Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi cuaca ekstrem (Foto: BMKG)
  • BMKG Medan mengingatkan warga Sumatera Utara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada 2-9 November 2026, terutama saat siang hingga dini hari.

  • Hujan sedang hingga sangat lebat, petir, dan angin kencang berpotensi melanda hampir 30 wilayah Sumut, dipicu sirkulasi siklonik, konvergensi angin, MJO, serta labilitas atmosfer.

  • Warga di kawasan rawan banjir, longsor, dan angin kencang diminta membersihkan saluran air, menghindari pohon serta baliho, dan menunda pelayaran; pemerintah daerah diminta berkoordinasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
26 Oktober 2026

Curah hujan 93 milimeter tercatat di Kualanamu, Deli Serdang.

27 Oktober 2026

Curah hujan 160 milimeter tercatat di Kebun Boyan, Langkat.

28 Oktober 2026

Curah hujan 125 milimeter tercatat di Tarabintang, Humbang Hasundutan.

31 Oktober 2026

Curah hujan 72 milimeter tercatat di Sibolangit, Deli Serdang.

Minggu, 2 November 2026

Tim Meteorology Early Warning System merilis Prospek Cuaca Mingguan yang mengimbau warga Sumatera Utara meningkatkan kewaspadaan.

02–09 November 2026

BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Sumatera Utara. Hujan sedang hingga sangat lebat, petir, dan angin kencang diprakirakan berpotensi melanda hampir 30 wilayah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BMKG Balai Besar Wilayah I Medan mengingatkan warga Sumatera Utara agar siaga terhadap potensi hujan sedang hingga sangat lebat, petir, dan angin kencang.
  • Who?
    BMKG Balai Besar Wilayah I Medan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Sumatera Utara, terutama warga kawasan rawan banjir, longsor, dan angin kencang, serta kepala daerah.
  • Where?
    Potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di hampir 30 wilayah Sumatera Utara, termasuk Medan, Langkat, Deli Serdang, Karo, Simalungun, Tapanuli, Labuhanbatu, dan Kepulauan Nias.
  • When?
    Imbauan berlaku untuk periode 2–9 November 2026. Prospek cuaca mingguan tersebut dirilis Tim Meteorology Early Warning System pada Minggu, 2 November 2026.
  • Why?
    Cuaca ekstrem berpotensi dipicu sirkulasi siklonik di Pantai Utara Aceh, area konvergensi dan belokan angin, aktivitas MJO di Samudera Hindia, serta labilitas atmosfer lokal.
  • How?
    Warga diminta menghindari aktivitas luar ruangan saat hujan lebat, membersihkan saluran air, tidak berteduh di bawah pohon atau baliho, dan menunda pelayaran. Kepala daerah diminta berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BMKG bilang Sumatera Utara bisa kena hujan sangat lebat, petir, dan angin kencang dari 2 sampai 9 November. Banyak tempat, termasuk Medan, harus hati-hati. Orang-orang diminta jangan main di luar saat hujan besar. Saluran air perlu dibersihkan. Jangan berteduh di bawah pohon besar atau papan iklan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Peringatan dini BMKG memberi warga dan pemerintah daerah waktu untuk menyiapkan langkah antisipatif selama potensi cuaca ekstrem berlangsung. Arahan yang jelas, mulai dari membatasi aktivitas luar ruang hingga membersihkan saluran air dan memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI, serta POLRI, mendukung aktivitas harian agar tetap lebih aman dan lancar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah I Medan mengimbau masyarakat Sumatera Utara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode 02–09 November 2026.

Imbauan tersebut disampaikan melalui Prospek Cuaca Mingguan yang dirilis Tim Meteorology Early Warning System pada Minggu, 2 November 2026.

1. Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai petir dan angin kencang berlangsung,

Ilustrasi hujan petir. (IDN Times/Arief Rahmat)

BMKG meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai petir dan angin kencang berlangsung, terutama pada siang hingga dini hari.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung aman dan lancar," tulis BMKG dalam prospek tersebut.

Imbauan ini dikeluarkan karena sejumlah faktor pemicu cuaca ekstrem masih aktif. Dalam sepekan terakhir, hujan sedang hingga ekstrem telah terjadi di Sumut akibat sirkulasi siklonik di Pantai Utara Aceh, terbentuknya area konvergensi dan belokan angin, serta aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia yang didukung labilitas atmosfer lokal.

2. Hujan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang diprakirakan melanda hampir 30 wilayah

TIPE-TIPE HUJAN DAN ANGIN/robinsonbisa

BMKG mencatat curah hujan tinggi mencapai 160 milimeter di Kebun Boyan, Langkat pada 27 Oktober 2026, 125 milimeter di Tarabintang, Humbang Hasundutan pada 28 Oktober 2026, 93 milimeter di Kualanamu, Deli Serdang pada 26 Oktober 2026, dan 72 milimeter di Sibolangit, Deli Serdang pada 31 Oktober 2026.

Sementara itu, untuk sepekan ke depan, BMKG memprakirakan kondisi serupa masih berpotensi terjadi. Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat diprakirakan melanda hampir 30 wilayah, yakni Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batubara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan, Simalungun, Toba, Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Padang Sidimpuan, Padang Lawas, Mandailing Natal, Nias Selatan, Nias, Nias Barat, dan Gunung Sitoli.

3. BMKG minta masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir, longsor, dan angin kencang diminta untuk membersihkan saluran air

Suasana kampung AUR yang terdampak banjir (IDN Times

Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir, longsor, dan angin kencang diminta untuk membersihkan saluran air, menghindari berteduh di bawah pohon besar dan baliho, serta menunda aktivitas pelayaran.

BMKG juga mengimbau para kepala daerah untuk berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan POLRI dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.

Curated For You

Editorial Team

Related Article