisian dan Kementerian Luar Negeri berulang kali membongkar kasus serupa di mana WNI korban TPPO dipaksa menjadi operator penipuan daring maupun judi online di kawasan konflik Myawaddy, Myanmar. Korban kerap berasal dari berbagai provinsi termasuk Sumatra Utara.

    “Kewaspadaan calon korban seperti SAH, yang segera melapor begitu merasa ada kejanggalan, terbukti krusial dalam mencegah kasus ini berulang,” katanya.

  2. 2. Tersangka diringkus di area keberangkatan saat hendak lepas landas

    Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti)
    Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti)

    Begitu laporan keluarga korban diterima, petugas di Bandara Kualanamu langsung bergerak cepat. Momentum penangkapan dilakukan saat tersangka dan korban sudah berada di area keberangkatan, tepat sebelum pesawat Batik Air yang mereka tumpangi lepas landas menuju luar negeri.

    “Koordinasi cepat antara keluarga korban dan aparat kepolisian dilakukan dalam menggagalkan pengiriman ini sebelum korban benar-benar meninggalkan wilayah Indonesia,” ungkapnya.

  3. 3. Paspor dan tiket pesawat disita sebagai barang bukti, kasus terus didalami

    Ilustrasi Borgol diatas Laptop
    berbaring-datar-borgol-dengan-laptop-dan-ruang-salin : Source: freepik

    Selain menangkap tersangka, petugas turut menyita sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan TPPO ini, yakni paspor milik tersangka dan korban serta tiket pesawat dengan tujuan luar negeri.

    “Barang bukti ini menjadi kunci penting bagi penyidik untuk melacak jaringan yang terlibat dalam rencana pengiriman SAH, termasuk kemungkinan adanya pihak lain di balik agen berinisial W,” ujarnya.

    Kasus ini menambah panjang daftar penanganan TPPO ke Myanmar yang selama beberapa tahun terakhir jadi perhatian serius aparat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More