Para siswa SMA Negeri 3 Medan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (IDN Times/Indah Permata Sari)
Selain persiapan teknis, sekolah juga menerbitkan empat dokumen tata tertib resmi yang ditandatangani Kepala SMAN 3 Medan Susianto. Untuk teknisi, wajib memeriksa seluruh perangkat pada H-1, hadir 60 menit sebelum tes, siaga selama tes, dan dilarang membuka, menyalin, memotret, atau menyebarkan soal.
Untuk proktor, wajib menjaga kerahasiaan token, akun, data peserta, dan materi tes, bersikap netral dan profesional, serta dilarang membantu peserta mengerjakan soal dan meninggalkan komputer proktor tanpa pengganti berwenang.
Untuk pengawas ruang, wajib hadir 60 menit sebelum tes, memeriksa tempat duduk dan kebersihan ruang, memastikan tidak ada materi yang membantu kecurangan, mengumumkan token tes, serta mengawasi secara aktif tanpa bermain gawai atau memberi petunjuk jawaban.
Untuk peserta, wajib hadir 30 menit sebelum tes, membawa kartu peserta TKA, berpakaian rapi, dan dilarang membawa telepon seluler, jam tangan pintar, kalkulator, buku, dan tas. Mesayu menegaskan, TKA adalah penentu nasib untuk jalur undangan.
"Jadi TKA ini wajib untuk yang mengikuti jalur undangan. Tapi kalau dia tidak eligible, tidak jalur undangan, nilai TKA ini tidak terlalu divalidasi," katanya.
Artinya, bagi 170 siswa terbaik yang masuk daftar eligible, nilai TKA akan menjadi tiket emas lolos SNBP ke perguruan tinggi negeri favorit tanpa tes. Belajar dari pengalaman pahit tahun lalu, tahun ini pengawasan diperketat.
"Kendalanya, kalau tahun lalu itu kami terkendala di hari-hari terakhir adalah internet. Nah internet itu ada satu hari di hari terakhir itu sama sekali loss. Itulah yang membuat ratusan siswa susulan memang. Jadi pada saat itu kita internetnya satu hari loss itu sekitar 120 orang itu susulan tahun lalu," ungkap Mesayu.
Selain itu sekolah juga berkoordinasi dengan provider dan PLN. Hal ini untuk mengantisipasi agar tak ada gangguan baik sinyal maupun listrik. "Kami berharap di tanggal tersebut mohon tidak ada perawatan terkait listrik. Tapi kita juga menambah daya supaya aman. Jadi kalau di atas di lab itu ada pihak provider dari fiber itu mereka standby 2 orang," ucapnya.
Namun kendala manusia tetap ada. Yakni adanya anak yang terlambat. "Terlambat dia tidak berani masuk. Jadi dia pulang lagi. Nah ini prosesnya lagi dijemput yang sudah pasti dia memang tidak bisa mengikuti. Makanya kita siasati, kita bilang ke orang tuanya cari dulu surat sakit. Supaya kita bisa usulkan untuk susulan," tutupnya.