Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Anak Harimau Sumatra Jering Dilepasliarkan ke TNGL Setelah Sehat

Kota Banda Aceh
Anak Harimau Sumatra Jering Dilepasliarkan ke TNGL Setelah Sehat
Harimau sumatra dilepasliarkan ke Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). (Dokumentasi BKSDA Aceh)
  • BKSDA Aceh melepasliarkan Jering, anak harimau sumatra betina berusia sekitar 1,5 tahun, ke Taman Nasional Gunung Leuser pada 10 September 2026.
  • Jering sebelumnya dievakuasi dari sekitar permukiman di Serbajadi, Aceh Timur, lalu menjalani pemantauan, perawatan medis, dan habituasi sejak 3 Agustus 2026.
  • Observasi BKSDA menunjukkan Jering sehat, memiliki sifat liar serta insting berburu yang baik, sehingga dinilai layak kembali ke habitat alaminya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banda Aceh, IDN Times - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melepasliarkan anak harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) ke kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), pada Kamis (10/9/2026). 

Anak satwa liar dilindungi tersebut sebelumnya berada di sekitar permukiman warga di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, sebelum dievakuasi untuk menjalani proses penanganan dan observasi.

“Iya, sudah dilepasliarkan tanggal 10 September 2026, kemarin,” kata Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, saat dikonfirmasi pada Selasa (15/9/2026).


  1. 1. Jering dipantau sejak awal Agustus

    WhatsApp Image 2026-09-15 at 19.29.04.jpeg
    Harimau sumatra dilepasliarkan ke Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). (Dokumentasi BKSDA Aceh)

    Ujang menjelaskan, anak harimau berjenis kelamin betina itu telah menjalani serangkaian proses pemantauan dan penanganan sejak 3 Agustus 2026.

    Proses tersebut meliputi pemantauan, observasi, serta penanganan medis di kandang jebak. Setelah itu, satwa ditranslokasikan ke kandang habituasi untuk menjalani pemantauan kesehatan, pengamatan sifat liar, dan observasi secara intensif.

    Anak harimau yang diperkirakan berusia 1,5 tahun tersebut kemudian diberi nama Jering. Nama itu diambil sebagai penanda lokasi asal evakuasinya, yakni Gampong Jering.


  2. 2. BKSDA sebut kondisi harimau sehat

    WhatsApp Image 2026-09-15 at 19.28.24.jpeg
    Harimau sumatra dilepasliarkan ke Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). (Dokumentasi BKSDA Aceh)

    Hasil observasi menunjukkan kondisi anak harimau tersebut sehat dan dinilai layak untuk kembali dilepasliarkan ke alam.

    Selain kondisi fisik, BKSDA Aceh juga mengamati kemampuan bertahan hidup dan insting berburu satwa tersebut selama menjalani habituasi.

    “Sehat dan layak lepas liar segera,” ujar Ujang.

    “Sangat baik sifat liarnya,” imbuhnya.

    Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, BKSDA Aceh menilai Jering telah memenuhi kriteria untuk dikembalikan ke habitat alaminya.


  3. 3. Jering dilepasliarkan ke kawasan TNGL

    WhatsApp Image 2026-09-15 at 19.28.25.jpeg
    Harimau sumatra dilepasliarkan ke Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). (Dokumentasi BKSDA Aceh)

    Setelah memastikan kondisi dan kemampuan bertahan hidup Jering, BKSDA Aceh memilih kawasan TNGL yang dinilai sesuai dan aman sebagai lokasi pelepasliaran.

    Pelepasliaran pada 10 September 2026 menjadi tahap akhir dari rangkaian penanganan anak harimau tersebut setelah sebelumnya dievakuasi dari wilayah Serbajadi, Aceh Timur.

    Evakuasi dilakukan untuk memastikan keselamatan satwa sekaligus mengurangi potensi konflik antara harimau sumatra dan masyarakat yang tinggal di sekitar habitatnya.

    Kini, Jering telah kembali ke alam dan diharapkan dapat bertahan hidup di kawasan hutan yang menjadi habitatnya.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More