Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Beras Premium Langka di Ritel Modern Medan, HET Disorot
Beras merek premium di supermarket dibongkar untuk tidak dipajang (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Beras premium langka di ritel modern Medan dan Sumatra Utara saat panen raya, meski pasokan beras di pasar tradisional dinilai cukup.
  • Pengamat menilai HET berbenturan dengan biaya produksi: harga gabah mencapai Rp7.300 per kg, ditambah kemasan, tenaga kerja, distribusi, dan logistik.
  • Pemerintah didorong menelusuri seluruh rantai pasok karena kelangkaan menurunkan akses masyarakat serta berisiko mengganggu pengenalan merek beras premium.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sebelumnya

Presiden Prabowo menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kg.

belakangan ini

Warga Medan kesulitan memperoleh beras premium di ritel modern meski pasokan di pasar tradisional cukup.

saat ini

Harga gabah di pasaran mencapai Rp7.300 per kg. Kenaikan biaya produksi diduga mendorong kilang menyesuaikan pemasaran beras premium.

sekarang

Ketersediaan beras di Sumatra Utara dinilai cukup pada musim panen, tetapi akses masyarakat ke beras premium menurun karena ritel modern tidak memperoleh pasokan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Beras premium sulit ditemukan di ritel modern di Kota Medan dan sejumlah wilayah Sumatra Utara, meski pasokan beras di pasar tradisional dilaporkan cukup saat musim panen raya.
  • Who?
    Masyarakat Sumatra Utara, terutama warga Kota Medan, terdampak kesulitan memperoleh beras premium. Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin meminta pemerintah menelusuri persoalan tersebut.
  • Where?
    Kelangkaan dilaporkan terjadi di ritel modern di Kota Medan dan wilayah Sumatra Utara, sedangkan beras masih tersedia di pasar tradisional.
  • When?
    Kondisi ini terjadi belakangan ini, saat Sumatra Utara sedang memasuki musim panen raya padi.
  • Why?
    Gunawan menilai kenaikan harga gabah dan biaya produksi, kemasan, tenaga kerja, transportasi, serta logistik berpotensi membuat harga beras premium melampaui HET.
  • How?
    Ritel modern diduga tidak memperoleh pasokan beras premium dari produsen atau kilang. Gunawan mendorong pemerintah menelusuri setiap rantai pasok dan melakukan kajian mendalam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Beras premium susah dicari di toko besar di Medan, padahal sedang banyak panen padi. Di pasar biasa, beras masih cukup. Pak Gunawan bilang biaya membuat dan mengirim beras naik. Harga yang boleh dipasang pemerintah mungkin terlalu rendah. Sekarang pemerintah diminta mencari tahu kenapa toko besar tidak mendapat beras premium.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah keterbatasan beras premium di ritel modern, ketersediaan beras secara umum di Sumatra Utara tetap dinilai sangat cukup selama musim panen. Situasi ini juga telah memunculkan penjelasan yang lebih terarah mengenai tekanan biaya produksi dan distribusi, sehingga persoalan dapat dipahami sebagai isu rantai pasok, bukan kekurangan beras menyeluruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Masyarakat di Sumatra Utara, khususnya Kota Medan, belakangan ini kesulitan mendapatkan beras premium di ritel modern. Ironisnya, kelangkaan itu terjadi di tengah musim panen raya padi, sementara pasokan beras di pasar tradisional justru tersedia cukup.

Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin menilai kelangkaan beras premium di ritel modern tidak terlepas dari penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

"Harga beras premium di pasar tradisional ada yang dijual di atas HET. Saya menduga kelangkaan beras premium di ritel modern tidak terlepas dari aturan ketat pemerintah yang menetapkan HET," ujar Gunawan.

1. Benturan harga pokok dan HET

Beras merek premium di supermarket dibongkar untuk tidak dipajang (IDN Times/Indah Permata Sari)

Menurut Gunawan, pelaku usaha penggilingan saat ini menghadapi kenaikan biaya produksi. Salah satunya adalah kenaikan harga gabah.

Presiden Prabowo sebelumnya menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kg. Namun saat ini harga gabah di pasaran mencapai Rp7.300 per kg.

"Jika dikonversi ke beras dengan rasio 50 persen, maka harga beras bisa mencapai Rp14.600 per kg," jelasnya.

Jika ditambah biaya kemasan, upah tenaga kerja, distribusi atau logistik, hingga keuntungan di setiap rantai pasok, harga jual beras premium berpotensi berada di atas HET. Kondisi itu dinilai berbenturan dengan aturan distribusi beras premium yang ditetapkan pemerintah.

2. Pasokan aman, akses menurun

Beras merek premium di supermarket dibongkar untuk tidak dipajang (IDN Times/Indah Permata Sari)

Gunawan menegaskan secara umum tidak ada masalah serius pada pasokan beras di Sumut. Ketersediaan beras sangat cukup, terutama di musim panen seperti sekarang.

"Masalahnya saat ritel modern tidak mendapatkan pasokan beras premium, maka aksesibilitas masyarakat untuk mendapatkan pasokan menurun. Mekanisme pasar beras saat ini tengah memperlakukan ritel modern dengan tidak adil," katanya.

Ia menduga persoalan ada di level produsen. Saat ini kilang beras berhadapan dengan kenaikan biaya input produksi seperti harga plastik, upah tenaga kerja, biaya transportasi dan logistik, hingga kenaikan BBM nonsubsidi.

"Artinya ada kenaikan biaya operasional yang pada akhirnya membuat kilang harus mensiasati pemasaran," ujarnya.

3. Risiko branding dan usulan kajian

Peluncuran Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk Pemberian Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Alokasi Oktober–November 2025 di Medan (Dok. Istimewa)

Gunawan juga mengingatkan, jika beras premium tidak tersedia di ritel modern, merek atau branding beras premium berpeluang tidak lagi dikenal masyarakat. Hal itu juga dapat merugikan perusahaan kilang.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah melakukan penelusuran terkait kelangkaan beras premium di ritel modern.

"Baiknya pemerintah melakukan penelusuran terkait dengan masalah beras premium yang langka di ritel modern. Lakukan kajian mendalam di setiap rantai pasok untuk mencari sumber persoalan," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article