Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kabut Asap Makin Pekat, TK SD SMP di Pekanbaru Belajar Daring Lagi

Kota Pekanbaru
Kabut Asap Makin Pekat, TK SD SMP di Pekanbaru Belajar Daring Lagi
Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru (IDN Times/ Fanny Rizano)
  • Pemkot Pekanbaru mengalihkan pembelajaran PAUD/TK, SD, dan SMP menjadi daring pada 16–19 September 2026 akibat kabut asap dan kualitas udara sangat tidak sehat hingga berbahaya.
  • Kebijakan diambil setelah rapat dengan OPD, BMKG, dan dokter paru untuk melindungi anak-anak; balita serta warga berkomorbid diminta mengurangi aktivitas luar rumah.
  • IQAir mencatat skor 255 dengan PM2.5 180,0 µg/m³, sementara jarak pandang kurang dari 1.000 meter; asap dipengaruhi angin dari Sumatra Selatan dan Jambi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pekanbaru, IDN Times - Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, kembali mengambil kebijakan untuk anak-anak atas dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kebijakan yang dimaksud yakni terkait pembelajaran di PAUD/ TK, SD hingga SMP di Kota Pekanbaru.

Dimana, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama wakilnya Markarius dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta instansi terkait memutuskan, seluruh aktivitas pembelajaran tatap muka untuk jenjang PAUD/ TK, SD dan SMP, dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. 

Langkah tersebut diambil menyusul memburuknya kualitas udara di Kota Pekanbaru. Yang mana, kebijakan itu mulai diberlakukan pada Rabu (16/9/2026) hingga Sabtu (19/9/2026).

"Keputusan ini kami ambil setelah  menggelar rapat bersama jajaran OPD terkait, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), serta dokter spesialis paru," ucap Agung Nugroho, Selasa (15/9/2026).

Agung menyebut, kebijakan PJJ atau daring merupakan langkah pemerintah untuk melindungi anak-anak dari potensi dampak kesehatan akibat paparan udara yang tercemar asap. Terlebih, kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru pada hari ini kembali berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Selain itu, Agung juga secara khusus memberi perhatian terhadap kelompok rentan. Selain anak-anak, balita dan masyarakat yang memiliki penyakit komorbid diminta mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk.

"Kami juga mengingatkan kepada kelompok rentan, balita, anak-anak, juga yang mempunyai penyakit komorbid untuk tentu hati-hati ya, untuk tidak keluar rumah," ujarnya mengingatkan.

Masyarakat yang membutuhkan masker juga dipersilakan menghubungi puskesmas terdekat. Pemerintah Kota Pekanbaru, disebut Agung, terus mendorong agar masyarakat mendapatkan perlindungan selama kondisi kabut asap berlangsung.

"Atau juga bisa menghubungi puskesmas terdekat untuk mendapatkan masker. Karena Bapak Ibu sekalian, kesehatan adalah yang nomor satu," terangnya. 

  1. 1. ISPU Pekanbaru berada di angka 268, sangat tidak sehat

    20260915_220540.jpg
    Tangkapan layar kualitas udara di Kota Pekanbaru dari aplikasi IQAir (IDN Times/ istimewa)

    Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara di aplikasi IQAir per pukul 21.00 WIB hari ini, Kota Pekanbaru mencatat skor 255. Angka tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Sedangkan pada konsentrasi partikulat halus atau PM2.5, terpantau di angka 180.0 µg/m³.

    Menurut Agung, hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara Pekanbaru belum memungkinkan aktivitas anak-anak berlangsung seperti biasa di luar ruangan. Atas kondisi kualitas udara Kota Pekanbaru tersebut, menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah dalam mengalihkan pembelajaran dari sekolah ke rumah.

    "Kondisi hari ini, kualitas udara sangat tidak baik, dalam kategori yang sangat tidak sehat atau berbahaya," ujarnya.

    Agung menegaskan, perlindungan terhadap kesehatan anak menjadi prioritas pemerintah di tengah kondisi kabut asap. Karena itu, pemerintah tidak ingin anak-anak tetap mengikuti pembelajaran tatap muka ketika kualitas udara berada pada level yang membahayakan.

    Ia mengatakan, kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan. Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, belum terdapat kemungkinan hujan turun dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah berharap hujan dapat turun mulai Jumat sehingga membantu memperbaiki kualitas udara di Bumi Lancang Kuning.

    "Dan tentu mengingat tentang cuaca hujan yang belum ada kemungkinan sampai pada hari Jumat, mudah-mudahan kita berdoa hari Jumat curah hujan turun se-Provinsi Riau," katanya.

  2. 2. Minta sekolah tidak membebankan orang tua dan anak

    IMG-20260830-0026.jpg
    Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho (IDN Times/ dok Pemko Pekanbaru)

    Atas kebijakan itu, dalam penerapannya, Agung meminta kepada pihak sekolah untuk tidak menjadikan PJJ atau daring sebagai beban baru orang tua maupun anak. Orang nomor satu di Kota Pekanbaru itu meminta guru untuk menyesuaikan materi dan tugas yang proporsional dan tidak membebani orang tua. Sehingga proses pembelajaran tetap berjalan tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada orang tua dan anak. 

    "Untuk itu, kepada seluruh sekolah untuk dapat menyiapkan semua untuk bagaimana tidak memberatkan orang tua dan juga tidak memberatkan terkait anak-anak yang belajar di rumah," pinta agung.

    Agung juga meminta ke para orang tua untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak selama mengikuti PJJ atau daring. Ia berharap, kebijakan tersebut dapat dipahami sebagai upaya bersama untuk menjaga kesehatan anak-anak sembari menunggu kondisi udara kembali membaik.

    "Mohon support untuk anak-anak kita agar pembelajaran jarak jauh didampingi," pintanya lagi.

  3. 3. Jarak pandang kurang dari 1.000 meter, pergerakan asap dari selatan Sumatra

    IMG_20260915_221328_836.jpg
    Pergerakan asap terlihat dari wilayah selatan Sumatra (IDN Times/ IG ssc_riau)

    Dalam kesempatan itu, BMKG memberi penjelasan terkait kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Warjono mengatakan, hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya asap di wilayah Pekanbaru. Bahkan, jarak pandang tercatat kurang dari 1.000 meter.

    "Dari BMKG menginformasikan bahwa cuaca hari ini terdeteksi adanya asap. Jarak pandang bahkan kurang dari 1.000," kata Warjono.

    Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan, terdapat 29 titik panas di Provinsi Riau, yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil). Namun, kondisi asap yang masuk ke Kota Pekanbaru juga dipengaruhi oleh pergerakan asap dari wilayah selatan Sumatra.

    BMKG mencatat, jumlah hotspot di Sumatra Selatan mencapai lebih dari 2.000 titik, sementara di Jambi terdapat lebih dari 400 titik. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan titik panas yang terpantau di Provinsi Riau.

    "Jadi asap ini berasal dari selatan karena arah angin dari tenggara, selatan menuju ke utara," jelasnya.

    Menurut Warjono, arah angin tersebut membuat asap dari wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) dan Jambi berpotensi terbawa menuju Provinsi Riau, termasuk Pekanbaru.

    Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa meskipun titik panas di dalam Kota Pekanbaru tidak ditemukan, bukan berarti masyarakat, terutama anak-anak, terbebas dari ancaman paparan asap.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More