kontainer barang ekspor-impor (canva.com)
Leni Rahmasari mengatakan nilai devisa ekspor Aceh selama enam bulan pertama 2026 mencapai USD366,66 juta atau sekitar Rp6,3 triliun, dengan total berat bersih barang mencapai 7,09 juta ton.
Ekspor masih didominasi produk mineral dengan nilai devisa USD261,93 juta atau 71,4 persen dari total ekspor Aceh.
Sektor perkebunan berada di posisi kedua dengan nilai USD64,51 juta atau 17,6 persen. Selanjutnya komoditas minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) menyumbang USD29,74 juta atau 8,1 persen.
Ketiga kelompok komoditas tersebut menyumbang sekitar 97,1 persen dari total devisa ekspor Aceh.
Untuk produk mineral, batu bara menjadi komoditas utama dengan nilai devisa USD261,59 juta. Ekspor batu bara dilakukan PT Mifa Bersaudara, PT Bara Energi Lestari, dan PT Media Djaya Bersama.
PT Mifa Bersaudara menjadi eksportir terbesar dengan kontribusi 72,87 persen, disusul PT Bara Energi Lestari 21,33 persen dan PT Media Djaya Bersama 5,79 persen.
Seluruh ekspor batu bara tersebut berasal dari Aceh Barat dan Nagan Raya. Aceh Barat menyumbang nilai devisa terbesar, yakni USD205,79 juta, sedangkan Nagan Raya sebesar USD55,80 juta.
India menjadi negara tujuan utama ekspor batu bara Aceh dengan kontribusi 83,93 persen, diikuti China, Thailand, dan Vietnam.