Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bendera Merah Putih Diturunkan di Masjid Raya, Banda Aceh Ricuh 
Salah seorang massa aksi saat menurunkan bendera Merah Putih di tiang Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
  • Peringatan 21 tahun perdamaian RI-GAM di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, ricuh setelah seorang massa menurunkan bendera Merah Putih dan massa lain mengibarkan bendera Bulan Bintang.
  • Ketegangan antara massa dan aparat meningkat dengan suara diduga tembakan, dentuman, pelemparan batu, serta pengejaran petugas. Aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
  • Situasi mulai mereda sekitar pukul 11.42 WIB setelah lantunan Al-Qur’an terdengar. Sejumlah kendaraan rusak dan warga terluka, sementara jumlah korban serta kerugian belum diumumkan resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banda Aceh, IDN Times - Aksi memperingati 21 tahun perdamaian antara Republik Indonesia (RI) dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, berakhir ricuh, Sabtu (15/8/2026). Bendera merah putih yang berkibar di tiang masjid, diturunkan.

Kericuhan terjadi setelah rangkaian doa dan zikir selesai sekitar pukul 11.11 WIB. Pantauan di lokasi, seorang massa memanjat tiang yang berada di halaman Masjid Raya Baiturrahman dan menurunkan bendera Merah Putih.

Tidak lama kemudian, massa lainnya naik ke tiang tersebut dan mengibarkan bendera Bulan Bintang.

Berkibarnya bendera tersebut memicu ketegangan antara massa dan aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.

Tidak lama berselang, terdengar diduga dari suara tembakan yang kemudian disusul beberapa kali dentuman lainnya.

Sejumlah massa kemudian melakukan pengejaran terhadap aparat yang sebelumnya berjaga di luar kompleks masjid. Massa juga diduga melempari petugas.

Petugas berupaya menenangkan massa. Namun, situasi semakin tidak terkendali hingga aparat akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Suasana mulai kondusif saat lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema dari pengeras suara di Masjid Raya Baiturrahman. Bacaan tersebut meredam ricuh antara massa dan aparat penegak hukum. 

Pantauan IDN Times, ketegangan antara aparat dan massa merang saat terdengar suara mengaji dari masjid raya sekira pukul 11.42 WIB. Massa yang sebelumnya saling berhadapan dengan aparat perlahan surut kembali ke arah masjid.

“Hai ka mulai bet nyo, ka sep ile ka sep (hai sudah mulai mengaji, sudah sudah),” ucap warga.

Sebelum suara mengaji menggema, di kawasan depan dan samping masjid raya tampak massa saling melempar batu dengan aparat. Bahkan, petugas juga turut menembakan gas air mata ke arah kumpulan massa.

Susana ini membuat warga berhamburan menyelamatkan diri. Mereka yang sebelumnya bentrok di kawasan Simpang Kodim hingga Muhammad Jam, mulai berpencar hingga ke pertokoan Jalan Diponegoro.

Usai kerusuhan tersebut, sejumlah kendaraan milik warga seperti sepeda motor dan mobil tampak ringsek. Beberapa warga juga tampak terluka yang kemudian dibawa pergi dari lokasi bentrokan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban maupun kerugian akibat kericuhan tersebut.


Curated For You

Editorial Team

Related Article