Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dinas LHK Sebut Tak Ada Titik Api di Sumut, Asap dari Daerah Lain
Potret Kota Medan dari kawasan Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Helvetia, diselimuti kabut asap, Rabu (14/10/2026). (Mahdiyyah Ardhina for IDN Times)
  • Dinas LHK Sumut menyatakan tidak ada lagi titik api, setelah dua titik di Asahan dan Samosir berhasil dipadamkan.

  • Kabut asap di Medan disebut berasal dari luar daerah dan terbawa angin, sementara kebakaran gambut menghasilkan asap pekat.

  • Pemprov Sumut membagikan masker dan berkoordinasi untuk modifikasi cuaca, serta mengimbau warga tidak membakar lahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sekitar satu setengah bulan lalu

Sumut mendeteksi dua titik api di Kabupaten Asahan dan Samosir. Keduanya kemudian berhasil dipadamkan.

Jumat (16/10/2026)

Kepala Dinas LHK Sumut Heri Wahyudi Marpaung menyampaikan penjelasan dalam konferensi pers Dinas Kominfo Sumut di Kantor Gubernur Sumut.

hari ini

Data BMKG tidak lagi mencatat hotspot di Sumatera Utara.

Kini

Kondisi Sumut disebut relatif aman, tetapi kabut asap dari luar daerah masih merambah wilayah tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Dinas LHK Sumut menyatakan tidak ada lagi titik api, sementara kabut asap dan turunnya kualitas udara masih terjadi.
  • Who?
    Dinas LHK Sumut dan Kepala Dinas LHK Sumut Heri Wahyudi Marpaung menyampaikan penjelasan tersebut.
  • Where?
    Penjelasan disampaikan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan. Kabut asap juga terjadi di Kota Medan.
  • When?
    Penjelasan disampaikan Jumat (16/10/2026). Dua titik api terakhir terdeteksi sekitar satu setengah bulan lalu.
  • Why?
    Kabut asap disebut berasal dari luar daerah dan terbawa angin. Gambut yang mengering juga membuat api sulit dipadamkan dan menghasilkan asap pekat.
  • How?
    Dua titik api dipadamkan melalui kerja sama masyarakat, TNI, BPDB, Manggala Agni, dan Dinas LHK. Pemprov membagikan masker serta berkoordinasi untuk modifikasi cuaca.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dinas LHK Sumut bilang tidak ada titik api lagi di Sumut. Dua titik api di Asahan dan Samosir sudah dipadamkan bersama warga dan petugas. Tetapi, asap masih datang dari luar daerah karena angin. Pemerintah membagikan masker dan menyiapkan hujan buatan. Warga juga diminta tidak membakar lahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dua titik api terakhir di Asahan dan Samosir telah berhasil dipadamkan melalui kerja sama masyarakat dan sejumlah unsur penanganan. Di tengah kabut asap yang masih terbawa angin dari luar daerah, langkah pembagian masker serta koordinasi modifikasi cuaca menunjukkan adanya penanganan jangka pendek bagi warga terdampak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumatera Utara memastikan tidak ada lagi titik api (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Kabut asap dan turunnya kualitas udara beberapa hari terakhir, termasuk di Kota Medan, disebut berasal dari luar daerah dan terbawa angin.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Dinas LHK Sumut Heri Wahyudi Marpaung dalam konferensi pers Dinas Kominfo Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (16/10/2026).

1. Dua titik api terakhir sudah padam

Potret Kota Medan dari kawasan Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Helvetia, diselimuti kabut asap, Rabu (14/10/2026). (Mahdiyyah Ardhina for IDN Times)

Heri mengatakan Sumut sempat mendeteksi dua titik api sekitar satu setengah bulan lalu, di Kabupaten Asahan dan Samosir. Keduanya berhasil dipadamkan berkat kerja sama masyarakat, TNI, BPDB, Manggala Agni, dan Dinas LHK.

Kini, menurut Heri, data BMKG tidak lagi mencatat hotspot di Sumut. Ia menyebut kondisi Sumut relatif aman, sama seperti Aceh.

“Berdasarkan data BMKG hari ini, tidak ada lagi titik api di Sumatera Utara. Wilayah kita relatif aman bersama Aceh. Namun, fenomena asap yang merambah ke wilayah kita hingga warga kembali harus memakai masker dipicu oleh pergerakan angin dari daerah luar,” ujar Heri.

2. Gambut kering bikin api sulit padam

Foto udara langit Kota Medan yang diselimuti kabut asap di Sumatera Utara, Rabu (14/10/2026). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa kualitas udara di Kota Medan masuk dalam kategori sedang atau tidak sehat dampak sebaran kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Heri menjelaskan, karhutla secara nasional kini didominasi kebakaran di lahan gambut, antara lain di Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, dan Riau. Gambut yang mengering akibat cuaca ekstrem membuat api susah dipadamkan dan menghasilkan asap pekat.

Karena itu, Dinas LHK Sumut menyambut langkah Pemerintah Pusat yang membentuk badan khusus untuk penanganan dan rehabilitasi mangrove serta gambut. Menurut Heri, gambut punya karakter khusus sehingga metodenya harus berbeda dari hutan produksi maupun hutan lindung.

“Karakteristik lahan gambut harus tetap basah dan berair. Jika mengering, potensi kebakaran sangat tinggi dan melahirkan asap pekat. Penanganannya tidak bisa disamakan dengan hutan darat biasa,” tegasnya.

3. Lakukan pembagian masker, siapkan hujan buatan untuk kurangi dampak asap

Seorang pelajar tingkat Taman Kanak-kanak memakai masker saat hendak berangkat sekolah di tengah paparan asap diduga dari kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Rabu (14/10/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Untuk jangka pendek, Pemprov Sumut terus membagikan masker kepada warga. Pemprov juga berkoordinasi untuk modifikasi cuaca guna memicu hujan buatan di wilayah terdampak.

DLHK Sumut mengimbau masyarakat tidak membakar lahan. Pembakaran dikhawatirkan memperluas karhutla dan menambah beban kesehatan warga yang sudah terpapar asap.

Curated For You

Editorial Team

Related Article