Ilustrasi tenggelam (IDN Times/Agung Sedana)
Kejadian bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika seorang saksi, Bunga Sianturi, mendengar sepeda motor korban melintasi penyeberangan Sungai Bah Toguran ke arah perladangan. Namun hingga pukul 12.00 WIB, korban tak kunjung terlihat di lokasi.
Saat hendak pulang, saksi mendapati sepeda motor korban masih terparkir di penyeberangan sungai, sementara korban tidak ditemukan. Temuan ini kemudian dilaporkan kepada warga dan Polsek Tanah Jawa. Upaya pencarian awal oleh masyarakat dan kepolisian belum membuahkan hasil hingga akhirnya bantuan SAR dikerahkan.
Operasi SAR memasuki hari kedua pada Selasa (30/6/2026) dengan koordinasi dari Pos SAR Danau Toba. Tim memulai pencarian sejak pukul 07.00 WIB melalui briefing dan pembagian tugas menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU I melakukan penyisiran melalui jalur udara menggunakan drone thermal ke arah hilir sejauh kurang lebih dua kilometer. Sementara SRU II menyisir bantaran sungai secara darat dengan fokus pada titik-titik yang dicurigai. Metode gabungan ini menjadi kunci dalam mempersempit area pencarian korban.