Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem (baju putih). (Dokumentasi Humas Pemprov Aceh untuk IDN Times)
Mualem sebelumnya telah mengingatkan masyarakat mengenai potensi kerawanan bencana selama musim hujan. Imbauan tersebut disampaikan pada Kamis (3/9/2026).
“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir, longsor, dan bencana lainnya di sejumlah wilayah,” kata Mualem.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Aceh berada dalam status waspada terhadap potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat mulai September hingga Februari mendatang.
BMKG sebelumnya sempat mencantumkan Aceh sebagai wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat kategori siaga. Status tersebut kemudian berubah menjadi waspada.
Mualem menilai penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini penting dilakukan. Pemerintah Aceh bersama seluruh unsur terkait diminta memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan bencana, termasuk memperkuat koordinasi dan respons cepat di lapangan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi Forkopimda Aceh, termasuk TNI dan Polri, pemerintah kabupaten/kota, instansi terkait, serta perguruan tinggi negeri dan swasta.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat respons di lapangan, dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas bersama.